Berburu Pot Tanah Liat di Depok

By Niken Andriani - Apr 5, 2021


Saya menyelesaikan proyek raised bed kedua bulan lalu, yang sebetulnya gagal karena beberapa benih yang saya tanam habis dimakan bekicot. Seperti cabai rawit, timun, selada, seledri dan sawi hijau.Padahal sih untuk mengatasi hama bekicot ini tinggal tebar moluskisida atau ampas kopi di sekitaran raised bed. Tapi karena malas dan sebal jadi belum terlaksana. Untuk mengobati kegagalan ini saya membeli pot tanah liat untuk repotting tanaman yang masih menggunakan pot plastik. Jadi akhir pekan panjang awal April ini saya berburu pot tanah liat atau terracotta murah yang tidak jauh dari rumah saya di Jakarta Selatan. 

Berbekal info dari Google saya menemukan satu toko yang berjualan segala macam jenis pot dengan harga grosir. Lokasinya di Sawangan, Depok. Dari namanya Sawangan ini kelihatannya cukup dekat dari rumah saya yang dekat dengan perbatasan Depok. Namun setelah saya cek ternyata Sawangannya lebih ke arah Tangerang. Memang jaraknya hanya sekitar 14 kilometer tapi karena macet jadi terasa jauh. 



Waktu pertama kali sampai, suasananya seperti Pasar Bunga Sekar Mulyo, Batu. Kanan-kiri jalan berjejer nursery dan toko tanaman. Bedanya di sana hawanya panas pol. Nama tokonya sendiri Ragusfi gudang pot, lokasinya di pinggir jalan raya. Jadi bagi yang membawa kendaraan pribadi, bisa parkir di pinggir toko tanaman. Kita diberi kartu parkir (jangan sampai hilang) yang nanti kita kembalikan di gerbang belakang. Dari tempat parkir, untuk menuju Ragusfi dengan berjalan kaki ke pinggir jalan raya. Berhubung lagi nggak bawa kamera saku, saya fotoin seadanya pakai kamera gawai.

Jalan pintas ke Ragusfi
Kasir toko dan pot pelangi yang bikin sakit mata

Display pot tanah liat  

Masing-masing pot yang dipajang di bagian depan toko, lengkap dengan harganya

Saat baru tiba di toko Ragusfi, kita akan bingung karena pot tanah liat tidak terpajang di rak-rak toko. Paling hanya ada display di bagian depan tokoStok lengkap pot tanah liat ada di belakang toko dan kita bisa memilih sendiri potnya. 



Jadi mereka punya 3 bangunan terpisah, bangunan depan display dan stok media tanam, bagian tengah gudang pot plastik, dan bagian belakang gudang pot tanah liat dan semen serta rak besi.  



Senang rasanya lihat koleksi pot dengan harga di bawah standar toko biasanya. Di sini harganya grosir, bisa beda 10-50 ribu per potnya. Yang membuat saya takjub adalah pot diameter 37cm yang di sini hanya dijual 70 ribu saja, sedangkan 2 bulan lalu saya beli di pinggir jalan 180 ribu (itu pun nawar dari harga 200 ribu). Untuk modelnya di sini tidak begitu banyak, paling banter yang lucu pot jerapah dan burung hantu. Lainnya model biasa seperti sarang tawon, bunga, dan bentuk kendi. Jadi jika ingin berburu pot yang lucu-lucu bentuknya di sini bukan tempatnya. 

Foto dari kiri: Mas yang nyatetin daftar belanjaan, mas yang lagi bantu ngerapihin gudang, sama mba yang koreksi barang setelah pembayaran.

Setelah puas memilih, letakkan pot yang kamu beli di keranjang warna-warni yang ada di dekat rak. Jika belanjaanmu banyak (pot tanah liat berat), jangan khawatir untuk membawanya, nanti ada karyawan toko yang akan membantu membawanya sampai ke parkiran. Oiya untuk tahu karyawannya bisa terlihat mereka pakai celemek. Di sana cukup baik protokolnya, semua karyawan pakai masker (meskipun beberapakali dibuka karena panas. Calon pembeli tidak bisa transaksi jika tidak menggunakan masker.


Jika bicara soal harga sebenarnya saya nggak bisa bilang di sini lebih murah jika dibandingkan membeli langsung ke produsen, seperti di pabriknya langsung. Tapi melihat lokasinya yang tidak begitu jauh menurut saya sudah cukup menghemat. 

Kekurangan dari toko ini adalah tidak disediakan kipas angin! Selama di dalam toko, keringat saya mengucur deras dari dahi, nggak kebayang deh itu basahnya di ketek kayak gimana. Hehe. Selain itu tidak semua pot diberikan label ukuran secara detail, jadi lebih baik membawa meteran sendiri jika ingin berkunjung ke toko. Saya ngobrol dengan mbak bercelemek merah (sepertinya dia yang punya toko) untuk minta disediakan kipas angin. Awalnya dia bertanya bagaimana kesan berbelanja di tokonya. Ya saya jawab jujur saja. Dia memberikan saya opsi untuk berbelanja lewat pesan WhatsApp, nanti barang bisa dikirim pakai ojol atau bisa dipickup sendiri, jadi nggak perlu panas-panasan di gudang toko. Katalog barangnya sendiri lengkap ada di akun resmi Instagramnya Ragusfi Gudang Pot.

Sebenarnya saya betah lama-lama di sana tapi sayang panasnya membuat nafas jadi engap. Padahal di sana ada toko ikan juga tepat di sebelah Ragusfi. Memang tempat belanja tanaman paling nyaman hanya di Batu, Jawa Timur. Hawanya yang dingin dengan pemandangan latar Gunung Arjuna membuat betah pengunjung. Jadi kangen mudik ke Malang!

Info lengkap:
Ragusfi Gudang Pot
Komplek Permata Buana, Jl. Cinangka Raya, RT.12/RW.4, Kedaung, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16516
Telp 021 22743359
Order 0811 1819 339/ 0811 1759 339
Jam buka 08:30 - 16:30
Tutup hari Senin di minggu pertama dan ketiga

No comments

Post a Comment