Pagi, hujan, dan rindu

By Niken Andriani - Jan 27, 2012

Hujan, suara gemiriciknya membuat ku rindu. Pagi itu pun aku menekan tombol dial di ponselku. Kapan terakhir kalinya aku menelpon nomor itu ya. Sebuah nomor berkode area 021. Ya, aku menelpon ke rumah. Dan betapa senangnya ketika suara di sana adalah suara perempuan itu. Aku pun serasa kembali seperti anak perempuan kecil yang sedang bermanja-manja pada ibunya. Menceritakan padanya bahwa semalaman aku tidak bisa tidur. Dan sekarang aku begitu rindu ketika bangun pagi, ruang pertama yang aku tuju tentu saja dapur di rumah. Mengintip dan mencium wangi sambal di pagi hari. Ma, pisang gorengnya abis ya? Menyesal sekali pagi itu aku bangun kesiangan. "Sarapan nasi gih, mama bikin sambel sama ikan asin ueenaaak deh.." Katanya sambil merayu-rayu. Tentu saja tanpa ia merayuku pun, aku akan sangat lahap memakan sambal buatannya, karena sambal itu satu-satunya terenak yang bisa kunikmati di pagi hari saat orang-orang menghindari makanan itu di saat perut belum siap menerimanya.

Mungkin aku tak pernah memiliki seorang teman perempuan yang dekat sekali. Tapi aku memiliki seorang teman perempuan yang selamanya akan jadi teman hidupku. Ya, dia lah yang setiap dalam pesan teksnya selalu bertanya aku sedang apa dan apakah aku sudah makan. Hmm, pesan teksnya seperti copy-paste saja. Karena selalu sama setiap sampai di ponselku. Hehehe, atau dengan tambahan, "Sudah sholat belum?"

Kadang aku rindu, aku ingin sekali dia memanggilku dengan namaku. Tapi ia tetap saja memanggilku dengan sebutanku dirumah. Kakak. Mungkin ia ingin membuatku menjadi sosok pribadi sulung yang berwibawa dan dapat memberikan contoh yang baik untuk adik-adiknya. Aku tau namaku itu adalah murni pemberiannya karena ia begitu mengagumi guru SMA nya dulu. Seorang guru perempuan yang mengajar bahasa inggris, cantik, dikagumi para siswa-siswi nya, dan entah apa lagi sampai dia menamai anak perempuan sulungnya dengan nama Niken. Sesederhana itu.. apakah mungkin aku bisa membalasnya..apakah rasa kagumnya yang sederhana bisa aku buktikan..

Foto ini sudah hampir 5 tahun,
sejak pertama kali aku putuskan untuk kuliah di luar Jakarta

Ahh tulisanku ini mungkin tak cukup menuangkan semua perasaan rindu ku padanya.. kalau ku telpon lagi, pasti ponselnya belepotan sambal "Mama lagi masak sayang, nanti lagi ya!"

2012

By Niken Andriani - Jan 19, 2012

Berbicara dengan foto-foto di album sepanjang 2011, seperti bertemu dengan kawan lama. Entah mungkin karena aku rindu mereka. Tersenyum atau tertawa sendiri, aneh tapi itu yang terjadi. Dan folder 2012 pun aku buat, untuk diisi dengan petualangan-petualangan baru tahun ini. Suatu saat nanti pun akan sama, aku akan tertawa sendiri melihatnya lagi. Istilahnya flashback kali ya atau kilas balik. Dan seterusnya akan ku buat folder-folder dengan angka yang bertambah, agar suatu saat nanti aku tidak hanya menikmatinya sendiri tapi bisa menceritakannya ke mereka, ke anak cucuku nanti!

Kopi dan ceritanya

By Niken Andriani - Jan 17, 2012

Kali kedua saya ke tempat ini, menikmati segelas kopi dan bercerita. Udara yang dingin serta pemandangan lanskap menawan dari lampu-lampu kota Bandung menambah kemewahan malam.

City lights Kota Bandung
  
Latte di sini kurang enak, saya pun memesan caramel machiatto.
Tanpa gula sudah manis seperti saya. Hehe

Sebentar lagi imlek

Bermain bokeh

Cookies Homemade Kopi Ireng

Tak lupa disela obrolan bersama dengan seorang teman, saya membuka laptop dan mengklik folder Tugas Akhir. Kesukaan untuk mengerjakan skripsi di luar rumah ini akan membuat saya ingat bahwa di tempat ini saya pernah berjuang bersama dengan segelas kopi. 


Kopi Ireng, Jalan Bukit Pakar Timur No. 1 Bandung

Review
Untuk menu kopinya, Rumah Kopi di Dago Pakar lebih variatif. Tapi karena lokasinya yang paling tinggi, pemandangan lanskap kota bandung lebih di dapat dari sini. Caramel Machiatto campuran dari espresso, susu dan caramael serta Zigzag Cappucino campuran espresso, susu dan coklat recommended dari saya. Kalau luwak atau toraja saya belum mencobanya, harganya tak terkiraaa..


He's a friend

By Niken Andriani - Jan 8, 2012

Galeri Antara, Jakarta


setelah dua bulan lebih tidak melangkah, tidak pergi kemana pun, inspirasi saya hanya dia. menemani setiap mata mulai lelah meratapi liku. segelas kopi latte. 


Bober Cafe, Bandung

Biru!

By Niken Andriani - Dec 20, 2011

Ya, aku rindu sekali pada biru
birunya warna langit, dan birunya warna laut

Pantai ujung gelam, karimun jawa



Wind

By Niken Andriani - Dec 1, 2011

Ilalang Bromo
24012009

Road trip!

By Niken Andriani - Nov 30, 2011


My first travel video. A road trip around Central Java and Yogyakarta.



Thanks a lot to ACIdetikcom for supporting us,
Float and 3 Hari Untuk Selamanya for inspiring me.

It's not about the destination, it's about the journey. -Trinity

Menelusuri Tiap Sudut Kota Semarang

Tak menyegarkan jika blog saya hanya penuh dengan kata-kata yang terlontar karena kegalauan hati. Setelah berjalan-jalan di blog ACIdetikcom, terpikir juga untuk mempublish artikel-artikel yang saya buat disini. Udah janji juga sih waktu itu, hehe. Oke, pertama tentang Semarang. Saya mengeksplor daerah kelahiran saya ini selama tiga hari. Biar ga pusing baca tulisan mending kita tengok-tengok fotonya saja dulu.

Photobucket
Subhanallah, Masjid Agung Jawa Tengah di malam hari
*Buat ngambil gambar ini sampe berantem sama yang jaga tower
Photobucket
Masjid Kauman, Masjid Tertua di Semarang
Photobucket
Kantor Pusat Pos Indonesia Semarang
Photobucket
Suasana Magrib di salah satu Masjid di sekitaran Stasiun Tawang
Photobucket
Danau depan Stasiun Tawang
Photobucket
Klenteng Terbesar di daerah Pecinan Semarang
Photobucket
Greja Bledug di senja hari
Photobucket
Tampak depan Gereja Bledug
Photobucket
Suasana pagi hari di pasar baru daerah pecinan
Photobucket
Sam Poo Kong
Photobucket
Matahari terbenam di Pantai Marina

Malam terakhir di Semarang pun kami habiskan di Kampung Laut, menikmati bandeng kropok dan hasil laut lainnya..
Photobucket
Viewnya bikin makin sedap kulinernya 


Banyak sekali kegiatan yang kami lakukan selama di Semarang. Hari pertama, kami awali petualangan kami dengan mengunjungi Masjid Kauman di depan alun-alun lama. Setelah itu kami menjelajahi pusat kota di Tugu Muda dengan mempelajari sejarah Lawang Sewu. Tak lupa serta menyantap kuliner Semarang yaitu Soto Kudus Mbak Lin dan Nasi Goreng Babat Pak Karmin.
Hari kedua kami mendatangi kawasan Pecinan dengan memasuki Pasar Gang Baru di pagi hari. Dengan menggunakan becak kami mengelilingi kawasan pecinan. Di siang yang terik, kami mampir ke gang lombok untuk menyantap kuliner lunpia dan es gang lombok. Saat senja kami memutari sudut kota lama, dan petualangan hari itu ditutup dengan berburu pemandangan malam kota Semarang dari lantai 19 menara Masjid Agung Jateng.
Hari ketiga kami melakukan wisata sejarah dengan mengunjungi beberapa museum antara lain Museum Jamu Jago di Banyumanik dan Museum Ronggo Warsito. Kami pun melakukan wisata budaya dengan berkunjung ke Sam Poo Kong. Saat hari mulai gelap, kami mengejar matahari tenggelam di Pantai Marina. Malamnya, kami pun mengakhiri petualangan kami di Semarang dengan menyantap kuliner bandeng kropok dan hidangan haut di Kampung laut.
Masih banyak lagi tempat-tempat lain yang wajib dikunjungi jika kamu ke Semarang. Petualangan kami diatas adalah bentuk rasa cinta kami pada Indonesia, menjelajahi kota Semarang untuk membuatmu bergerak dari tempat nyamanmu. Berpetualang dan rasakan unik dan indahnya tiap sudut kota Semarang!
Sumber: : http://aci.detik.travel/readfoto/2011/10/06/035225/1737857/1275/1/menelusuri-tiap-sudut-kota-semarang

Kontrastif

By Niken Andriani - Nov 28, 2011

Saya besar di Jakarta, semasa kuliah tinggal di Bandung, semasa kerja ingin di Jogja. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup di mana saja asal bersama kamu.

Apakah jika sudah seperti ini, perbedaan suku masih membuat mu ragu?