#15 Moyo

By Niken Andriani - Feb 14, 2013




"An ordinary beach, with beautiful waterfall.. Mmm, I think the opposite."
Pulau Moyo. Sumbawa, NTB | 16 November 2012
Hentaman marimba dan harmoni dalam lagu Mew - Hawaii membuat saya mengingat kembali tempat ini. Tujuan orang-orang ke pulau ini adalah air terjun Moyo. Tapi karena saat itu musim panas, air terjunnya jadi biasa-biasa saja. Malah lebih keren air terjun Cikaso di Sukabumi itu. Hehe.. "So why don't you take pictures of its beach?" I said to myself when my friends focused on the waterfall. Dan satu-satunya orang yang leyeh-leyeh di pantai ini ya saya.. sambil ngadem di bawah pohon.

Dua puluh empat

Hari itu saya tak muda lagi, bertambah lagi satu bilangan di usia saya. Telepon berdering sejak malam yang menganggu tidur saya, pesan singkat yang masuk lewat ponsel, messenger, line dan whatsup, kawan-kawan lama tak jumpa yang masih saja ingat.

"Selamat datang Niken di dua puluh empat!"
"Mimpi dan cita apa yang sampai saat ini belum kesampean, ken?"

"Kau dapat salam dari laut flores."
Saat itu saya ingin sekali melewatkan hari bersama dengan laut. Tahun ini saya belum kemana-mana! Saya masih saja duduk dibelakang layar 14 inchi sambil mengetik. Saya kangen laut!

Melangkah

By Niken Andriani - Feb 6, 2013

90 meters ray of light Goa Jomblang, Jogjakarta
11 Oktober 2011

Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang beraksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.

Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin.

Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!

~ Edensor, p. 42


Bermimpi menjelajah ke Eropa. Sepuluh Februari dua ribu delapan waktu itu. Lama sekali, hampir lima tahun berlalu. Saat itu, menjelajah Eropa hanya muncul di angan-angan saja karena saat itu saya belum menyadari adanya passion traveling di diri saya. Saat ini tekad sudah melekat, satu atau dua tahun lagi saya akan terjebak di dunia entah berantah, sambil menggendong ransel biru dan membaca peta. Saya akan bertemu dengan orang-orang asing. Saya akan tersesat, menjumpai tempat-tempat yang tak pernah saya lihat. 

Setahun lalu, saya bermimpi untuk bisa menikmati secangkir kopi di Labuan Bajo. Saat itu saya hanyalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang biaya hidup saja masih tergantung orang tua. Setiap merencanakan perjalanan, saya harus pintar-pintar menyisihkan uang jajan saya. Menjelajah Flores saat itu adalah penyemangat saya untuk menyelesaikan tugas akhir. Saya percaya saya akan benar-benar mewujudkannya. Dan benar, kurang dari setahun kemudian saya duduk di balkon paradise bar menghadap laut menikmati kopi flores setelah senja mulai hilang berganti malam..

Tahun ini saya ingin buat resolusi! "Hidup kita membosankan ya, ceu?" Obrolan itu dimulai di sebuah warung kopi. "Tapi kita itu awesome!" Malam itu kami membagi cerita dan keluh kesah. Hujan dan penat bercampur aduk dengan kopi hitam. "I want to make something great, I want to change my life." Kerja kantoran, duduk berjam-jam di depan komputer, sepertinya bukan gue banget!


Kali kedua saya mampir lagi ke warung kopi yang sama, bersama dengan sahabat-sahabat saya di kantor. Berkenalan dengan Mas Deni, barista paling cool di warung kopi itu. "Kita itu hidup pasti bekerja, siapapun dan sampai kapanpun. Uang adalah bonus, yang terpenting adalah kita menikmatinya atau tidak." Kata-katanya itu jleb membuat saya semakin ingin bergerak. Melangkah, maju atau mundur, cepat atau lambat, yang pasti saya tidak ingin tetap dalam posisi nyaman seperti ini. Saya ingin sesuatu yang berbeda yang bisa membuat saya meletup-letup. Kerja = passion. Itu adalah target saya tahun ini untuk menjadi jejak langkah dan bekal menuju mimpi saya ke Eropa. Dan saya percaya, semesta mendukung! 

#14 Samalona

By Niken Andriani - Jan 23, 2013




"A heaven in noisy port city. "
Pulau Samalona. Makassar, Sulawesi Selatan| 6 Oktober 2012

LIFE

By Niken Andriani - Jan 21, 2013

Nikmati saja prosesnya.