Tutorial

Hasil koleksi kartu SIM yang pergantiannya tiap 5 tahun sekali.

Mengurus sendiri dokumen negara membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, bukan hanya karena antriannya tapi terkadang karena gambaran sistem yang kurang jelas. 

Semenjak tahun 2021, sebagian pengurusan dokumen negara sudah dibuat dengan sistem daring (online). Salah satunya adalah untuk urusan dokumen kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK. Kali ini saya akan membagian pengalaman memperpanjang SIM C untuk motor dengan sistem online tanpa sekalipun keluar rumah. Lumayan mudah, hanya membutuhkan cukup konsentrasi saat tes psikologi. Untuk biayanya juga lebih murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya tes kesehatan seperti saat perpanjangan SIM di samsat keliling atau pusat.


Menyusun itinerary adalah hal yang paling mendebarkan sebelum perjalanan, setidaknya bagi saya. Sama rasanya saat berburu tiket promo, menyusun rencana perjalanan juga. Namun sedetil apapun rencana yang kita buat, pasti akan ada banyak perubahan. Kalau tidak banyak berubah berarti Anda ikut agen perjalanan yang semua destinasi nya sudah jelas di awal. Di sini saya akan beberkan rute perjalanan keliling Eropa tahun 2016 lalu. Buat siapa sih? Tentunya untuk saya baca sendiri karena saya pelupa. 

Belum ada keinginan untuk punya kendaraan roda empat karena sekarang sudah banyak jasa transportasi online. Butuh mobil tinggal klik-klik saja di gawai. Tapi semenjak wabah Covid-19 menyerang, kami mau tidak mau butuh kendaraan pribadi agar tidak insecure saat bepergian. Karena dana yang belum cukup dan tidak mau mengambil cicilan, akhirnya kami putuskan untuk membeli mobil bekas dengan cara cash. Berikut pertimbangan kami membeli mobil bekas:

  1. Untuk menjangkau mobil baru sekarang berarti kami harus mengambil kredit. Tapi cicilan di leasing kan riba. Kami sedang belajar untuk menghindari itu.
  2. Perhitungan kredit mobil baru sudah jelas merugikan. Meskipun dengan dalih harga kredit lebih murah dari pada harga cash, setelah dihitung total tetap saja harga kredit jauh lebih mahal.
  3. Mobil bekas jika dijual lagi tidak akan mengalami kerugian yang signifikan. Tapi lebih ke penggunaan saja.
  4. Sudah banyak jasa inspeksi mobil yang bisa meyakinkan kami untuk memutuskan membeli mobil bekas tahun lama.
Awal nya sempat trauma dengan barang bekas karena dulu Bapak saya pernah membeli mobil bekas yang menyusahkan. Sejak itu saya bertekad tidak akan mau membeli barang bekas sampai saya membeli kamera bekas tahun 2014 silam. Dari situ saya belajar, beli barang bekas justru menguntungkan asal kita paham, apalagi jika berencana mau dijual lagi.

Untuk mobil, kami sempat ragu karena tidak mengerti sama sekali tentang mobil. Kami juga tidak punya kenalan atau saudara yang bekerja di bidang otomotif. Tapi semenjak ada jasa inspeksi mobil, kami jadi mantap untuk membeli mobil bekas. Sebelum memutuskan mobil yang diincar, tentu saja Bre bolak-balik menonton review mobil di kanal Youtube. Beberapa nama Youtuber otomotif seperti Mas Wahid dan Ridwan Hanif sering muncul. Setelah yakin dengan merk, tipe dan tahun mobil yang diincar baru kami mencari ke diler. 

Kata om saya yang pernah membeli mobil bekas, lebih baik mencari mobil bekas di diler resmi mobil. Di Jakarta ada Mobil88, Bendi21, Toyota Trust dsb. Namun setelah berkeliling di internet dan datang langsung ke diler tersebut, mobil yang kami incar dan sesuai budget sangat sulit dicari. Akhirnya kami menggunakan OLX Indonesia yang merupakan platform jual beli otomatif dan properti terbesar di Indonesia. Cukup banyak pilihan mobil yang kami incar, tapi tentu saja kita tidak bisa bertransaksi melalui platform ini. Di OLX kita hanya berkomunikasi dengan penjual melalui chat. Untuk transaksi jual beli dilakukan di luar aplikasi.

Setelah berminggu-minggu berkomunikasi dengan beberapa penjual, kami memperoleh 2 pilihan mobil bekas dengan merk, tipe dan tahun yang sama. Hanya berbeda warnanya saja. Lalu Bre janjian dengan penjual untuk melihat ke lokasi. Dua mobil tersebut dimiliki oleh penjual yang berbeda, yang pertama diler resmi OLX Autos dan yang kedua diler independen yang dimiliki oleh orang pribadi.

Setelah melihat kedua mobil tersebut baru kita memesan jasa inspeksi mobil. Kami menggunakan Otospector karena sudah banyak review nya. Jasa ini tidak bisa langsung digunakan tapi harus menunggu antrian dan jadwal yang diatur oleh Otospector. Berikut cara memesan jasa inspeksi di Otospector:

1. Isi form di laman https://otospector.co.id/ 

    


Tulisan ini khusus saya buat untuk warga DKI Jakarta yang sudah kena pajak progresif untuk kendaraan bermotor. Apa sih pajak progresif itu? Kenapa saat ini baru DKI Jakarta yang menerapkan sistem pajak progresif ini? 


Jadi ceritanya sudah lebih dari setahun ini saya mengurus pembayaran listrik di rumah orang tua saya yang masih menggunakan sistem Pascabayar. Berhubung beberapa bulan terakhir ini tagihannya semakin meningkat (lebih dari dua kali lipat) saya berencana mau migrasi ke sistem Prabayar (Listrik Pintar). Di rumah saya sendiri memang dari awal sudah pakai Listrik Pintar (mode token) dan pengeluarannya stagnan, tidak ada kenaikan yang signifikan terkecuali memang pemakaian lagi tergenjot karena Work From Home. Saya perhatikan jumlah pemakaian kami (rumah Saya dan rumah orang tua) tidak berbeda jauh seperti mesin air jet pam, kulkas, mesin cuci, jumlah lampu, jumlah pendingin ruangan, dan penanak nasi. Terlebih saya pakai water heater, oven, dan toaster. Tapi jumlah KWH yang digunakan di rumah orang tua saya bisa 2x lipat dari penggunaan di rumah saya (di cek dari nomor meter di tagihan tiap bulan). Lalu di mana letak permasalahannya?


Ceritanya 2 minggu lalu diajakin sama Hana untuk ngerombak tampilan Blogspot. Katanya udah mulai bosan dan biar menambah semangat ngeblog, hehe. Template nya kita masih pakai yang gratisan. Ya namanya juga gratisan pasti ada aja bug nya. Dan yang paling sering terjadi adalah meta tag untuk sharing di Facebook dan Twitter yang sering ngaco.

I've been there to, ngutak-ngatik sampai tengah malam. Meskipun udah coba untuk nyimpen backup dari template sebelumnya, ternyata aku masih menemukan bug nya. Jadi biar nggak bolak-balik benerin aku coba tulis di blog. Jadi biar nggak nulis tentang per-traveling-an melulu, sekali-kali nulis tentang per-coding-an ^_^

Let's start!

Facebook Meta Tag

  • Buka halaman Blogger > Theme > Edit HTML 
  • Di setiap template biasanya ada comments tag <!-- [ Social Media Meta Tag ] --> tambahkan code berikut tepat di bawah comments tag tersebut
  • Klik Save Theme
  • Untuk melakukan tes buka halaman Facebook Sharing Debugger lalu masukkan salah satu link artikel yang mau dites. Kemudian klik Debug


Mengurus "ribet" nya persiapan visa Korea Selatan ternyata berlanjut dari sulit nya mengurus visa Schengen tiga tahun yang lalu. Kali ini saya mengalami lagi satu fase galau dalam menunggu hasil visa, yang jauh lebih epic dari pada nyari tiket promo. Sudah seminggu saya sakit perut tak kunjung reda. Setiap ada kesempatan buka laptop saya selalu mengecek status visa saya.


Senang banget kalau udah ngutak-ngatik tampilan blog. Memoles cantik biar sedap dipandang mata. Padahal mah cuma diper-simple aja dengan ganti template dan main sedikit warna. Tujuannya biar pas ngeblog jadi lebih bersemangat. Jadi mood booster. Tapi sayangnya ganti template gratisan ini suka banyak minus nya, masih bertebaran bug yang kadang ngeselin buat dibenerinnya. Salah satunya padalah Twitter card dan Facebook Open Graph yang sering kita gunakan untuk sharing link. Kalau hanya ganti-ganti warna, jenis hurus, padding size, dan pengaturan lainnya yang tidak ada di bagian Customize sih kita tinggal klik kanan > inspect page, terus mainin deh css nya (*too much leisure time).

Pertanyaan yang sering saya denger selain tentang budget adalah tentang barang bawaan saya selama keliling Eropa, terutama temen-temen cewe "Lo keliling dua bulan gitu bawa baju seberapa banyak, Ken?" Apa saja yang perlu dan ngga perlu dibawa agar kita mudah bergerak saat berpindah-pindah antar kota dan negara. Jangan membawa yang menyusahkan diri-sendiri. Karena perjalanan itu untuk dinikmati, bukan ntuk repot-repot bawa barang dan oleh-oleh. 

Pengennya sih foto ketje gitu sambil gendong tas, tapi berhubung motretnya pake tripod dan timer, jadi musti bolak balik pegel

Sebelum membooking penginapan, baiknya menyusun itinerary terlebih dahulu. Tanggal berapa kita akan menginap, lokasinya, dan aktivitas apa saja yang akan dilakukan saat berada di sana. Sehingga kita bisa menentukan pilihan terbaik akan menginap di mana. Belum tentu penginapan AirBnB lebih murah dari hotel atau hostel. Terkadang harga penginapan di hotel atau hostel bisa lebih murah dibandingkan penginapan AirBnB, contohnya saat kami memesan penginapan di Cochem, listing AirBnb yang tersedia di kota kecil di Jerman itu paling murah seharga 1juta-an rupiah permalam, sedangkan hostel dengan double bed per malam memiliki tarif 600-700 ribu rupiah. Ternyata tarif hostel lebih murah dari AirBnB. 

Juga soal lokasi, kebanyakan listing AirBnB yang memiliki tarif rendah, lokasinya jauh dari pusat keramaian kota. Harus pintar-pintar mengatur strategi karena semakin jauh lokasi dari pusat kota maka akan ada biaya transportasi lebih untuk commute. Saya memilih penginapan yang lokasinya tidak jauh dari stasiun, trem dan halte bus. Setidaknya dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari 2km. 

Membuat akun dan verifikasi 

Buka dulu halaman https://www.airbnb.com/c/nandriani7 sebelum mendfatar biar kamu bisa dapat kupon
Lumayan kan? :)

Segala preketek berkas untuk ngajuin visa

Alohaaaa.... Akhirnya visa kita granted! 

Baru deh saya posting artikel ini. Selama dua minggu menunggu hasil visa, perasaan campur aduk. Rasanya sudah ngga terhitung lagi berapa kali saya diare karena kebanyakan pikiran. Berikut adalah pengalaman kita (lebih tepatnya curcol) mengurus persiapan visa schengen selama kurang lebih empat bulan.

Lembar entry check dan lembar urutan berkas

Pagi yang cerah, seperti biasa di hari kerja jalanan penuh ramai kendaraan roda dua dan empat yang beradu kayak balapan. Saya dan Bre memilih untuk memarkirkan si kuda merah di Halte busway Ragunan. Ikut mengantri bus berbarengan dengan para pekerja 9-5 di ibukota. Pukul setengah tujuh, kami memilih antrian berdiri agar lebih cepat dapat bus. Seperti biasa saya pasang ipod, volume suara setengah, dan sembari mengobrol dengan Bre. Beberapa topik dibahas agar kami lupa akan gugup yang menerjang sejak semalam. Perjalanan hampir satu jam itu akhirnya tak terasa karena kami sudah sampai Halte Kuningan Timur, halte busway terdekat dari Kedutaan Belanda. Masuk ke Kedutaan Belanda lewat pintu samping (Jalan Besakih), yang ternyata hanya berjarak 400 meter dari halte.

Perlengkapan kemah.

Update 13 Oktober 2021

Menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa sebelum melakukan perjalanan atau singkatnya packing, menjadi hal yang wajib dilakukan para pejalan mandiri. Kenapa sih packing perlu banget? Tentunya untuk mempermudah perjalanan itu sendiri, karena bagi pejalan mandiri pastinya banyak barang-barang yang ia butuhkan saat di perjalanan. Beda mungkin kalau jalan-jalannya bertema luxurious yang semuanya sudah disiapin sama agen travel jadi kita cuma tinggal bawa diri aja sama duit! Hahaha.. Packing bagi saya adalah semacam ritual wajib yang menyenangkan. Karena packing aja tuh udah bikin deg deg an, sampe kadang diiringi sama perut mules saking excited nya mau jalan-jalan. 

Ada 5 barang yang ngga boleh ketinggalan banget kemanapun saya pergi:

Dompet
Ipod Smartphone
Air minum
Pocket camera
Payung

Kok ponsel ngga masuk sih? Waktu itu ponsel belum begitu membantu buat perjalanan, kalaupun nyasar masih bisa nanya orang di jalan beda sama sekarang di mana ponsel udah punya teknologi GPS. Dulu, meskipun ponsel ketinggalan di rumah, rasa bersalah nya ngga melebihi ketinggalan ipod. Hehehe.. 

Perlengkapan untuk perjalanan, keliling kota, melaut, naik gunung dan kemah ini agak berbeda, di mana kalo kemah barang-barang yang dibawa lebih banyak dan agak ngerepotin. Namanya juga kemah, yang berarti rumah kedua saya. Namun pada dasarnya sama saja tergantung di destinasi nya nanti mau ngapain dan bagaimana akomodasinya. Nah pas sekali kemaren baru aja kemah di Gunung Pancar, sebelum berangkat sempetin ngejepret perlengkapan yang saya dan Bre bawa. 

Saya dan suami udah mulai nyicil alat kemah sejak jaman masih jomblo dulu. Jadi sekarang tinggal gabungin dan lumayan lengkap, ngga perlu lagi sewa. Dulu masih jaman kuliah, tiap mau kemah pasti meluncur dulu ke Cikutra buat sewa alat. Saya punya semacam checklist yang jadi acuan packing saat mau jalan-jalan. Biar packing nya ngga ribet dan berantakan, serta mempermudah dan mempercepat proses packing. Sebenarnya saya nulis artikel ini karena catatan perlengkapan saya udah mulai robek-robek dan kayaknya harus diperbaharui.

Catatan kayak gini itu perlu banget,
jangan sampe kejadian frame tenda ketinggalan keulang lagi! Hahaaha

Berikut perlengkapan yang biasanya kami bawa:

Essential (perlu dibawa)
  • Tenda
  • Flysheet
  • Matras
  • Sleeping Bag
  • Rain coat
  • Kompor lipat
  • Peralatan masak dan makan
  • Alat elektronik: charger hp, headlamp dan lampu badai
  • Drybag
  • P3K dan Obat-obatan
  • Toiletries
  • Underwear & Handuk
  • Pakaian seperlunya
  • Blocktech/ Raincoat
  • Alat sholat
  • Topi & Sarung Bali
  • Ipod
  • Food supplies
Non Essential (boleh dibawa boleh tidak)
  • Kamera & Tripod
  • Hammock
  • Kursi lipat
  • Botol minum
  • Payung
  • Sandal
  • Makeup kit

Tips packing:

1. Sebelum memasukan barang ke dalam tas, sebaiknya perlengkapan dikumpulkan dahulu lalu lakukan checklist barang. Sehingga bisa memperkirakan barang-barang yang kurang penting untuk dibawa dan tidak ada lagi barang-barang yang nyempil karena tidak ada di checklist.
2. Gunakan pouch dari bahan semiplastik atau kain sehingga mempermudah mengumpulkan barang-barang yang berukuran kecil. Bisa juga dengan plastik belanja. 
3. Untuk toiletries, saya punya "barang kedua" yang berukuran kecil dimana kita ngga perlu lagi mengambil alat-alat mandi di kamar mandi. Semua dalam ukuran kecil dan tiap pulang traveling saya isi ulang. Menyiapkan alat-alat mandi ini kadang makan waktu lama. Jadi siapin aja toiltries yang udah siap dibawa kapanpun. 
4. Ganti nesting dengan ultralight kitchen ware. Sekarang udah banyak beredar alat masak yang harganya ngga jauh beda sama nesting. Gunakanlah yang ringan, jadi mempermudah saat kita melakukan perjalanan.
5. Untuk perjalanan yang makan waktu lama sebaiknya lakukan packing sehari sebelum berangkat, jadi kalau ada barang yang belum ada bisa pinjem dulu ke temen atau beli di alfamart :p

Udah siap?

Semua barang yang tadi dipacking, dibongkar dan jadi rumah kedua!
@ Gunung Papandayan, 2012
Postingan Lama