Membuka Mata di Kepulauan Karimun Jawa (part 2)

13 Sep 2011

Setelah masuk angin karena terlalu lama berada di tengah laut, akhirnya saya kembali ke penginapan pukul 1 pagi. Dan baru bisa memejamkan mata 2 jam setelahnya. Setengah 6 pagi saya terbangun dan mengajak beberapa teman yang sudah bangun untuk melihat matahari terbit karena lokasi penginapan kami yang terletak di sebelah timur pulau Karimun. 

Mentari terbit tidak secantik seperti saat muncul seutuhnya karena tertutup mendung. Berdoa dalam hati agar hari itu cerah, dan doa itu pun terkabul :) Setelah sarapan pagi kami berangkat menuju pelabuhan dengan dijemput sebuah mobil karena lokasi penginapan kami yang jauh dari pelabuhan. Pukul setengah 9 dua perahu motor berangkat dari pelabuhan menuju kepulauan timur melalui jalur barat karena ombak sedang besar di daerah bagian timur. Perahu kami yang bersisi para backpacker berbeda sekali dengan perahu satunya berisi rombongan guru-guru gaul asal China. Rupanya mereka tidak mau satu kapal dengan kami, alhasil karena rombongan kami lebih banyak maka perahu yang kami tumpangi ukurannya lebih besar. Hampir satu jam perjalanan kami untuk sampai di pulau Tengah.

Wisata bahari dimulai dengan snorkeling. Inilah untuk pertama kali ya saya dibuat takjub dengan alam bawah laut Indonesia. Sebelumnya, setiap kali ke pantai atau ke pulau saya tak pernah sekalipun berenang atau snorkeling karena phobia air, hehe. Terakhir berenang saja saat kelas 1 smp, 9 tahun yang lalu. Maka saat saya ke Gili Trawangan, Lombok pun saya  hanya menyelam sebentar lalu do-nothing di pantai, bersandar di pasir, melihat ke arah laut, dan tidur. Dan di lokasi dekat pulau Tengah ini lah saya baru menyadari betapa indah dan mempesonanya alam baawah laut Indonesia. Sejak saat itu pun phobia air saya hilang dan saya bertekad belajar berenang ^^.

Sangat disayangkan, kamera saya tidak dilengkapi case waterproof untuk underwater. Gambar ini saya ambil dari dokumentasi travel agent. 



Credit by waluyo
Indah sekali pemandangan alam bawah lautnya sampai saya tidak ingin mentas. Tapi karena rasa lapar akhirnya saya berhenti snorkeling kemudian kami bermain di pulau Tengah dan makan siang bersama. Pulau  yang memiliki pasir putih ini dapat saya kelilingi dalam waktu setengah jam sambil foto-foto. Sepertinya tidak asik kalo saya memutarinya sendirian, akhirnya saya mengajak Aldi, seorang investigator dari Jepara yang sedang 'bertugas' di Karimun. 

 

Pulau Tengah
Teman yang saya ajak menyusuri pulau Tengah ini adalah seorang pekerja meubel di Jepara yang ingin mengubah profesinya menjadi seorang tour guide. Untuk itulah ia akan tinggal di pulau Karimun selama sebulan sekaligus belajar menjadi tour guide, aah betapa irinya saya. Bersamanya saya berbagi cerita mengenai cita-cita kita yang sama-sama ingin mengenalkan kepada dunia tentang alam Indonesia. 

Obrolan itu pun akhirnya berhenti saat kami akan melanjutkan snokeling di pulau Kecil. Di pulau ini terumbu karangnya terlihat lebih banyak karena memang dibudidayakan di sana. Kami dilarang untuk menginjak terumbu karang, jadi bagi yang tidak lihai berenang kami diharuskan menggunakan life jacket agar tetap mengapung. Di pulau ini saya melihat clown fish dan anemon lautnya. Akhirnya saya melihat langsung ikan badut ini dengan mata telanjang :p

Pulau Kecil yang tak berpenghuni
Ada kejadian yang masih teringat, saat saya melihat sebuah terumbu karang yang menyerupai bunga jatuh karena di injak oleh tiga orang teman satu rombongan saya. Pada awalnya terumbu itu hanya dipijaki oleh 2 orang teman saya dan masih kuat, tapi ketika seorang teman lagi yang ukuran tubuhnya memang besar berpijak di terumbu itu, akhirnya terumbu itu tidak kuat, dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri saat terumbu itu jatuh. Sedih sekali, tapi saat itu kita hanya terbahak-bahak menertawakan kejadian 'bodoh' yang sebenarnya justru merusak alam. Mau melapor takut kena sanksi, dan akhirnya sampai sekarang kejadian itu hanya kita berempat yang tahu sampai saya mempostingnya lewat blog ini. Pelajaran untuk siapapun yang akan menyelam ke dalam laut, jangan sekalipun menginjak terumbu karang yang masih kecil, jika memang terpaksa carilah terumbu karang yang besar dan kelihatan kuat.

Saat hampir senja kami menuju pulau Gosong, pulau yang hanya terdiri dari gundukan pasir saja. Saya ingin sekali mengambil foto landscape di pulau ini, tapi karena terlalu banyak orang, banyak sekali bekas-bekas pijakan yang membuat malas untuk memfoto, hehe..

Pulau Gosong
Matahari pun ingin bersembunyi, kami kembali ke pulau Karimun. Terima kasih matahari karena telah memberikan sinarnya yang cerah sehingga kami bisa menikmati alam bawah laut dengan bebasnya. Malam itu pun senyum tetap merekah dari wajahku, dan aku tidur pulas meski sakit karena masuk angin dan suara dari pita suaraku hilang karena radang. Besok pasti saya akan dikejutkan lagi dengan alam bawah lautnya..

Matahari terbenam di balik pulau Karimun
Bersambung ...

1 komentar

  1. Petualangannya di karimun jawa masih nyambung lagi ya... weh, aku tunggu deh :D

    BalasHapus