Saya sebut namanya Timmy

19 Mar 2012

Saya tidak mencari pantai yang cantik. Tidak pula harus yang berpasir putih. Semua pantai untuk saya indah selama ia sepi.

Setelah melihat salah satu postingan seorang teman di media sosial tentang pantai yang memiliki gondola di salah satu bukitnya, tanpa basa basi saya langsung bergegas ke Jogja. Apalagi pantai itu belum ada di peta. Meski sudah 3 kali ke Gunung Kidul, saya tak akan pernah bosan.. Dan kali keempat saya kesana, meski mendung saya tetap menikmatinya. Pantai Timang yang mereka bilang, memiliki sebuah laguna kecil yang di samping kanannya terdapat bukit tempat gondola itu ada. 

Untuk menuju kesana, jalan yang dilalui tidak mudah. Dari sepanjang empat kilometer, tiga kilometer harus dilalui dengan hati-hati karena kondisi jalanan yang berbatu licin. Kata Ibu Supiyanti, yang saya temui di jalan, dulu jalan ini hanya setapak tanah. Namun karena akan dibangun dengan cor blok maka batu-batu yang tak beraturan itu sengaja disebar. Disarankan untuk membawa mobil. Karena saya kesana menggunakan kendaraan roda dua, terpaksa saya un berjalan kaki sepanjang tiga kilometer. Jalanan yang harusnya bisa ditempuh 5 menit, kami lalui selama hampir satu jam. Pengorbanan yang terbayar saat kami sampai di bukit.

Angin berhembus kencang, mendung dan sore. Tak perlu banyak kata untuk mendeskripsikan tempat ini.

Gondola, yang bisa beroperasi pada jam-jam tertentu
Timmy, saya menyebutnya karena ia kecil dan pasirnya berwarna jingga.

Vandalisme

Sayang memang, saya hanya sebentar mampir. Kebiasaan untuk leyeh-leyeh di pantai tidak saya lakukan saat itu. Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan dan langit yang sudah gelap membuat saya harus bergegas kembali ke kota Jogja.



Tidak ada komentar

Posting Komentar