Lima Hari Untuk Selamanya (Part 2)

6 Mei 2015

Dan saat nya berjumpa dengan laut!


Walaupun hari sebelumnya kami sempat mampir ke pantai Patong, destinasi utama kami adalah Kepulauan Similan. Ini yang bikin saya gatel, pengen nyebur ke laut. Setelah hujan-hujanan malam sebelumnya, membuat Brew makin ngga fit  dan meriang karena dia udah radang dari hari pertama sampai di Phuket. Tapi hal itu ngga membuatnya urung untuk ikutan saya nyebur. Setelah packing (karena kami berniat untuk drop di Phuket Town), berangkatlah kami pagi-pagi dijemput dan kemudian bergabung dengan rombongan trip Kep Similan lainnya yang semuanya bule. So, we're the only asians there.

Sambil nunggu, pamer kaos Ghost Stories

Perjalanan menuju pelabuhan Tapla Mu, tempat kami transit dan berkumpul dengan semua rombongan, lumayan jauh. Tur yang dipegang oleh Andaman Tour & Travel ini lumayan keren. Kami diberikan rubber wristband warna-warni, di mana satu kelompok dengan warna yang sama. Sarapan yang disediakan juga lumayan enak dan variatif. Kemudian kami diperbolehkan mengambil fins yang sesuai dengan ukuran. Untuk snorkel kami ngga pinjem karena bawa sendiri dari Jakarta. Berhubung bawa barang, kami menitipkan carrier di kantor administrasinya. Gratis kok. Lalu perjalanan sungguhan pun dimulai dengan speed boat. 

Speedboat yang digunakan menampung sampai 20 orang
Saya duduk di dek luar yang difasilitasi dengan kursi semi sofa yang empuk

Sumber: Google
Kalau pulau PhiPhi berada di sebelah tenggara dari Phuket, maka Kepulauan Similan berada di barat laut dari Phuket, Sebetulnya jarak dari pelabuhan Tapla Mu ke Kepulauan Similan lebih jauh, dibanding dari Phuket ke pulau PhiPhi. Namun dengan speedboat dapat ditempuh selama 1,5 jam. Kami ngobrol dengan seorang dosen dari Australia, yang katanya iri karena ngeliat kami berdua. Kami cuma senyum-senyum, ya namanya juga lagi honeymoon. Bapak kapan nyusul? Hahaha tawa kami berhamburan mengalahkan suara ombak.


Itinerary pertama adalah nyempung! A.k.a snorkeling dan nyelem-nyelem asik di spot yang katanya keren itu. Sejujurnya saya agak lupa-lupa ingat itinerary trip Kep Similans. Karena semua sudah diatur oleh agen tour nya. Lagi pula sepanjang tour, kami benar-benar menikmati laut, matahari dan birunya langit. Sampai kejadian kamera olympus tough gen 2 milik Brew jatuh kelaut saja, kami ngga begitu memusingkan hal itu. Mungkin saking asiknya, jadi yasudahlah. Kamera yang dipake nyemplung, tapi lupa ditutup system baterry lock underwater nya. Baru kerasa sedih pas udah sampai di Jakarta. Jadi postingan trip ini saya ngga masukin foto-foto underwater. Kalau harus buat kesimpulan, pastinya underwater Indonesia jauh lebih keren! Saya bandingkan dengan kepulauan seribu saja, masih lebih kece di pulau seribu. Selanjutnya, kami di drop di Pulau No. 9 (Pulau Similan). Waktunya mendaki bukit bebatuan untuk melihat laut Andaman!

Stairways to heaven

Bukit yang kami daki tidak terlalu tinggi, di beberapa blok sudah disediakan tangga yang sangat memudahkan turis. Jalan yang dilalui berupa hutan dan goa bebatuan. Kemudian kami disuguhkan pemandangan laut yang luarrrr biasa! Mungkin view underwater nya kalah, tapi view dari atas ternyata awesome! Pokoknya pas diatas, kita males banget turun sampe jadwal makan siang kita pepetin karena ngga rela ninggalin tempat itu. Begitulah ngga enaknya kalau ikutan tour, musti ikutin jadwal padahal pengen leyeh-leyeh sampe sore.

Spot yang menghadap ke pantai


Katanya mirip sama belitung ya?
Belum pernah ke sana sih, next time saya masukin ke list.

Udah segitu viewnya? Masih adalagi lah, karena bukit bebatuan nya bisa kita puterin. Dan sepanjang pemandangan yang dilihat ya laut, laut dan laut!

Laut Andaman yang terbentang luas
Itu yang dikanan mejeng pengen banget di foto.

Segitu saja fotonya pas diatas, karena waktu sebagian besar kami nikmati sambil bercerita. Bercerita tentang gimana bersyukurnya doi ketemu saya. Aiiih~ ngegombal. Dia sudah lupa sepertinya, kameranya kan abis saya jatuhin ke laut. Hahaha. Karena jam makan siang yang mepet, akhirnya kami kembali berkumpul dengan rombongan lain. Menikmati eskrim kacang hijau yang dibawa spesial oleh agen tour kami (tour yang lain sempat ngiri sama genk kita dan pengen minta). 

Makan eskrim di pinggir laut itu sesuatu...
*nyari kelapa muda ngga nemu

Lalu kami menyantap sajian makan siang ala asian dan western. Sup tomyam dan spagetti! Setelah makan siang, ternyata masih ada waktu sekitar setengah jam. Kami pun mencoba eksplor pantai yang ada di belakang bukit. Tidak jauh, cukup berjalan kaki sekitar 5 menit melewati hutan. Brew di sini menggelar flysheet dan tidur dengan asoy nya. Saya duduk di ayunan tepat disebelahnya sambil menikmati deru angin laut. Kalau ngga ikut tour, pasti kami udah bangun tenda di sini. Begitu pikir saya. 

Ngga afdhol rasanya kalo ngga foto di sini

Setelah itu kami melanjutkan itinerary trip, kalau tidak salah ingat kami snorkeling lagi dan kemudian kembali ke pelabuhan Tapla Mu. Kami di antar kembali langsung ke Phuket Town. Perjalanan selama lebih dari tiga jam membuat kami tertidur pulas di mobil. Kami di drop persis di depan Casa blanca Boutique Hotel. Kamar yang kami pesan sudah didesign untuk penganten baru. Luculah, banyak bunga-bunga bertebaran di atas kasur. Di meja pun disuguhkan minuman dan buah-buahan tropis. Karena kami belum makan malam, maka kami memutuskan untuk berjalan kaki ke pasar malam Talad Kaset, di mana banyak berjejeran warung makan kaki lima. Kami pesan sate, nasi goreng dan mie kuah. Entahlah disana namanya apa, yang pasti full seafood!

Petualangan yang seru dan melelahkan di hari ketiga kami
ditutup dengan hidangan seafood di pasar malam!


2 komentar

  1. Liburannya kece, ini udah laut kberapa Ken?... eh beneran underwaternya lebih kece di kepulauan Seribu? Berarti jauh bener sama underwaternya NTT dong :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh kalo bandingin sama flores aja om, disana jd kayak kolam ikan dong. Karang-karang nya jg lebih warna warni an di Indo. Tapi tujuan perjalanan ga sebatas karena keindahan kan, om? Yang penting jalannya sama siapa itu yg perting.. *sotoy*

      lupa om yg kbrp, yang pasti masih belum puas kalo belum sampe alor. apalagi kalo liat foto2nya om bek, jd ambisius buat nabung kesana hehehe

      Hapus