Cara mengolah makanan "goreng tepung" yang enak dan gurih itu susah-susah gampang. Meskipun di supermarket udah banyak beredar tepung jadi-jadian yang berlabel krispi, tetep aja hasilnya similikiti, ga memuaskan. Berikut resep "goreng tepung" manual yang pernah saya temukan di dunia maya, lupa sumbernya dari mana, waktu itu sih fokusnya ke menu jamur krispi. Tapi saat ini sudah saya terapkan ke berbagai bahan masakan, seperti daging ayam dan sayur-sayuran selain jamur. Semua caranya sama, hanya beda di bahan utamanya saja.
Kesampingkan Paris, Prague dan Venice yang overrated, kunjungi kota-kota terpencil di Eropa yang tenang. With scenic views and unique charms. Berbekal dari tulisan di sini kami bisa menginjakan kaki di sebagian kota-kota kecil nan imut ini di Eropa. Berikut adalah daftar dari kota kecil yang kami kunjungi secara terencana atau pun impulsif. Dari 5 kota yang kami singgahi, kita ngga perlu menggunakan transportasi publik selama di sana karena dengan jarak tempuh berjalan kaki, kita lebih bisa menikmati tiap sudutnya.
![]() |
| Bonsoir, Paris! |
Sehabis kepanasan dan kesasar di Venice rasanya pengen langsung buru-buru terbang ke Iceland, nyari yang sejuk-sejuk biar adem. Tapi... tiket pesawat ke Iceland kalau dari Itali harus transit dulu di Barcelona, jauh, dan secara harganya jauh lebih mahal dibanding kalau kami berangkat dari Paris. Itu lah kenapa yang tadinya Paris ngga ada dalam itinerary, jadi masuk ke jurnal perjalanan kita —baru beli tiket ke Iceland pas di Innsbruck. Transit ke Paris sekalian melihat menara Eiffel biar ngga kebawa mimpi terus, kayak 5 tahun yang lalu.
Pelancongan kami di Innsbruck tidak masuk dalam daftar itinerary, jadi saat baru tiba kami benar-benar blank tak tentu arah. Bekal nya hanya dari "pernah baca" postingan salah satu anggota grup Backpacker Dunia, lalu saya mencoba mengontaknya lewat pesan di facebook saat dalam perjalanan dari Munich. Karena tidak ada jawaban, yaudah deh kita pasrah saja besok mau gimana.
Saya baru saja mengadopsi berbagai macam jenis tanaman manja dari Diny, seorang pecinta hutan sejati yang ku kenal. Berhubung doi sekarang udah terbang ke Arizona, maka berbagai tanaman hias koleksinya terpaksa harus dijual agar terus terawat. Dan sisanya beberapa tanaman favoritnya jatuh ke rumahku. Katanya ini bukan titipan, tapi hadiah agar saya bisa mengadopsi dan merawatnya, dan jikalau sudah beranak pinak kan bisa dibagi-bagi lagi. Hehe.
Nyasar di kota ini adalah hal yang wajar. Bahkan pakai GPS pun menurut saya ngga akan ngebantu. Mau nanya orang juga susah karena petunjuk jalannya ngga akan membuat kita mengerti. Muter-muter di kota ini selama tiga hari udah cukup membuat ketek kita basah dan kaki bengkak-bengkak. Memang, nyasar adalah salah satu seni dalam traveling, tapi yang satu ini sepertinya ngga bikin kita mau balik lagi ke kota yang katanya bentar lagi akan tenggelam ini, karena faktor tempatnya yang terlalu crowded. Tapi secara keseluruhan, Venice —the romatic city of water, kota ini cukup asik buat dijelajahi terutama bagi para pecinta kota dan bangunan tua.







