By the side of Kamo river I'm missing you.
It's really cold and I need your hugs so much!
I left home for more than a week. Leaving my partner (rather than a husband, i prefer this way to call him) to reach my another dream —traveling to Japan in Autumn. I didn't feel sad at all, because when I booked the ticket one year ago I already decided to go with my travel mate, Nisa. And this is the third time we are separated to travel by our selves (after we married).


Kami tiba pukul 15:25 dan bus berikutnya yang menuju Kyoto akan berangkat pukul 16:50 sesuai jadwal. Jadi kita hanya punya waktu kurang dari satu setengah jam to wander around in the heart of Takayama's old town. Hujan tidak mau berhenti tapi kita tak sedikitpun ragu melangkahkan kaki keluar dari terminal bus sambil menggendong tas depan dan tas belakang berukuran 35 liter ini. Jangan khawatir, kami selalu bawa payung kemana-mana.

It's like a magical oil painting
I traveled into another world
that I could no longer tell the difference between fantasy and reality



Cara mengolah makanan "goreng tepung" yang enak dan gurih itu susah-susah gampang. Meskipun di supermarket udah banyak beredar tepung jadi-jadian yang berlabel krispi, tetep aja hasilnya similikiti, ga memuaskan. Berikut resep "goreng tepung" manual yang pernah saya temukan di dunia maya, lupa sumbernya dari mana, waktu itu sih fokusnya ke menu jamur krispi. Tapi saat ini sudah saya terapkan ke berbagai bahan masakan, seperti daging ayam dan sayur-sayuran selain jamur. Semua caranya sama, hanya beda di bahan utamanya saja. 

It's sweet, sour and crunchy. 


One year ago
today.

We're wandering this city of rainbows.


Kesampingkan Paris, Prague dan Venice yang overrated, kunjungi kota-kota terpencil di Eropa yang tenang. With scenic views and unique charms.  Berbekal dari tulisan di sini kami bisa menginjakan kaki di sebagian kota-kota kecil nan imut ini di Eropa. Berikut adalah daftar dari kota kecil yang kami kunjungi secara terencana atau pun impulsif. Dari 5 kota yang kami singgahi, kita ngga perlu menggunakan transportasi publik selama di sana karena dengan jarak tempuh berjalan kaki, kita lebih bisa menikmati tiap sudutnya.

Bonsoir, Paris!
Sehabis kepanasan dan kesasar di Venice rasanya pengen langsung buru-buru terbang ke Iceland, nyari yang sejuk-sejuk biar adem. Tapi... tiket pesawat ke Iceland kalau dari Itali harus transit dulu di Barcelona, jauh, dan secara harganya jauh lebih mahal dibanding kalau kami berangkat dari Paris. Itu lah kenapa yang tadinya Paris ngga ada dalam itinerary, jadi masuk ke jurnal perjalanan kita —baru beli tiket ke Iceland pas di Innsbruck. Transit ke Paris sekalian melihat menara Eiffel biar ngga kebawa mimpi terus, kayak 5 tahun yang lalu.


Senang banget kalau udah ngutak-ngatik tampilan blog. Memoles cantik biar sedap dipandang mata. Padahal mah cuma diper-simple aja dengan ganti template dan main sedikit warna. Tujuannya biar pas ngeblog jadi lebih bersemangat. Jadi mood booster. Tapi sayangnya ganti template gratisan ini suka banyak minus nya, masih bertebaran bug yang kadang ngeselin buat dibenerinnya. Salah satunya padalah Twitter card dan Facebook Open Graph yang sering kita gunakan untuk sharing link. Kalau hanya ganti-ganti warna, jenis hurus, padding size, dan pengaturan lainnya yang tidak ada di bagian Customize sih kita tinggal klik kanan > inspect page, terus mainin deh css nya (*too much leisure time).