Austria


Pelancongan kami di Innsbruck tidak masuk dalam daftar itinerary, jadi saat baru tiba kami benar-benar blank tak tentu arah. Bekal nya hanya dari "pernah baca" postingan salah satu anggota grup Backpacker Dunia, lalu saya mencoba mengontaknya lewat pesan di facebook saat dalam perjalanan dari Munich. Karena tidak ada jawaban, yaudah deh kita pasrah saja besok mau gimana. 

Kami meninggalkan Vienna dan melanjutkan perjalanan ke Innsbruck (11/09/2016). Ini adalah perjalanan dadakan, karena rencana awal seharusnya kami langsung ke Venice. Dua minggu sebelum berangkat ke Innsbruck, waktu itu kami masih di Ceko, tiba-tiba saya kepikiran kepingin melihat pegunungan Alpen. Namun, karena Swiss tidak masuk dalam jajaran itinerary, saya putuskan untuk ke Innsbruck, melihat The Austria's Alpen. Beruntung sekali, mungkin sekitar setahun sebelumnya saya pernah membaca postingan di grup Facebook Backpacker Dunia tentang kota ini. Jadilah trip ke Venice selama 5 malam saya coret menjadi tiga malam pertama kami habiskan di kota Innsbruck. And that's really worth!



Dari kartu pos yang saya beli di Albertina Platz, kami mencari info bagaimana cara menuju ke tempat yang ada dalam foto dan besoknya langsung kita samperin. As simple as that. Kami berangkat naik tram, pagi itu masih sepi. 


Dari Budapest, kami sampai di Terminal Bus U2 Stadion Vienna (07/09/2016) sekitar sore hari setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima jam (dengan transit Bratislava). Kami muter-muter dulu di dalam terminal mencari informasi. Blank banget. Jetlag lagi. Yang pasti hal pertama kami lakukan adalah membeli tiket transport, karena lokasi terminal dengan penginapan AirBnB yang sudah saya booking agak jauh. Awalnya agak linglung, penyakit yang biasa terjadi saat baru tiba di suatu kota. Di tempat asing dan mesin tiket baru. Ketemu deh sama mbak-mbak yang ternyata orang Indonesia dan seneng gitu kayaknya ketemu kita. Terus tiba-tiba ngajakin ngobrol pake bahasa Jawa. Wong Malang toh. 



Kurang lengkap rasanya menjelajah kota Vienna jika tidak menjejaki lokasi film Before Sunrise, sebuah film tentang pertemuan dua orang asing dalam perjalanan dari Budapest ke Paris. Yang suka banget traveling dan suka bareng pasangan, wajib banget nonton film ini biar makin kerasa roman perjalanannya. Cerita di film ini bukan melulu tentang kisah cinta, perkhianatan, atau melodrama, tapi lebih ke percakapan antara dua orang, saat mereka berkeliling kota Vienna dari siang hari hingga tengah malam, tanpa ada kerumitan dalam cerita. 


Pasar. Saya suka sekali pasar. Pasar itu berwarna. Di pasar banyak hal yang bisa kita lihat. Di pasar warga lokal berinteraksi satu sama lain. Di pasar saya menemukan banyak hal.
Older Posts