Mau plesiran kemana lagi di sekitar Jogja? Sepertinya sudah nggak bisa dihitung pakai jari lagi berapa kali saya main ke kota yang katanya paling romantis di Indonesia ini. Tulisan ini melanjutkan cerita perjalanan saya ke Jogja bersama Bre tahun 2018 lalu, lelungan dan mangan-mangan in Jogja. Saat itu saya blogwalking dan melipir ke blognya mba Mei, yang lagi menetap di Jogja. Doi nulis tentang gumuk pasir, jadilah saya menawarkan Bre untuk main ke tempat ini. 


Seperti informasi yang saya peroleh dari teman-teman yang sudah trip ke India, tidak banyak destinasi wisata yang bisa di eksplor di Kota Agra, salah satu dari Golden Triangle India. Selain Taj Mahal ya Agra Fort. Itu sebabnya rata-rata turis singgah ke kota ini pulang-pergi, seperti rencana saya sebelumnya. Namun, rencana berubah saat kami memutuskan untuk menginap semalam di Agra. Tidur yang cukup di hotel, kemudian menjelang matahari terbit kami bergegas ke Taj Mahal untuk mendapatkan momen magis di salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini.

Kesasar masuk desa jalan berbatu. Tiga kali tambal ban. 
Aslinya jalan menuju kesana mulus. Terkadang cuma perlu insting saja, nggak perlu Google Maps.
18 April 2017 | Kabupaten Malang, Jawa Timur


Belum move on dari serial drama Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, saya jadi kepikiran untuk menulis lagi tentang perjalanan ke Korea Selatan setahun yang lalu. Serial drama yang saya tonton ini bertema Sageuk "Historical drama", membuat saya jadi ingin menulis tentang Hanok, rumah tradisional Korea yang sempat saya datangi selama 12 hari berkeliling di dua kota, yaitu Seoul dan Gyeongju. Tentu saja tidak lengkap bertamasya Korea Selatan tanpa mengunjungi Hanok. Di Seoul kami ke Bukchon Hanok Village, sedangkan di Gyeongju namanya Gyochon Hanok Village. 

Foto trip 5 tahun lalu di Kepulauan Similan, Thailand
Sering kali saya menerima masukan (yang tanpa diminta) dari kawan-kawan untuk mencoba meng-komersilkan traveling, kegemaran yang sudah saya tekuni sejak dari SMA. Dan yang paling sering adalah membuat Video Blog atau singkatnya vlog. Sampai ada yang niat mengajarkan saya bagaimana cara menghasilkan uang melalui kanal YouTube. I appreciate it! Tapi rasanya keinginan itu belum muncul dari lubuk hati terdalam saya. Saya masih menikmati masa pengganguran ini sembari mengerjakan proyek kecil-kecilan sebagai teknisi. 


Masih dalam fase PTSD (Post Traveling SynDrom), saya jadi serajin ini menulis. Bayangin ya biasanya mood nulis itu muncul bisa sampai setahun atau malah dua tahun setelah jalan-jalan. Sampai basi. Hahaha.. Kali ini saya akan berbagi detail budget perjalanan ke India tanggal 28 Februari - 9 Maret kemarin sebagai pengingat kalau-kalau nanti mau nge-trip lagi ke India dan semoga bermanfaat bagi yang membaca.  Pengeluaran dalam perjalanan kami ini dihitung untuk 2 orang, jadi nanti totalnya perorang tinggal dibagi 2 saja.

Ceritanya 2 minggu lalu diajakin sama Hana untuk ngerombak tampilan Blogspot. Katanya udah mulai bosan dan biar menambah semangat ngeblog, hehe. Template nya kita masih pakai yang gratisan. Ya namanya juga gratisan pasti ada aja bug nya. Dan yang paling sering terjadi adalah meta tag untuk sharing di Facebook dan Twitter yang sering ngaco.

I've been there to, ngutak-ngatik sampai tengah malam. Meskipun udah coba untuk nyimpen backup dari template sebelumnya, ternyata aku masih menemukan bug nya. Jadi biar nggak bolak-balik benerin aku coba tulis di blog. Jadi biar nggak nulis tentang per-traveling-an melulu, sekali-kali nulis tentang per-coding-an ^_^

Let's start!

Facebook Meta Tag

  • Buka halaman Blogger > Theme > Edit HTML 
  • Di setiap template biasanya ada comments tag <!-- [ Social Media Meta Tag ] --> tambahkan code berikut tepat di bawah comments tag tersebut
  • Klik Save Theme
  • Untuk melakukan tes buka halaman Facebook Sharing Debugger lalu masukkan salah satu link artikel yang mau dites. Kemudian klik Debug


Mengunjungi salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini bukan menjadi tujuan utama saya jalan-jalan ke India. Tujuan saya sebetulnya ke Kashmir —yang justru batal karena banyak drama, dan menyisipkan Taj Mahal untuk menghabiskan sisa hari setelah dari Kashmir. 


Setelah menghabiskan 1 malam di Delhi, 3 malam di Manali, dan 2 malam di perjalanan pulang pergi Delhi - Manali, tinggal tersisa 3 malam terakhir yang sengaja saya luangkan untuk Golden Triangle Tour, Delhi — Jaipur —  Agra — Delhi. Saya menggunakan kereta di semua rute tersebut dengan memesan langsung ke International Tourist Bureau, kantor yang melayani pembelian tiket kereta khusus turis asing di New Delhi Station karena saya sudah coba booking lewat web IRCTC namun nggak berhasil. Lumayan agak lama karena sistem nya masih jadul, saya lihat ke layar monitor layar muka nya masih menggunakan command prompt! Jangan lupa untuk mencatat nomor dan nama kereta nya. Untuk penginapan di 3 kota terakhir ini belum saya booking sama sekali. Untuk penginapan di Jaipur saya pesan sambil menunggu kereta di Stasiun Old Delhi.