Jakarta

Enjoy a weekend escape in the metro city
Pulau Kelor, Kep Seribu, Jakarta | 30 Maret 2014





"Sudah sering, nikmatin aja."


Begitu kamu bilang, waktu saya mengajakmu untuk foto bareng dengan latar pantai Dolphin. Mendirikan tenda serambi menikmati senja. Mengajarimu berenang bebas tanpa rasa takut. Bercerita di atas kapal mengalahkan suara mesin. 


Di malam yang terang dengan bayang-bayang pepohonan oleh cahaya bulan, kamu bilang, "Aku mulai suka sama laut." Sambil nyengir, karena selama ini yang saya tahu kamu hanya suka naik gunung, ke pantai tuh panas dan gerah. Hahaha, you've been trapped!


Finally, I could touch this island again after one year waiting for the sunset.
Pulau Pari. Kep Seribu, DKI Jakarta |  16 Maret 2013


Some people asked me why did I never bored having a vacation to Kepulauan Seribu?
In one month I could go there for three times. Hehehe..
It's just because the destination isn't my goal.
"Our togetherness, laugh and make new friends are."
Pulau Kayu Angin Melintang. Kep Seribu, DKI Jakarta |  13-14 April 2013

"Salam senja.. Pantai pertamaku di tahun ini."
Pulau Melinjo. Kepulauan Seribu, DKI Jakarta | 2 Maret 2013

Pulau Kayu Angin Bira, Kepulauan Seribu bagian utara

Kebanyakan dari para penyelam yang ingin memperoleh sertifikasi diving, lokasi penyelaman yang paling populer yang tidak jauh dari Jakarta adalah Pulau Pramuka, Kepulaun Seribu. Tidak hanya wisatawan lokal saja, banyak wisatawan asing juga mengetes kemampuan scuba diving nya di sana. Keindahan bawah laut di Pulau Pramuka terkenal karena adanya spot Monas di dalam air dan wreck atau kapal karam. Tempat penyewaan alat diving yang lengkap juga mendukung wisatawan lebih memilih Pulau Pramuka. Tetapi jika Anda ingin benar-benar merasakan kehidupan bawah laut yang sebenarnya, Anda bisa diving ke spot diving di sekitaran Pulau Kayu Angin Bira. Memang jaraknya agak jauh, memakan waktu sekitar satu setengah jam dari Pulau Pramuka menggunakan kapal motor. 

Tidak hanya bagi orang yang hobi diving, Anda juga bisa snorkeling di sekitaran Pulau Kayu Angin Bira. Dalam jarak 5-15 meter dari tepi pantai, anda bisa menyaksikan kehidupan bawah laut yang sangat kaya. Penyu, ubur-ubur raksasa, lion fish, sea ell dan clown fish masih bisa ditemukan di sana.


Sea turtle
Ubur-ubur mosaic yang dikelilingi ikan-ikan kecil

Pulau Kayu Angin Bira memang baru-baru ini mulai terdengar namanya. Biasanya pulau ini hanya jadi salah satu spot dari hopping island untuk foto-foto. Tak banyak yang tahu bahwa keindahan bawah lautnya tak kalah dengan keindahan bawah laut Kepulauan Karimun Jawa. Anda akan puas berenang, snorkeling dan diving tanpa harus menyewa kapal kecil untuk menuju spot yang banyak sekali ikan dan terumbunya. Pasirnya yang halus dan putih membuat kita betah berlama-lama di pulau ini. Apalagi pemandangan matahari terbit dan tenggelam bisa dinikmati dari pulau ini.


Menikmati matahari tenggelam
Pulau Kayu Angin bira terletak tidak jauh dari Pulau Harapan, pulau yang padat penduduknya. Hanya butuh waktu kurang dari setengah jam dengan kapal kecil, Anda bisa mencapai Pulau Kayu Angin Bira dari Pulau Harapan. Oleh karena itu, Anda bisa menyewa homestay atau penginapan di Pulau Harapan. Untuk menuju Pulau Harapan Anda bisa menggunakan kapal kerapu dari pelabuhan Kayu Adem. Waktu tempuhnya lebih cepat dibandingkan menggunakan kapal motor dari pelabuhan Muara Angke, kurang dari dua jam Anda sudah bisa mencapai Pulau Harapan.

Jadi, jika Anda hanya punya waktu sempit seperti libur akhir pekan, tetapi Anda tetap ingin liburan wisata bahari, Pulau Kayu Angin Bira adalah pilihannya. Saya sudah dua kali kesana saat libur akhir pekan. Melepas penat setelah lima hari bekerja, lalu semacam short escape selama dua hari dari kesibukan di kota menikmati keindahan bawah laut yang tidak jauh dari Jakarta. 
Hanya butuh waktu kurang dari 3 jam untuk mencapai pulau ini!

Keterangan:
Seluruh foto selain foto underwater adalah karya penulis.
Foto bawah laut oleh Agus Hong (agus_hong@hotmail.com)




Kalau ingin menjumpai pantai "tergerah" di Bali kita bisa ke pantai Kuta. Nah, kalau di Jakarta kita bisa ke pantai Ancol. Pantai yang mungkin perbandingan jumlah orang dan luas tanahnya hampir satu banding satu. Hehe. Dan urutan kedua setelah Ancol, menurut saya adalah P. Untung Jawa yang bisa ditempuh kurang dari satu jam dari Tanjung Pasir, Tangerang. 

Ternyata ada tiket masuknya, dan kami pun lolos ngga bayar
karena saking ramenya ngga ada yang merhatiin :p
Ketika sampai di sana [15/7], kami benar-benar dipadati orang. Rasanya mau leyeh-leyeh dipantai pun tidak bisa, keburu diinjek orang saking ramainya. Tapi kenapa ya saya ingin ke pulau itu? toh saya tidak bisa bersantai dan berjemur di sana.  Dan jawabannya apalagi kalau bukan karena penasaran. Di sana saya menemukan otak-otak favorit di jaman SMA dulu kala, dan banyak lagi tukang jualan yang sering ditemukan di sekitaran rumah kita seperti tukang bakso, somay, warkop, sampai tukang jualan mainan anak-anak.

Older Posts