Jumat pagi kemarin aku bangun lebih siang dari biasanya. Hari itu aku sedang malas membuat sarapan. Setelah minum air putih dan memanaskan air di kettle, aku bergegas keluar rumah menuju warung nasi uduk sambil membawa kantong belanja dan kotak makan. Setelah membuka kunci pintu rumah paling depan, aku kaget melihat pintu gerbang rumah terbuka. Langsung ku arahkan pandangan ke garasi dan mengecek kendaraan kami yang ternyata masih utuh. Aku langsung jengkel menyangka Bre pagi-pagi kok buka pintu garasi dan lupa menutup lagi, karena pagi itu Bre bangun duluan dari aku. Aku kembali ke kamar sambil ngomel. Bre membantah "Aku belum buka pintu depan sama sekali kok. " Heuuu~ Kami langsung lari ke garasi rumah dan melihat dengan teliti kondisi kunci kontak dan kunci cakram motorku yang ternyata sudah dibobol. "Kita abis kemalingan brooooow!"
Jumat pagi kemarin aku bangun lebih siang dari biasanya. Hari itu aku sedang malas membuat sarapan. Setelah minum air putih dan memanaskan air di kettle, aku bergegas keluar rumah menuju warung nasi uduk sambil membawa kantong belanja dan kotak makan. Setelah membuka kunci pintu rumah paling depan, aku kaget melihat pintu gerbang rumah terbuka. Langsung ku arahkan pandangan ke garasi dan mengecek kendaraan kami yang ternyata masih utuh. Aku langsung jengkel menyangka Bre pagi-pagi kok buka pintu garasi dan lupa menutup lagi, karena pagi itu Bre bangun duluan dari aku. Aku kembali ke kamar sambil ngomel. Bre membantah "Aku belum buka pintu depan sama sekali kok. " Heuuu~ Kami langsung lari ke garasi rumah dan melihat dengan teliti kondisi kunci kontak dan kunci cakram motorku yang ternyata sudah dibobol. "Kita abis kemalingan brooooow!"
![]() |
| (Sumber Foto: Situ Gunung Suspension Bridge) |
"Sepertinya besok kita bakal trekking. Jadi kita musti beli sendal gunung nih." Celotehku malam itu sepulang halal-bihalal ke rumah teman SMA di daerah Dinoyo, Malang. Kami langsung belok ke salah satu toko outdoor namanya Petualang. Dapat sepasang sendal gunung merk Outdoor favoritku, karena selain harganya murah, dipakainya awet dan eye catching. Dan aku suka karena warna nya merah muda.
![]() |
(Foto: Pegipegi)
|
Dulu jaman masih bujang, suka banget beliin mama piring keramik karena beliau memang suka mengoleksi peralatan makan dari bahan keramik. Pada saat kuliah di Bandung (tahun 2007 - 2012), saya biasanya beli di mobil pickup yang kerap parkir di Jalan Cisangkuy, samping Taman Lansia. Dengan harga 15.000 - 25.000 rupiah sudah bisa dapat satu piring saji besar atau mangkuk lauk besar yang kemudian saya bawa ke Jakarta. Beliau senang nya bukan main. Sebagian digunakan untuk sehari-hari dan sebagian masih beliau simpan.









