Touring ke Pengalengan

Sunday, February 12, 2012

Lagi-lagi selama bosan menunggu jadwal sidang yang tak kunjung datang, gue bareng 5 travelmates yang baru pertama traveling bareng ini membuat rencana perjalanan mendadak. Berawal dari ide gue yang selama ini belum pernah ke sana dan karena "rasa iri melihat foto-foto teman" di sana akhirnya gue putuskan untuk mengejar matahari di Pengalengan, Jawa Barat. Beeeuh bahasanya mengejar matahari, tapi memang iya sih, kami berangkat sebelum adzan berkumandang demi bisa dapet sunrise di sana. Di tengah pagi buta, naik motor, cuma modal jaket tipis dan sendal jepit kami berangkat ngebut naik turun bukit. Karena dapat info yang minim, gue pun cuma pake kaos pendek dan sweater asal gaya, dan akhirnya di tengah perjalanan gue menggigil beku (*mendadak takut kena hipotermia) sambil ngelus-ngelus perut teriak-teriak kelaparan.

Tapi semua kegelisahan akan rasa dingin yang menusuk tulang itu terobati dengan kemunculan mega merah fajar di balik bukit. Jari-jemari yang hampir tak terasa itu bisa bergerak lincah memencet tombol shutter. Nah temen-temen gue yang ber-smartphone, jempol-jempol mereka mendadak lincah dengan menyentuh layar touchscreen *kayaknya sambil update status dan 4square-an deh <-- ini tipe traveler yang ga bisa lepas dunia maya. Sambil jekrak-jekrek, mulut gue komat kamit ngucap asma Allah. Gimana ga keren coba, sembari lembayung fajar mulai bermunculan, kabut tipis tetap dengan pedenya lewat dibawahnya. Pemandangan yang jarang bisa dilihat kan, apalagi buat orang-orang yang males bangun kayak gue.. Kayak gini nih, makanya gue sampe bela-belain nyolong kunci gembok kosan biar bisa keluar jam 4 pagi.

The dusk and the mist

Kami belum puas dengan pemandangan itu, akhirnya kami putuskan untuk pindah tempat di dekat Situ Leunca. Tapi apes menimpa kami, ban motor milik Giri bocor. Tak cuma itu, gue sempet dikejar-kejar anjing yang akhirnya kami semua ikutan ngibrit lari tungang langgang yang berujung terbahak-bahak tertawa karena anjing yang bersangkutan lagi lari ngejar si tuannya yang lagi naek motor. cape deee...

Dan gue ga mau keilangan moment berharga itu. Saat temen-temen yang lain sibuk ngurusin ban motor, gue kabur pake motor ke danau Situ Leunca yang jaraknya tidak jauh. Dan wooof! dipinggir danau, gue dapet view misty. Karena ga pake sarung tangan, tanpa sadar tangan gue mati rasa karena kedinginan. 

A winding road

Setelah urusan motor kelar, kami berjalan kaki mengitari danau. Sambil berhaha hihi dan berfoto-foto ceria. Maklum kebanyakan temn-temen gue itu kerjanya programmer, mereka butuh banget refreshing ngeliat yang ijo-ijo kayak gini.




Matahari pun mulai naik, udara sudah tak sedingin pagi tadi, membuat kami ingat bahwa kami belum sarapan. Kami pun menuju lokasi wisata danau Situ Leunca. Memesan semangkuk mie rebus telor. Rasanya menjadi 10 kali lebih nikmat karena kami disuguhi pemandangan Situ Leunca yang bersih dan sejuk. Di sela obrolan, sepotong roti keju ala kadarnya menemani teh pahit hangat. Ulang taun gue udah lewat, anggap aja ini kue ulang taun. Hahaha tawa renyah pagi itu pun membuat kami semakin akrab. Kami melanjutan petualangan kami dengan menyusuri danau menggunakan perahu motor yang disewa sebesar 10rbu/org. Kami diantar ke kebun arbei. Tas kamera saya yang kosong pun jadi keranjang buat arbei. Abisnya kerangjang kecil seukuran telapak tangan itu dihargai 5rbu, jadi kita cuma beli dua biji. Bukan mahasiswa namanya kalo ga pinter. hehe.. 




Setelah itu kami tidak pulang, gue masih dibuat penasaran dengan foto temen gue di salah satu danau dengan view sebuah istana mungil di atasnya. Kami mencoba mencari dengan bertanya pada orang-orang dipinggir jalan. Dan ternyata jawaban mereka semua ga ada yang sama! Kami dibuat bingung, ada yang bilang 3km lagi lah, 10km lagi lah, sampe ada yang bilang masih 3 jam lagi mbak. Tsaaaah! Hampir aja temen-temen gue itu nyerah, mereka sampe ngajak pulang karena siang itu mereka harus masuk kantor. Tapi gue enggak, gue yakin sebentar lagi pasti sampe. Dan akhirnya feeling gue bener. Kami sempat foto-foto sebentar lalu pulang. Hmm..mana SUSU nya? susu teteh nya #eh kata tetehnya susunya cuma buka pagi sama sore. Pengalengan terkenal karena disana lokasi dari pabrik susu yang terkenal, yang sering kita beli di abang-abang yang bawa gerobak sambil stel musik. Mungkin gue harus kesini lagi, cuma 1,5 jam kok dari kostan.

that house, is peacefully

You Might Also Like

5 comments

Subscribe