Endless Story

By Niken Andriani - Jul 28, 2021

Empat hari ini senyum melebar tertampak di wajah saya. Ada perasaan campur aduk, seperti sedang melakukan long trip ke sebuah kota atau negara. Padahal saya hanya di rumah saja, duduk di kursi atau rebahan di kasur sambil menatap layar yang hanya berukuran sebesar 11 inch. Lalu apa yang membuat rasa kangen traveling ini terobati hanya dengan menatap layar laptop? Tentu saja karena menonton film!

Source image here

Breaking The Knee to Kawah Ratu Mount Salak Part I

By Niken Andriani - Jun 14, 2021


It's been a tough year for all of us. Especially for someone who likes to go outside and explores around. I talked about my self of course. But now I will tell you a story of my last trip with my little brother, Nibras, the boy I adore so much. My sisters and I called him Ibas since he was born because his name is uncommon, and it is easier to call him Ibas.  

English Writing Challenge

By Niken Andriani - May 28, 2021


After getting two courses of travel writing from Trinity, one month ago, I decided to take an English writing course at LBI UI. The reasons are I want to be better on writing English and to create a good travel journal in English, especially for destinations in Indonesia. In this time of pandemic, I believe we cannot travel overseas and can only visit domestic places. 

Pelesiran Sesaat ke Telaga Saat Puncak

By Niken Andriani - Apr 8, 2021


Seminggu lalu saya menyuruh Bre mengambil cuti satu hari kerja di minggu pertama April. Kami berencana pelesiran ke luar kota yang tidak jauh dari Jakarta. Nggak ada tujuan khusus sih, yang penting keluar rumah. Pernah terpikir untuk ke Sukabumi, piknik lucu di depan danau Situ Gunung. Tapi saya sudah tiga kali ke sana. 

Berburu Pot Tanah Liat di Depok

By Niken Andriani - Apr 5, 2021


Saya menyelesaikan proyek raised bed kedua bulan lalu, yang sebetulnya gagal karena beberapa benih yang saya tanam habis dimakan bekicot. Seperti cabai rawit, timun, selada, seledri dan sawi hijau.Padahal sih untuk mengatasi hama bekicot ini tinggal tebar moluskisida atau ampas kopi di sekitaran raised bed. Tapi karena malas dan sebal jadi belum terlaksana. Untuk mengobati kegagalan ini saya membeli pot tanah liat untuk repotting tanaman yang masih menggunakan pot plastik. Jadi akhir pekan panjang awal April ini saya berburu pot tanah liat atau terracotta murah yang tidak jauh dari rumah saya di Jakarta Selatan. 

Rute Perjalanan Keliling Eropa

By Niken Andriani - Mar 25, 2021


Menyusun itinerary adalah hal yang paling mendebarkan sebelum perjalanan, setidaknya bagi saya. Sama rasanya saat berburu tiket promo, menyusun rencana perjalanan juga. Namun sedetil apapun rencana yang kita buat, pasti akan ada banyak perubahan. Kalau tidak banyak berubah berarti Anda ikut agen perjalanan yang semua destinasi nya sudah jelas di awal. Di sini saya akan beberkan rute perjalanan keliling Eropa tahun 2016 lalu. Buat siapa sih? Tentunya untuk saya baca sendiri karena saya pelupa. 

Pengalaman Berkuda di Savana Bromo

By Niken Andriani - Mar 19, 2021


Menjelajah Sumba, sebuah pulau di timur Indonesia adalah impian saya sejak 9 tahun silam. Bisa berkuda di Sumba, rasanya mimpi banget. Ya memang masih mimpi sampai sekarang. Hehe. Tapi kali ini saya mendapat kesempatan naik kuda, untuk pertama kalinya. 

Setelah menghabiskan pagi di Seruni Point —menikmati Bromo dari ketinggian, kami berencana kembali ke Kota Malang melalui jalur Tumpang. Dari penginapan kami langsung menuju Gerbang Masuk Cemoro Lawang Bromo, di sini kita baru memperlihatkan lembar konfirmasi tiket yang sudah kita beli online beberapa hari sebelumnya, serta Surat Keterangan Sehat dari puskesmas. Dari gerbang ini sampai ke padang pasir Bromo ternyata sangat dekat. Ini sih kalau mau ke Bromo tinggal jalan kaki daripenginapan juga bisa sebenarnya. 

Memanfaatkan Jasa Inspeksi Saat Memilih Mobil Bekas

By Niken Andriani - Mar 18, 2021

Belum ada keinginan untuk punya kendaraan roda empat karena sekarang sudah banyak jasa transportasi online. Butuh mobil tinggal klik-klik saja di gawai. Tapi semenjak wabah Covid-19 menyerang, kami mau tidak mau butuh kendaraan pribadi agar tidak insecure saat bepergian. Karena dana yang belum cukup dan tidak mau mengambil cicilan, akhirnya kami putuskan untuk membeli mobil bekas dengan cara cash. Berikut pertimbangan kami membeli mobil bekas:

  1. Untuk menjangkau mobil baru sekarang berarti kami harus mengambil kredit. Tapi cicilan di leasing kan riba. Kami sedang belajar untuk menghindari itu.
  2. Perhitungan kredit mobil baru sudah jelas merugikan. Meskipun dengan dalih harga kredit lebih murah dari pada harga cash, setelah dihitung total tetap saja harga kredit jauh lebih mahal.
  3. Mobil bekas jika dijual lagi tidak akan mengalami kerugian yang signifikan. Tapi lebih ke penggunaan saja.
  4. Sudah banyak jasa inspeksi mobil yang bisa meyakinkan kami untuk memutuskan membeli mobil bekas tahun lama.
Awal nya sempat trauma dengan barang bekas karena dulu Bapak saya pernah membeli mobil bekas yang menyusahkan. Sejak itu saya bertekad tidak akan mau membeli barang bekas sampai saya membeli kamera bekas tahun 2014 silam. Dari situ saya belajar, beli barang bekas justru menguntungkan asal kita paham, apalagi jika berencana mau dijual lagi.

Untuk mobil, kami sempat ragu karena tidak mengerti sama sekali tentang mobil. Kami juga tidak punya kenalan atau saudara yang bekerja di bidang otomotif. Tapi semenjak ada jasa inspeksi mobil, kami jadi mantap untuk membeli mobil bekas. Sebelum memutuskan mobil yang diincar, tentu saja Bre bolak-balik menonton review mobil di kanal Youtube. Beberapa nama Youtuber otomotif seperti Mas Wahid dan Ridwan Hanif sering muncul. Setelah yakin dengan merk, tipe dan tahun mobil yang diincar baru kami mencari ke diler. 

Kata om saya yang pernah membeli mobil bekas, lebih baik mencari mobil bekas di diler resmi mobil. Di Jakarta ada Mobil88, Bendi21, Toyota Trust dsb. Namun setelah berkeliling di internet dan datang langsung ke diler tersebut, mobil yang kami incar dan sesuai budget sangat sulit dicari. Akhirnya kami menggunakan OLX Indonesia yang merupakan platform jual beli otomatif dan properti terbesar di Indonesia. Cukup banyak pilihan mobil yang kami incar, tapi tentu saja kita tidak bisa bertransaksi melalui platform ini. Di OLX kita hanya berkomunikasi dengan penjual melalui chat. Untuk transaksi jual beli dilakukan di luar aplikasi.

Setelah berminggu-minggu berkomunikasi dengan beberapa penjual, kami memperoleh 2 pilihan mobil bekas dengan merk, tipe dan tahun yang sama. Hanya berbeda warnanya saja. Lalu Bre janjian dengan penjual untuk melihat ke lokasi. Dua mobil tersebut dimiliki oleh penjual yang berbeda, yang pertama diler resmi OLX Autos dan yang kedua diler independen yang dimiliki oleh orang pribadi.

Setelah melihat kedua mobil tersebut baru kita memesan jasa inspeksi mobil. Kami menggunakan Otospector karena sudah banyak review nya. Jasa ini tidak bisa langsung digunakan tapi harus menunggu antrian dan jadwal yang diatur oleh Otospector. Berikut cara memesan jasa inspeksi di Otospector:

1. Isi form di laman https://otospector.co.id/ 

    

Berburu Kafe dan Perkopian di Kota Malang


Selain suhu dingin Malang, salah satu yang membuat saya betah tinggal di sana adalah harga perkopian nya yang murah. Dibandingkan kafe-kafe di Jakarta, harganya bisa lebih murah sekitar 10-20 ribu rupiah. Banyak sekali kafe yang bisa ditemukan di tiap sudut Kota Malang. Selama dua bulan tinggal di rumah mertua, saya beberapa kali mampir ke kafe, menemani Bre yang kadang jenuh kerja dari rumah. 

Berikut beberapa kafe yang sempat saya kunjungi saat di Malang. Dari foto-foto nanti terlihat kafe yang kelihatan sepi. Memang kami sengaja memanfaatkan waktu paling pagi kafe buka, mengingat kondisi pandemi saat ini yang bikin insecure kalau terlalu lama bersama orang asing dalam satu ruang. Seperti yang sudah saya tulis dalam postingan sebelumnya, kafe-kafe di Malang lebih ramai dipadati saat menjelang sore hingga malam hari. 3 dari 6 kafe yang ada di sini juga sudah saya tulis di postingan tersebut. 

Catatan dan Rute Perjalanan Lengkap ke Bromo

By Niken Andriani - Mar 5, 2021


Setelah empat kali ke Bromo, akhirnya saya punya catatan rute perjalanan lengkap yang bisa dipilih menyesuaikan kondisi dan tujuan ke sana. Catatan yang saya buat lebih sesuai untuk kamu yang melakukan perjalanan mandiri tanpa menggunakan tur.

Bromo adalah salah satu gunung aktif yang masuk ke area TNBTS atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Lokasinya berada di antara empat wilayah kabupaten yaitu Pasuruan, Lumajang, Probolinggo dan Kabupaten Malang. 


Membuat Turus Tanaman Sendiri

By Niken Andriani - Feb 24, 2021


Semenjak pandemi, proyekan sepi. Saya pun jadi punya lebih banyak waktu luang. Di antara sedih dan gembira juga sih. Dan agar tetap waras saya pun menyibukkan diri dengan proyek Masta Kimchi, berkebun, ngeblog, belajar fotografi makanan dan belajar mengolah sampah sendiri a.k.a. composting. Dua list terakhir belum saya mulai sih, baru niat aja. Hehe

Cara Menghindari Pajak Progresif dan Memblokir Kendaraan Bermotor di Samsat (Offline)

By Niken Andriani - Feb 17, 2021


Tulisan ini khusus saya buat untuk warga DKI Jakarta yang sudah kena pajak progresif untuk kendaraan bermotor. Apa sih pajak progresif itu? Kenapa saat ini baru DKI Jakarta yang menerapkan sistem pajak progresif ini? 

Timeless Cemoro Lawang

By Niken Andriani - Jan 11, 2021


Tahun 2020 lalu yang terasa begitu cepat terlewati. Banyak perjuangan dan pengorbanan. Mengawali tahun ini saya dan Bre mendapat kesempatan untuk menyapa Bromo kembali. Semenjak 4 tahun silam mengunjungi Bromo, melihat Cemoro Lawang dari kejauhan, saya berkeinginan untuk menginap di Cemoro Lawang, sebuah desa di atas awan yang berada di lereng pegunungan Tengger. Akhirnya terwujud setelah melalui banyak pertimbangan karena kondisi pandemi yang membuat sangat rentan untuk berwisata.