50 Hal Tentang Ecovacs Deebot Ozmo 920

By Niken Andriani - Dec 29, 2021



Prolog: Penghuni-penghuni baru di rumah

Selama pandemi kami jarang pelesir tapi entah kenapa kami jadi lebih boros. Tentu saja faktor utama nya adalah karena sebagian besar waktu kami habiskan di rumah. Renovasi sana-sini, upgrade barang ini-itu. Kalau ditotal sama saja dengan biaya jalan-jalan, bedanya kalau buat pelesir nggak banyak mikir ngeluarinnya.  Di tahun 2020, mesin air kerendem dan terpaksa musti dibenerin dan pindah posisi. Lalu renovasi sebagian atap samping yang bocor. Setelah itu tiba-tiba saya jadi punya treadmill, alasan beli supaya Bre mau olah raga.

Saya pun kepikiran cita-cita yang sejak lama terpendam yaitu punya mesin espresso dan robot vakum. Alhamdulillah tahun 2021 dua-duanya terwujud. Untuk mengurangi rasa bersalah karena terlalu banyak mengumpulkan alat brewing kopi, semua perintilan kopi saya jual, lumayanlah dapat hampir 500 ribu buat beli grinder rumahan wkwk. Lalu saat Harbolnas (hari belanja online nasional) saya membeli robot vakum atau roomba merk Ecovacs tipe Ozmo 920 dengan potongan harga yang lumayan fantastis (thanks 11.11!).

Inget selalu kata mama, tiap barang yang kita punya ada hisabnya, maka milikilah seperlunya.
Oke fix, semua perintilan kopi yang lama saya jual. Sekarang tinggal grinder sama mesin espresso ini. 

Di tulisan ini saya akan membagikan pengalaman saya dengan roomba yang saya beri nama Park Sim Bok, atau pendeknya Sim Bok saja. Namanya tentu saja terinspirasi dari Hyun Bin, aktor korea favorit saya yang jadi brand ambassador Ecovacs. Untuk mesin espresso akan saya tulis di lain waktu ya. 

Sim Bok sedang keliling di dapur

Ecovacs Deebot Ozmo 920

Mimpi bisa punya robot vakum atau roomba sepertinya gara-gara nonton series Breaking Bad. Seru abis punya robot yang bisa mengurangi pekerjaan rumah. Biasanya pekerjaan deep cleaning yaitu menyedot debu semua sudut rumah dan mengepel lantai adalah pekerjaan yang lumayan melelahkan, jadi biasanya saya dan Bre kerjakan dua minggu atau satu bulan sekali. Itulah kenapa pada akhirnya kami putuskan membeli roomba, dan saat ini jadi barang elektronik rumah tangga paling mahal di rumah. Setelah hampir dua bulan pemakaian, kami tidak menyesal membeli roomba. Malah jadi mikir, kenapa nggak dari dulu?

Waktu Sim Bok sampai di rumah, saya langsung mencobanya. Perasaan saya waktu itu haru. Yang selama ini jadi angan-angan bisa ada di depan mata. Lebay. Pas nyoba saya langsung berasa jadi Tech Geek. Kayak manuasia yang baru keluar dari goa ketemu teknologi. Oke, langsung saja saya bagikan how to, tips, pros and cons pemakaian Deebot 920 ini ya.

Deebot dan perintilan ngepel yang bisa dilepas-pasang

How to

1. Untuk unboxing Deebot sudah banyak yang buat di yutub, silakan meluncur ke sana. Ulasan tentang Deebot Ozmo 920 yang membuat saya yakin untuk beli ada di link ini, 25 menit ulasanannya tapi worth it.

2. Posisikan charging dock dengan jeda 50cm di kanan kirinya. Instal aplikasi ECOVACS HOME, lalu pilih Deebot Ozmo 920 atau bisa dengan cara scan QR code yang ada di Deebot. Buat koneksi ke wifi. 

3. Map akan digenerate oleh aplikasi pertama kali saat menjalankan Deebot. Saya memilih mode vakum saja tanpa mengepel. Deebot akan memutari pinggiran seluruh ruangan yang ada. Bagian tengah ruangan dikerjakan saat semua border sudah dilewati. 

Mopping Mode akan otomatis muncul saat ada board pel menempel di tangki air
4. Deebot memiliki dua mode: 1) Vakum dan 2) Vakum dan mengepel. Saat mode vakum jalan, tidak ada info di aplikasi. Sedangkan saat kita memasang board pel di Deebot, aplikasi secara otomatis akan menampilkan Mopping Mode


5. Kelebihan Ecovacs Deebot Ozmo 920 adalah saat mengepel dia bisa sekalian vakum. Beda dengan pesaingnya Kurumi KV 03 Laser+ yang saat itu menjadi perbandingan saya sebelum membeli. 

6. Kita bisa membuat batasan atau virtual boundary untuk area tertentu seperti kamar mandi atau kebun. Caranya dengan masuk ke map > Virtual Boundary. Pilih Virtual Boundary untuk mode vakum dan No-Mop Zone untuk metode mengepel. 

3 Tipe area pengerjaan. Untuk kotak merah adalah virtual boundary.
7. Untuk area pekerjaan dibagi menjadi 3 tipe: 1) Tipe Area. 2) Tipe Auto. 3) Tipe Custom.


8. Tipe Area, ini tipe favorit dan yang paling sering saya gunakan. Saat map tergenerate pertama kali, beberapa ruang terbagi secara otomatis. 

9. Cara mengatur area ruang secara manual: masuk ke map > Edit Areas > Lalu pilih ruang > Merge Area untuk menyatukan ruang atau Divide Area untuk membagi ruang. 

10. Cara memberi label atau simbol untuk tiap ruang: masuk ke map > Label Areas.

11. Dengan tipe area, kita bisa menentukan urutan ruang yang akan dikerjakan. Cara mengatur urutan ini mudah sekali, cukup dengan meng-klik simbol ruang satu per satu, nanti akan muncul urutan nomor di tiap ruang. Tipe ini mempermudah saya memindahkan posisi kursi kerja yang cukup memakan space di lantai. Dengan adanya urutan pengerjaan tiap ruang ini, saya bisa sambil nyuci piring dengan tenang. Selain itu kita bisa mengatur intensitas Deebot bekerja di area tersebut maksimal dua kali. Klik simbol x1, lalu pilih Once (satu kali) atau Twice (dua kali).

12. Tipe Auto. Dengan memilih tipe ini, Deebot akan keliling border dalam satu lantai, lalu menyisir seluruh area. Saya kurang suka mode ini dan tidak pernah pakai kecuali saat generate map pertama kali. Tipe ini lumayan menggangu jika kita sedang beraktifitas di rumah dan hanya bisa bekerja dengan intensitas satu kali saja. 

13. Tipe Custom. Tipe ini saya gunakan biasanya saat tidak sengaja menumpahkan remah-remah makanan di area tertentu. Bre sering menumpahkan bubuk kopi di meja saat bikin espresso, lalu dia seka-seka ke lantai sesukanya. "Ada Sim Bok ini." Katanya sambil nyengir. 

14. Cara menggunakan tipe Custom: Pilih Custom, perbesar atau perkecil map dengan menggunakan dua jari. Lalu klik simbol navigasi terlebih dahulu dan geser dengan satu jari di area yang diinginkan. Kita juga bisa mengatur intensitas Deebot bekerja di area tersebut maksimal dua kali. Klik simbol x1, lalu pilih Once (satu kali) atau Twice (dua kali).

Tombol power yang paling sering aku geser kanan-kiri sebelum memindahkan Deebot secara manual.
Hal ini untuk mencegah terjadinya map hilang.

15. Cara menggenerate map lantai 2 cukup mudah. Saya baru menggunakan fitur multiple floor ini setelah lebih dari 1 bulan pemakaian. 

- Pertama, save map terlebih dahulu dengan klik simbol disket. Hal ini tidak pernah saya lakukan karena dari awal beli tidak ada niatan untuk menggunakan Sim Bok di lantai atas. Save Map ini penting ya jangan sampai kelewat.

- Matikan power Deebot.

- Bawa Deebot dan charging dock nya ke lantai 2.

- Pasang charging dock di lantai 2. Lalu nyalakan power Deebot dan tekan tombol start satu kali. Deebot akan scanning dari awal dan otomati smenambah map baru di aplikasi.

Map yang baru terbentuk di lantai 2

Tips

16. Posisikan charging dock dekat dengan modem atau router wifi. Pernah lihat di beberapa kasus Deebot tidak bisa bekerja maksimal karena jauh dari modem wifi. 

Tangki debu
17. Untuk mengambil dan mengosongkan tangki debu, matikan power Deebot terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari map hilang.

18. Untuk mengeluarkan tangki air tidak perlu mematikan power Deebot.

19. Gimmick yang ada di beberapa ulasan Ozmo 920 di yutub: map utama hilang saat menggenerate map ke 2. Saya belum pernah mengalami hal ini, yang terpenting adalah matikan power Deebot sebelum memindahkan posisinya ke lantai 2. 

Simbol yang sering diklik saat memindahkan Deebot secara manual.

Saat pindah posisi dari lantai 2 ke lantai 1 (atau sebaliknya), cukup matikan power Deebot.
Lalu update map dengan klik simbol di samping nama map.
20. Gimmick lain tentang Deebot adalah kita harus memindahkan charging dock menyesuaikan posisi Deebot. Misal saat ingin membersihkan lantai 2, charging dock dibawa juga ke lantai 2. Hal ini menurut saya tidak perlu jika map ke 2 sudah ada. Cukup matikan power Deebot lalu angkat dia ke lantai 2 lalu hidupkan kembali. Buka aplikasi, lalu klik tanda ⦾ Map. Deebot akan loading beberapa saat untuk memposisikan dirinya secara otomatis di map 2.

21. Terkadang saya membasahi kain pel Deebot terlebih dahulu dengan tujuan lantainya bisa langsung basah. Tip ini saya dapatkan dari salah satu ulasan di yutub. 

22. Untuk lantai yang terkena cipratan minyak atau bekas tumpahan minuman manis, saya semprotkan Mr Muscle pembersih dapur ke lantai terlebih dahulu sebelum menggunakan Mopping mode.

23. Rapihkan kabel dan singkirkan benda-benda kecil di ruangan yang dapat menghambat sikat debu.

24. Deebot akan mengeluarkan suara aneh, lebih berisik dan berbeda dari biasanya jika ada benda yang tersangkut di sikat debu. Matikan power Deebot lalu balik posisinya untuk membersihkan sikat debunya.

25. Jika ada kabel atau kain gorden yang tersangkut ke Deebot tidak usah panik, tarik saja langsung pelan-pelan. Semenjak kejadian ini, saya memotong gorden jadi menggantung 7cm dari permukaan lantai. Memang kepanjangan aja sih, karena gordennya bikin sendiri, hehe.

Door stopper ini paling mudah pemasangannya karena hanya pakai double tip yang cukup kuat.
26. Pergunakan door stopper untuk menghindari Deebot yang bisa saja menutup pintu ruangan.

Keset model karpet empuk yang punya anti slip
27. Mengganti keset kain dengan keset yang memiliki anti slip dibagian bawahnya. Untuk karpet tidak perlu karena ukurannya besar sehingga tidak mudah bergeser. Saya pakai keset dari Ace Hardware, tipenya sama dengan karpet sajadah empuk. Keset model gini bisa dibersihin sama Deebot sekalian lho. Pas lewatin kesetnya dia nyedot lebih kenceng, terdengar dari suara suctionnya yang lebih dalam. 

Tempat sampah plastik model gantung ini malah lebih awet karena nggak bakal tuh karatan.
28. Semenjak ada Sim Bok, saya mulai mengganti barang-barang yang tadinya tergeletak di lantai jadi menempel di tembok atau menggantung. Tempat sampah sekarang udah menggantung di tembok, selanjutnya mau ganti kursi makan dengan model yang kaki nya lebar sehingga bisa dilalui Deebot. Saat ini tiap mau nyuruh Sim Bok kerja, 2 kursi makan dan 1 step stool musti saya letakkan di atas meja makan.

Kursi makan saya letakkan di meja makan dan stool di atas tempat sampah.
29. Mulai mengurangi belanja furnitur. Semakin sedikit barang, semakin lega ruangan dan Deebot jadi lebih leluasa berkeliling tanpa terdistraksi barang-barang.

Pros

30. Bisa menyimpan hingga 3 map jadi mampu bekerja maksimal di 3 lantai yang berbeda. 2 map permanen dan 1 map temporary. Jadi kalau permanen, mapnya nggak akan hilang meskipun Deebotnya kita pindah-pindah. Sedangkan map temporary akan hilang saat kita pindahkan Deebot.

31. Memiliki teknologi Smart Navi 3 dengan laser yang mumpuni sehingga lebih cepat mendeteksi area ruangan.

32. Memiliki pengerjaan dengan tipe Area dan Custom yang memudahkan pengguna untuk mengatur robot vakum sesuai kebutuhan. 

33. Fitur Virtual Wall mencegah Deebot masuk ke area tertentu. Virtual boundary bisa kita atur manual untuk area tertentu.

34. Fitur No-Mop Zone mencegah Deebot mengepel karpet atau keset secara otomatis. Saya sudah coba di keset, Deebot naik ke keset separuh bodynya saja sih, jadi ga kena kain pel nya. Selain otomatis, fitur ini juga bisa di atur manual.  

35. Cocok bagi yang memiliki peliharaan berbulu seperti kucing dan anjing karena memiliki fitur daya hisap kuat atau direct suction mode.

36. Fitur Safety Stair yang mampu mendeteksi ketinggian lantai, sehingga bisa menghindar dari posisi lantai yang lebih rendah. Sebagai contoh, ruang keluarga yang berbatasan dengan teras belakang dengan ketinggian 15 cm lebih rendah. Sim Bok nggak bakalan jatuh. 

37. Fitur Auto Charging. Jika saat bekerja baterai mau habis, Deebot akan kembali sendiri ke charging dock.

38. Adanya sikat pembersih sekaligus cutter kecil yang menempel di body Deebot sehingga tidak khawatir hilang.

39. Bisa remote dari mana saja! Saya pernah meletakan Deebot di lantai dua dan lupa menutup jendela. Tiba-tiba hujan deras, biasanya saat hujan angin, air tampias melalui jendela. Karena sedang tidak di rumah, saya iseng mencoba memindahkan posisi Deebot dengan tipe pengerjaan Custom dan ternyata bisa. Selain itu kita bisa mengatur jadwal kerja Deebot, fitur ini belum pernah saya coba sih. 

40. Hemat baterai. Kapasitas baterai Deebot Ozmo 920 3200mAh, lebih kecil dari tipe di atasya T8 yaitu 5200mAh. Tapi selama ini sekali kerja untuk luas area 28m2 (Sekitar 25-30 menit) nggak pernah ngabisin lebih dari 20% kapasitas baterai, jadi cukup banget. Adanya fitur bisa auto charging juga aman.  

41. Seperti yang sudah saya sebutkan di poin 5, kelebihan Ecovacs Deebot Ozmo 920 adalah saat mengepel dia bisa sekalian vakum. Beda dengan pesaingnya Kurumi KV 03 Laser+, saat mengepel kita musti mengganti tangkinya. 

42. Salah satu robot vakum yang banyak digunakan oleh masyarakat di Amerika, makanya tidak heran banyak ulasan yang berasal dari negeri Paman Sam ini.

Cons

43. Tangki air hanya bisa diisi oleh air saja. Tidak bisa dicampur dengan cairan pembersih lantai atau dettol. Saya pernah baca diskusi di salah satu marketplace, dibilangnya bisa namun ternyata dari beberapa pengalaman pengguna, tambahan cairan pembersih ini malah menghambat saluran keluar tangki air. Hal ini karena cairan pembersih meninggalkan residu. Wong air saja bisa bikin tutup teko air minum saya beresidu apalagi cairan yang mengandung banyak zat kimia. Selama 2 bulan ini saya tidak pernah menggunakan cairan pembersih atau pewangi, paling banter ya Mr Muscle pembersih dapur untuk mengurangi minyak atau cairan yang lengket di lantai. 

Tangki air berembun meskipun sudah dikosongkan.
44. Tangki air sulit untuk bisa kering sempurna setelah isinya dibuang, jadi hingga saat ini kondisinya selalu berembun.

45. Deebot tipe ini masih suka nabrak, belum bisa menghindari kabel, benda kecil, atau kain gorden di rumah yang kepanjangan. Pintu bisa digeser, jemuran stainless lipet juga pernah ditabrak sampai jatuh. 

46. Selama 2 bulan pemakaian, mapnya pernah hilang sekali. Kondisi ini terjadi saat ada cotton bud nyangkut, saya panik lalu langsung membuka tangki debunya tanpa terlebih dahulu mematikan power Deebot. Saat itu aplikasi hanya menyimpan map lantai 1 saja. Jadi saya harus load ulang map dengan cara menjalankan Deebot dengan tipe pengerjaan auto.

47. Sudut-sudut rumah tidak terjamah oleh sikat sapu Deebot. Kekurangan ini menurut saya umum terjadi di semua robot vakum karena rata-rata bentuknya bulat. Mungkin robot vakum yang berbentuk persegi bisa mengatasi kekurangan ini. 

48. Adanya laser yang menyundul membuat ukuran Deebot jadi lebih tinggi, sehingga ketinggian minimal yang bisa dilalui Deebot adalah 9,3cm. Merk lain ada yang hanya 7-8cm yang bisa menjangkau kolong sofa.

49. Selama dua bulan ini, Deebot dua kali bingung untuk kembali ke charging dock di lantai 1 setelah bekerja di map 2. Saya sudah letakkan di dekat charging dock tapi dia malah jalan ke koridor depan, berputar-putar cukup lama di sana, lalu akan ada pemberitahuan kalau dia minta dibalikin manual. Masalah selesai saat kita kembalikan manual sih. Saya coba cara cepat, sebelum memindahkan Deebot dari lantai 2, matikan power Deebot lalu langsung letakkan ke charging dock di map 1. Hidupkan Deebot sampai tanda lampu wifi menyala, jika tidak coba matikan dan hidupkan kembali. Setelah itu buka aplikasi dan klik tanda ⦾ Map. Deebot akan memposisikan dirinya menyesuaikan map di mana dia berada. 

Kurang satu lagi nih. Sengaja saya lebihkan karena mungkin nanti dengan pemakaian 6 bulan atau 1 tahun lagi akan ada beberapa tambahan di bagian Cons? Mudah-mudahan saja tidak ada ya. Beberapa daftar di bagian Pros mungkin ada juga di tipe Deebot lain atau malah di robot vakum merk lain. Saya tidak bisa membandingkannya karena memang baru pertama kali punya robot vakum ini. Tapi memang menurut saya jadi kelebihan robot vakum ini.

In conclusion

Saya puas sekali pakai robot vakum. Karena menyapu rumah adalah pekerjaan rumah yang setiap pagi harus dilakukan. Pintu yang juga merangkap jendela rumah setiap hari selalu terbuka lebar menghadap kebun, jadi debu sudah jadi tamu langganan di rumah. Kalau ada hal yang sama dilakukan terus menerus dengan tahapan yang sama, kenapa tidak diganti saja dengan mesin. 

Semenjak ada Sim Bok, entah kenapa rumah jadi lebih rapi dari biasanya. Hidup jadi lebih damai. Mungkin karena Bre jadi rajin membereskan PS4 nya tiap bangun tidur. Atau kami jadi punya kebiasaan yang bagus, kalau habis pakai barang langsung balikin ke tempat asalnya atau setelah pakai tisu dan cotton bud langsung buang ke tempat yang seharusnya. Mengepel lantai pun jadi lebih rajin 2 atau 3 hari sekali, yang biasanya bisa 2 minggu atau sebulan sekali. 

Deebot tipe ini menurut saya hargaya masih mid-range. Kalau untuk menghindari berbenturan dengan furniture atau benda-benda kecil, mungkin bisa dengan tipe T8 atau T9 yang lebih canggih alat deteksinya. Deebot Ozmo 920 harga normalnya 10,290,000 rupiah lalu didiskon menjadi 5,290,000. Menurut saya ini marketing saja sih. Pasaran harga mid-rangenya ya memang sekitar 5 jutaan, makanya saya bandingkan dengan Kurumi KV 03 Laser+. Nggak salah sudah mengincar barang ini saat 11.11 yang saya bawa pulang dengan harga 4,670,000 rupiah. Sebuah investasi untuk tidak pakai asisten rumah tangga.

Selanjutnya kepingin beli mesin dryer atau mobil listrik aja sekalian. Meski tujuan utama mengurangi polusi udara karena emisi bahan bakar, sebetulnya terlalu banyak mengonsumsi listrik juga masih bikin polusi karena energi listrik di Indonesia masih bersumber dari batu bara. Mungkin sebelum bayak beralih ke energi listrik, gimana kalau cita-cita kita sekarang punya solar panel sendiri? Sebenarnya udah dari dulu pengen punya solar panel buat sumber listrik di rumah, tapi penerapannya di Indonesia masih cukup mahal. Dan sepertinya butuh lebih dari 10 tahun untuk bisa untuk ngerasain untungnya. 



No comments

Post a Comment