Endless Story #0 Prologue

By Niken Andriani - Jul 28, 2021

Empat hari ini senyum melebar tertampak di wajah saya. Ada perasaan campur aduk, seperti sedang melakukan long trip ke sebuah kota atau negara. Padahal saya hanya di rumah saja, duduk di kursi atau rebahan di kasur sambil menatap layar yang hanya berukuran sebesar 11 inch. Lalu apa yang membuat rasa kangen traveling ini terobati hanya dengan menatap layar laptop? Tentu saja karena menonton film!

Source image here

Beberapa minggu terakhir saya murung, mendengar banyak kabar duka dari teman setiap harinya. Sampai ketika bangun tidur, saya gemetar sebelum membuka pesan WhatsApp. Pun ketika salah seorang sahabat menelepon, saat membaca namanya di layar gawai jantung saya berdebar kencang, saya tidak ingin lagi mendengar kabar yang menyayat hati. Kegundahan ini membuat saya ketakutan dan tidak tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sampai suatu saat saya menemukan film seri dokumenter perjalanan berjudul Traveler. Film yang membawa saya pergi sejenak meninggalkan realita kehidupan

Awalnya saya tidak begitu tertarik, meskipun kedua aktor dalam serial tersebut adalah favorit saya di film dan drama Korea. Ah paling ceritanya tentang destinasi yang indah-indah saja. Hingga saya kehabisan daftar serial yang bagus, akhirnya saya menyempatkan diri menontonnya. Di 20 menit pertama saya langsung suka. Omg, Ryu Jun Yeol ini gue banget! Sepanjang nonton sampe habis satu episode, saya tidak berhenti tersenyum sumringah dan tertawa. Saya tertawa bukan karena lucu. Tapi karena melihat Jun Yeol (salah satu tokoh utama di film ini) seperti melihat diri sendiri. Ya, saya merasa ikut dalam kisah perjalanannya dan menertawakan diri saya di situ. 

Setiap cuplikan monolog atau dialog ingin semua saya screenshot. Kata-kata yang dibuat penulis dan dibaca oleh aktornya benar-benar menggambarkan apa yang saya rasakan saat sedang melakukan perjalanan. Serial ini membuat saya terbang ke tempat yang jauh, ke tempat-tempat yang saya jelajahi dulu. Kerinduan melakukan perjalanan yang begitu menggebu terobati sembari menonton Traveler. Vamos! 

(Vamos artinya mari berangkat dalam bahasa Spanyol.)



Prologue

Traveler adalah serial perjalanan dalam bentuk variety show yang berasal dari Korea Selatan. Mendengar drama korea jangan langsung bayangin si tokoh utamanya bakal ganteng maksimal kayak Lee Min Ho atau Hyun Bin ya. Ini bukan tentang aktor idola jalan-jalan terus sepanjang nonton kita dibikin ngiler sama perut six packs atau muka mulus kayak pantat bayi. 

Serial ini baru dua musim, yang di produksi pada akhir tahun 2018 dan 2019. Mungkin kalau nggak ada pandemi akan ada season berikutnya. Saya baru nonton yang season pertama. Mau lanjut maraton ke season dua tapi tangan saya sudah gatal ingin menulis dulu. 

Traveler season pertama bercerita tentang dua orang laki-laki backpacking ke Cuba, sebuah negara yang berada di Benua Amerika, terletak di sebelah timur Meksiko dan di bagian utara laut Karibia. Menonton ini lantas tidak membuat saya ingin melancong ke Cuba, tapi justru membuat saya seperti sudah mengunjunginya dan ingin segera menuliskan cerita perjalanannya di blog. Sumpah ini produser filmnya kok bisa nemu aktor yang pas, yang bisa menggambarkan tentang pejalan semi pro (yang dibintangi oleh Ryu Jun Yeol) dan yang amatir (dibintangi oleh Lee Je Hoon). 

Ternyata salah satu produser serial ini dulu punya pengalaman backpacker-an keliling Eropa-Asia selama 1,5 tahun. Gila itu impian banget nggak sih?! Sebelum dia jadi produser dan se-famous sekarang (memproduseri serial Knowing Brothers, salah satu variety show terkenal seperti Running Man), dia punya cita-cita jika jadi produser dia ingin membuat program televisi tentang traveling

What interesting is that through trips, personal projects, and other experiences, I become inspired. And that's when I felt like my life had replenished once again.
— Ryu Jun Yeol, Episode 5

Menonton serial ini betul-betul megobati rasa kangen saya traveling ke antah-berantah. Sama seperti menonton, menulis perjalanan juga membuat saya jadi lebih bergairah. Mungkin beberapa tulisan ke depan saya akan menulis cerita-cerita lama perjalanan saya dengan mengambil beberapa cuplikan di serial ini. Karena setiap cuplikan cerita, monolog atau dialognya mengingatkan saya akan hal-hal sederhana dalam perjalanan, yang tadinya biasa saja jadi lebih memiliki arti. Dengan tulisan ini, saya jadi bisa membaca lagi dan lagi tulisan perjalanan saya sendiri, hingga kisah perjalanan ini menjadi tidak ada habisnya, tidak ada ujungnya. An endless story

No comments

Post a Comment