Prolog: Selembar tiket

Monday, November 26, 2012

Berlayarlah dengan apa yang kau genggam saat ini.


Sepenggal kalimat dari seorang teman, empat bulan lalu, membuat saya memutuskan untuk langsung membeli tiket pesawat ke Flores. Yang ada digenggaman saya saat itu hanyalah tiket pulang pergi Jakarta-Lombok, Labuan bajo-Jakarta. Entah ada pikiran apa yang merasuk ke kepala saya hingga membuat saya benar-benar jatuh cinta dengan laut. Saya ingin berlayar. Saya ingin mengarungi lautan. Saya ingin menjelajah samudera. 


Lembayung fajar di selat Sumbawa


Setelah tiket di tangan, saya belajar berenang dan tentunya mengumpulkan uang jajan. Sambil sedikit-sedikit membeli peralatan menyelam. Kalau saya ingat lagi, saya tak habis pikir karena dulu saya adalah orang yang takut air, maksud saya berada di dalam air yang bervolume tinggi seperti kolam renang. Dan mimpi saya ke Flores, membuat saya mengalahkan rasa takut itu. Selain itu, saya pun mulai belajar teknik freediving. Meski saat ini saya hanya mampu menyelam di kedalaman lima meter. Ya, rasa takut itu membuat pengalaman menyelam saya menjadi lebih berharga. Dan Rabu sore minggu lalu (14/11) saya berangkat ke Lombok dengan transit semalam di Bali. Awal perjalanan sailing trip ini pun disambut hujan deras di Jakarta.

You Might Also Like

3 comments

  1. Replies
    1. makasih mira, nanti fins aku diajak nyelem ke dasar laut raja ampat ya, ditunggu foto2 kecenya juga :)

      Delete
    2. fins nya ga dibawain sama wira ken. terlalu dia. padahal di sana fins ukuran kecil itu langka, soalnya kebanyakan bule -__-

      Delete

Subscribe