Climbing Guia Hill to see another level of Macau

Wednesday, December 9, 2015

Guia Light House and Chapel

Jika punya waktu lebih dari sehari di Macau mampirlah ke Guia Hill, salah satu tujuan wisata di Macau yang tidak dipadati turis. Apalagi kalau misalnya kita datangi saat pagi hari, sepi sekali. Pemandangan yang sangat berbeda dibandingkan Ruin's St Paul atau Senado Square, padahal jarak dari sana ke Guia Hill kurang dari dua kilometer berjalan kaki. 

Pagi itu, setelah sejam duduk-duduk unyu di tangga Ruin St Paul (waktu terbaik mengunjungi benteng ini adalah sebelum pukul delapan pagi), kami langsung menuju Guia Hill. Karena terlanjur jalan kaki memutar ke Senado Square, akhirnya kami putuskan naik bus dari bus stop Praia Grande, sekalian sarapan roti di toko kue di depannya. Sembari menukar uang receh, karena selama di Macau kami menggunakan bus (tanpa Macau Pass!). Setelah bolak-balik nanya dan ngecek map, tanpa ragu kami langsung naik bus no 7 (Praia Grande - Estrada Do Cemiterio, 2 stops) yang ternyata lumayan jauh dari pintu masuk Guia Hill.  Lalu mampir ke CK, sambil jajan dan nanya-nanya. Eh ternyata kasirnya wong Semarang, hahaha.. sukses deh kita sampe ke Guia Hill berkat pertolongan mbak Nana. 

Zooming in Guia Light House dari depan CK

Setelah nanya-nanya sama petugas polisi,
kami dapat info jalan pintas sementara menuju Guia Hill karena jalan utama ditutup sama Macau GrandPrix

Beberapa warga lokal ikut asyik nonton GrandPrix gratis

Pas kami sampai di gerbang masuk Guia Hill, di sini lah awal mula kami get lost (yaelah cuma jalan menanjak 15 menit aja pake nyasar). Banyak warga lokal yang melakukan jogging di Guia Hill, maka tanpa pikir panjang langsung aja kami ikutin. Kalau mereka jogging kami santai jalan kaki. Yang lain lengkap dengan training suit kami pake jeans sama kaos hahaha. Setelah lumayan jauh kok kayaknya ngga sampe-sampe ya, jalannya juga ngga begitu menanjak tapi datar-datar aja. Kami mulai nyari tangga sepanjang jalan, dan mulai nanya-nanya ke warga lokal yang lagi jogging. 

Karena masih jam 9 pagi, kami belum ketemu turis lain! Tau lah warga lokal ngga begitu banyak yang ngerti bahasa Inggris, campur aduk sama bahasa tubuh, akhirnya salah satu dari mereka bilang kalo jalan yang kita lewatin ini trek jogging bukan trek ke Guia Light House. Doeeeng...! Masa kita musti balik lagi.. akhirnya kita nemu tangga yang sangat-sangat mencurigakan. Kami nekat naik lewat tangga itu.  Kanan kiri hutan, sepi ngga ada yang lewat.  Kami mantepin dan terus melaju melewati tangga bebatuan yang sempit sampai akhirnya tembus ke jalan yang lumayan lebar. Wuih.. ternyata tangga ini adalah jalan pintas ke jalan umum menuju Guia Light House. Kalau diinget-inget, kejadian ini mirip sama pas kita ke Puncak Phi Phi, berangkat nyasar, pulangnya lancar. Hahaha..


Dari tangga pintas tadi tembus ke sini,
ngaso dulu sambil kipas-kipas

Mirip-mirip sama benteng bukit Kahlenberg gitu lah
(inget film 99 cahaya di langit Eropa)
Dari jalan menuju Guia Light House sudah mulai terlihat skyline kota Macau
Sampai di Guia Fortress kami hanya bertemu petugas penjaga dan seorang bapak-bapak narsis yang minta difotoin melulu padahal kita lagi nikmatin pemandangan kota Macau dan sepoi-sepoi angin sejuk di atas bukit. Setelah 10 sampai 15 jepret dengan berbagai gaya akhirnya si Bapak yang setelannya pake training suit ini pamit pulang. Sangat sepi! Cuma berdua, me time banget lah. Jungkir balik guling guling nyanyi-nyanyi nari-nari dengan latar belakang kota Macau!

Macau tower nya keliatan, kecil banget tapi yah, kalah sama gedung Grand Lisboa yang sangat menonjol.

Guia Chapel and Lighthouse
Meriam yang ada di sebelah kiri benteng, menghadap ke jembatan San Va penghubung ke Pulau Taipa

Sayang nya kami tidak bisa masuk ke Lighthouse (padahal dari sana kita bisa melihat 360 derajat kota Macau). Yang bisa kita masuki hanya chapel yang ada di sebelahnya dan Guia Fortress Information Center yang ada dibawah. Sejak summer 2015, banyak dilakukan pemugaran di dalam chapel. Begitu juga dengan Information Centre yang sangat membantu turis. Lumayan sekali lah kami ngadem di dalam ruang Information Centre yang designnya bikin kita betah di dalamnya. 

Miniatur Guia Fortress di dalam Guia Information Centre

Gambar kiri: meja tempat kita ngisi buku tamu
Gambar kanan bawah: Ada buku catatan kesan yang bisa dibubuhi dengan cap Guia Fortress

Guia Fortress tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan pagi itu, mungkin karena kebanyakan turis baru tiba dari Hong Kong sekitar di atas pukul jam 11 siang dan kebanyakan beredar di sekitaran Senado Square. Sungguh pagi menuju siang yang menyenangkan, serasa di antah berantah. Sesekali terpikir berasa di Santorini, sebuah pulau di Yunani yang menjadi kota impian kami. Anggap saja ini permulaan dari perjalanan menuju mimpi. Setelah matahari mulai terik, dan saatnya mengisi perut lagi karena waktunya makan siang, kami kembali ke jalanan kota yang sudah mulai ramai. Melanjutkan kembali petualangan kami di Macau sampai ke Coloane. 

Last but not least,
Berkat bantuan tripod, bisa mejeng foto buat anak cucu kami nanti

You Might Also Like

2 comments

Subscribe