5 Jam Singgah di Bandara Don Muang Bangkok

Wednesday, April 20, 2016



Bandara Don Muang (DMK Airport) tidak lah sebesar Swarnabhumi Airport. Ukuran bandara nya lebih kecil jadi kita bisa jelajahi dari ujung ke ujung tanpa membuat kaki pegal. Karena kami sudah tau bakalan singgah lama di bandara ini, maka sebelum berangkat saya pun iseng mencari alternatif untuk membunuh waktu di Bangkok. Saya sendiri baru pertama kali ke Bangkok (23/11/2015). Tadinya kepikiran mau ngeksplor kota, namun karena lokasi bandara yang jauh dari kota jadi kami mencari lokasi yang dekat dari bandara. Sepertinya sih lalu lintas di Bangkok ngga jauh beda sama Jakarta, dari pada kejebak macet jadi kami memilih alternatif yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. 


Makan siang di Magic Food Point


Kami sampai di DMK Airport sekitar jam setengah satu siang. Tentu hal pertama yang kami cari adalah makanan. Makan di dalam bandara tentunya cukup menguras kantong, maka kami mencari kantin staf yang lokasinya pasti tricky buat wisatawan. Berkat petunjuk dari blog ini, kami mencoba menyusuri koridor yang ada di bagian kanan bandara. Tapi jadinya kami malah nyasar-nyasar di parkir basement. Setelah coba nanya-nanya ke petugas parkir akhirnya kami sampai juga di Magic Food Point yang lokasinya sebetulnya lebih gampang digapai kalau kita keluar dulu dari Departure Hall. 

Porsi lengkap berdua gini cuma 30 ribuan lho!


Satu cup besar teh tarik melepaskan dahaga setelah tiba di Bangkok, yang panasnya ngga beda jauh sama Jakarta. Untuk bisa makan di Magic Food Point, kami diharuskan membeli voucher makan dulu yang nantinya bisa ditukar kembali kalau sisa. Jangan khawatir untuk yang muslim, di bagian paling pojok kiri terdapat counter makan halal yang penjualnya sangat ramah. 


Brew pesan es teh tarik lagi

Magic Food Point


Temple Wat Don Muang Phra Arramluang


Tahun sebelumnya kami sempat main ke Phuket dan Krabi tapi yang kami lihat sepanjang waktu hanya laut, pantai dan pantai. Dan untuk kami yang baru pertama kali ke Bangkok, rasanya ngga afdhol kalo ngga mampir ke salah satu temple nya. Dan di sinilah temple yang letaknya bersebrangan dengan bandara, cukup ditempuh dengan berjalan kaki saja.

Katanya sih templenya ngga semegah seperti tourist attraction lainnya di pusat kota Bangkok
tapi cukup menarik untuk dikunjungi


Jembatan penghubung dari bandara ke temple. Temple ada di sebelah kiri.


Sayangnya di sana lagi sepi, jadi ngga bisa nanya-nanya. Kami hanya masuk ke pelataran nya saja. Saya sempat dikelilingi anjing-anjing penjaga yang menggonggong. Brew bukannya nolongin malah ngumpet. Saya diam aja sampai mereka pergi lalu jepret-jepret sebentar dan meninggalkan pelataran. Mampir ke kios yang berjejer di sebrang pertigaan jalan. Melihat banyak sekali snacks yang dijajakan bikin ngiler tapi karena ngga tahu halal apa engga jadi ngeces aja deh. 

Menuju pertigaan depan mencari jajanan

Food stall yang bersebrangan dengan Bandara

Belanja Oleh-oleh

Ini optional banget buat yang masih punya sisa duit ngetrip dan kayaknya butuh cindera mata buat disimpen sendiri. Hehehe. Saya sendiri selama di HongKong dan Macau ngga beli apa-apa karena di sana apa-apa mahal, jadi deh beli gantungan kunci di Bangkok buat kalau ada yang maksa minta oleh-oleh. Sambil wara-wiri karena masih banyak waktu, saya muterin beberapa toko oleh-oleh di dalam bandara.


Toko yang paling banyak bertebaran di dalam Don Mueang Airport adalah Mapas. Di tiap lantai pasti ada, di beberapa bagian juga ada, jadi jangan khawatir kalau di toko di bagian ruang tunggu jenis gantungan kunci dan kartu pos nya ga variatif, di lantai atas masih banyak bertebaran. Harganya juga sama saja. Selain menjual souvenir, Mapas juga menjajakan camilan oleh-oleh dan berfungsi juga seperti convenience store. 

Mapas yang ada di ruang tunggu diluar counter check in

Selain Mapas ada Chitralada Shop yang lokasinya di lantai mmm saya lupa. Pastinya keliatan banget kok kalo kita jalan-jalan di sekeliling bandara. Toko yang ini lebih unik karena barang-barang yang dijual sepertinya hasil dari kerajinan tangan jadi bukan barang pabrikan seperti yang ada di Mapas. Harganya agak lebih mahal tapi cocok banget untuk yang suka barang-barang unik untuk koleksi pribadi. Saya sendiri suka banget sama topi-topi lebarnya, sayang males bawanya ribet.

Cobain ini dan itu tapi ngga jadi beli :p

Menikmati sunset dari balik jendela Gate


Kalau yang ini pastinya bonus kalau kamu dapat penerbangan nya malam hari. Sambil menunggu boarding time yang tak kunjung jelas karena delay, kami duduk menghadap jendela. Sambil ngemil ayam goreng tepung dari KFC yang terpaksa kami beli karena sudah mendekati jam makan malam, memandang langit merona jingga menjadikan akhir petualangan kami semakin syahdu. Selamat menikmati Bangkok 5 jam!

Gara-gara delay jadi bisa lihat sunset dari boarding room

You Might Also Like

7 comments

  1. Thanks infonya tentang tempat makan halal di Bandara Don Mueang. Secara, saya sudah 1,5 tahun di Bangkok, sudah lebih dari 15 kali mondar mandir DMK-CGK, nggak pernah tahu kalau ada tempat makan halal disini.
    O ya, kalau baca ceritanya, saya salut sama agan. Walau ngeces, kalau nggak yakin Halal atau nggak, nggak mau asal beli snack di Bangkok. Kebanyakan kawan-kawan saya yang muslim, main embat saja, prinsipnya yang penting bukan BABI. Memang sih bukan babi, tapi snack yang dibeli, ditaruh bersebelahan dengan babi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir. Kalau dibandingkan Bangkok, sepertinya makanan halal lebih banyak di Phuket. Nanti jika mampir ke Bangkok lagi, kami akan lebih hati-hati. Salam kenal.

      Delete
    2. Iya betul Mbak, di Phuket memang banyak makan halal, karena memang jumlah penduduk muslim di sana hampir sebanding dengan pemeluk agama Budha. Saya juga sudah pernah ke sana. Tapi ya itu, jauhnya kalau dari Bangkok. Naik Bis atau Van, bis sampai panas tempat duduk. Yang oke memang naik pesawat sih...Kalau di Bangkok sendiri banyak kok mbak tempat makan halal. Di MBK ada Yana Restaurant. Di jalan Petchaburi, dekat KBRI, ada juga, di Soi 7, dekat masjid Daarul Aman.

      Delete
  2. Admin masjid di Bangkok sekitar area Pratunam atau KBRI ada gk? Abis perginya pas deket hari Jumat.

    Btw akhirnya kjawab sudah nama kuil Buddha yg dket bandara. Sgt menarik emang, mnurut saya sih malah lbh menarik kuil don muaeang.karena dkt Bandara paati byk turis yg pengen liat2. ( abis travel guide saya gk jelasin)

    ReplyDelete
  3. Admin masjid di Bangkok sekitar area Pratunam atau KBRI ada gk? Abis perginya pas deket hari Jumat.

    Btw akhirnya kjawab sudah nama kuil Buddha yg dket bandara. Sgt menarik emang, mnurut saya sih malah lbh menarik kuil don muaeang.karena dkt Bandara paati byk turis yg pengen liat2. ( abis travel guide saya gk jelasin)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah eksplor bangkok kak, karena kebetulan saja lagi transit dari macau

      Delete
    2. Dari komentar sebelumnya ads info "Di jalan Petchaburi, dekat KBRI, ada juga, di Soi 7, dekat masjid Daarul Aman."

      Delete

Subscribe