Catatan Perjalanan Musim Semi di Korea Selatan

December 02, 2019

Saya mencoba menulis rincian perjalanan ini mumpung masih berada di tahun yang sama, April 2019 kemarin selama 11 hari kami keliling negeri gingseng ini saat musim semi. 


Awalnya saya dan sahabat sekaligus travel mate saya, Hana, sempat galau menentukan tujuan kota yang akan kami kunjungi selain kota Seoul. Karena setelah saya cek di beberapa website pariwisata, prediksi mekarnya bunga Sakura di setiap kota di Korea Selatan berbeda. Justru di tanggal kita selama di sana, mekarnya sakura ada di Seoul. Untuk di kota lain rata-rata sudah mulai hujan yang artinya bunga sakura sudah berguguran. Oleh karena itu kami putuskan untuk membuat itinerary yang fleksibel, jadi untuk bus antar kota kami pesan go show di terminal. 

Akomodasi

Malam pertama kami menginap di Seoul, kemudian 3 malam di Gyeongju dan menghabiskan sisa hari selama 5 malam di Seoul. 


Kami memilih Monai Guesthouse karena lokasi nya tidak jauh dari Yeouido Park. Dari hostel juga dekat dengan Seonyudo Hangang Park. Kesan menginap di hostel ini cukup menyenangkan, Ahjussi nya baik dan komunikatif, kita dikasi early check in dan boleh nitip koper saat check out. 

Hanok type lodging
Tipe penginapan di Gyeongju adalah Hanok, rumah tradisional Korea. Baca di sini untuk review lebih lengkap. Di Seoul, Star Hostel kami pilih karena harganya cukup murah karena lokasi nya cukup berjalan kaki ke pusat perbelanjaan di Myeongdong. Tapi kalau namanya "hostel" di Seoul, sudah pasti nggak ada lift nya, nggak cocok banget kalau bawa koper, kita harus cukup pintar mengatur cara distribusi barang. Ruangan kamar nya juga sempit banget, betul-betul hanya tempat untuk numpang tidur. Nggak bisa leyeh-leyeh kayak di Hanok.

Transportasi

Untuk perjalanan dari Seoul ke Gyeongju kami menggunakan bus yang kami pesan langsung di Seoul Express Bus Terminal. Kami langsung memesan tiket pulang pergi di hari pertama kami di Seoul. 

Mahal yah teman-teman untuk perjalanan 4 jam sahaja. 
Oiya untuk menggunakan transportasi di dalam kota kita menggunakan T-money yang bisa dibeli di convenience store seperti Emart24, 7-eleven, CU atau GS25. Kami bawa sendiri dari Indonesia yang kami peroleh secara gratis di KTO Jakarta dengan saldo 10.000 won, sampai bandara Incheon kami top up 50.000 won. Kami lebih banyak menggunakan subway selama di Seoul, dan bus selama di Gyeongju. Penggunaan T-money ini lumayan menguras saldo bagi yang mudah nyasar. Rata-rata tarif sekali trip 1.250 - 2.000 won. Jika mau aman bisa menggunakan kartu pas di setiap kota seperti Seoul City Pass

Naik sepeda biar lebih santai~
Karena kontur kota Gyeongju yang datar, banyak disewakan sepeda yang tarifnya mirip-mirip sama sewa motor di Indonesia, yaitu 10.000 won seharian (Rp 120.000) dari pagi sampai jam 7 malam. Enak sih naik sepeda karena suhu udara masih adem jadi nggak bakalan kegerahan juga. 

Untuk navigasi selama di Korea kami menggunakan dua aplikasi android, untuk mencari transportasi umum kami menggunakan Google Maps, dan untuk walking distance kami menggunakan MAPS.ME yang juga bisa digunakan secara offline. Aplikasi yang kedua ini sangat berguna sekali karena Google Map tidak mendukung untuk pejalan kaki, sedangkan kalau saya browsing yang muncul kebanyakan menyarankan aplikasi Naver Map tapi setelah saya coba ternyata tidak mendukung penggunaan Bahasa Inggris (nggak tau ya sekarang sudah bisa pakai Bahasa Inggris atau belum).

Jurnal Perjalanan

Hari ke 1 : Penerbangan ke Bali
  • 18.40 : Pesawat Garuda ke Denpasar. Pertama kalinya saya naik pesawat Garuda nih gaes selama 11 tahun di dunia per-traveling-an. Transit dulu di Denpasar karena kehabisan tiket promo yang direct flight ke Incheon, kami hanya dapat tiket pulangnya saja. 
Hari ke 2 : Annyeong, Seoul
  • 01.10 : Pesawat ke Incheon. 
  • 09.30 : Tiba di Bandara Incheon, sempat bingung karena (jetlag mungkin dan) nggak nemu Tourist Center di bandara. Langsung top up Tmoney lalu naik kereta Arex ke Hongdae.
  • 11.30 : Nitip koper di hostel karena baru bisa check in jam 2, tapi ternyata kami boleh langsung masuk kamar. Jadi kami bisa leyeh-leyeh dulu sambil menunggu adzan zuhur dan makan siang di kamar. 
  • 14.00 : Main ke Yeouido Cherry Blossoms Festival yang jaraknya hanya 2 subway dari hostel.
  • 15.30 : Nyasar-nyasar di subway.
  • 16.30 : Pertama kali nya makan Odeng.
  • 17.00 : Kwangnam Large Myung Bridge park. Melakukan perjalanan kaki sejauh 1,2 kilometer demi melihat kebun bunga Canola yang ternyata zonk. Eh ada sih bunga canola nya tapi hanya di sepanjang jalan yang lumayan agak berdebu. 
  • 18.30 : Makan odeng lagi di stasiun, yang kali ini enak banget dan jadi rekomendasi buat teman-teman yang mau coba. 
  • 20.30 : Beli tiket pulang pergi ke Gyeongju di Seoul Express Bus Terminal.
Hari ke 3 : Yeouido Park dan Perjalanan ke Gyeongju
  • 08.00 : Nitip koper di hostel, lalu jalan-jalan ke Yeouido pakai daypack. Sepi banget Yeouido kalau masih pagi, sesekali ketemu oppa-oppa ber jas yang kerja di gedung-gedung sekitar Yeouido.
  • 09.30 : Kembali ke hostel dengan tak sengaja melewati kantor KBS, sambil ngarep Hyun Bin atau Kim Soo Hyun lewat. 
  • 11.30 : Ke Seoul Express Bus Terminal, makan siang sambil menunggu bus ke Gyeongju.
  • 17.00 : Sampai Terminal Gyeongju, dilanjutkan degnan berjalan kaki ke penginapan yang memang sengaja kami pesan tidak jauh dari terminal. 
  • 17.30 : Alhamdulillah cuaca cerah, kami menghabiskan sore dengan foto-foto di depan kamar.
  • 19.00 : Keluar penginapan mencari makan malam. Udara malam menusuk tulang, akhirnya kami putuskan naik taksi dengan tarif minimum 2.800 won saja.
  • 19.30 : Makan Bibimbap di restoran vegan Suk Young Sikdang.
  • 20.30 : Mampir ke Hwangnam Bread, makan roti isi kacang merah yang mirip kue pia khas Gyeongju.
Hari ke 4 : Bomun Lake & Rape Flowers Bed
  • 09.00 : Cuaca dingin pagi bikin malas bangun, akhirnya jam 9 kami baru keluar penginapan. Sambil berjalan kaki di sepanjang jalan yang sepi ke parkiran Daereungwon. Ketemu Ahjussi yang lagi beresin sepeda-sepeda dan kami menanyakan soal sewa sepeda, tapi malah diarahkan ke tempat penyewaan hanbok. 
  • 10.00 : Coba gowes ke Tourist Center di terminal Gyeongju, setelah nanya-nanya, ternyata kalau ke Bomun Lake lebih baik naik bus karena lumayan jauh. Kami agak bimbang, tapi demi menghemat tenaga akhirnya kami putuskan naik bus. 
  • 11.00 : Setengah jam perjalanan bus ke Bomun Lake, kami berhenti di Hotel Hyundai.
  • 11.30 : Hampir semua pohon sakura sudah berguguran. Tinggal satu dua, yang menjadi tempat kami berteduh, piknik sambil gelar tiker di Bomun Lake
  • 13.30 : Kembali ke pusat kota. Mengambil sepeda yang kami parkir di samping Tourist Center lalu kembali ke penginapan. Karena hujan, akhirnya kami lebih memilih leyeh-leyeh di Hanok sampai sore. Hahaha.
  • 17:00 : Sepedahan ke Dongbu Historical Complex. Karena tiba-tiba hujan, kami menghangatkan badan sambil menonton film di ruang yang menyediakan free wifi dan pemutaran film sejarah bangunan di komplek ini.
  • 17.30 : Hujan lumayan reda, saya sepedahan lagi Cheomseongdae Rape Flower Garden yang masih dalam area komplek. 
  • 18.00 : Nongkrong di Starbucks sambil mengamati rintik hujan yang semenjak siang membasahi kota ini.
  • 20.30 : Makan malam di kamar dengan menu nasi jadi-jadian dari 7-eleven dan lauk oseng ikan teri bikinan mama nya Hana yang bikin ketagihan.
Hari ke 5 : Situs Bersejarah Gyeongju
  • 11.00 : Sedari pagi hujan, jadi kami baru keluar penginapan pukul 11 siang. Setelah mengamati tourism map yang kami peroleh sebelumnya dari Tourist Center, kami memutuskan untuk mengelilingi Gyochon Hanok Village.
  • 11.30 : Untuk menuju Gyochon kami melewati Gyerim Forest. Aroma hujan di tanah basah dan hutan yang rindang membuat langkah kaki kami sedikit lebih ringan. Kami mampir ke bangunan-bangun bersejarah yang ada di area ini. Salah satu nya adalah bangunan sekolah dan tempat tinggal Rich Man Choi.
  • 13.00 : Hujan rintik-rintik kami melipir ke Gyochon Information Center, belajar sejarah tentang desa ini sembari menghangatkan badan.
  • 13.30 : Tidak jauh dari pusat informasi, kami ke Wolseong Bridge. Sesampainya di sana, hujan justru semakin deras. 
  • 14.00 : Setelah menyebrangi jembatan, kami memutar jalan dan kemudian sampai lagi di Gyochon Hanok Village. Di sini saya dan Hana memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri. Saya melanjutkan mengelilingi desa, dan Hana kembali ke penginapan. Nope, Hana nggak balik ke penginapan, tapi nongki cantik di salah satu kafe imut di daerah Hwangnam. Nggak ajak-ajak ih.
  • 15.30 : Menuju ke Silla Cultural Experience Center. Dari sekian historical site yang sudah kami kunjungi, hanya di sini yang ada tarif masuk nya sebesar 2.000 won. Area nya kecil sekali dan hmm.. biasa ajah. Hahaha. 
  • 17.00 : Rencananya mau langsung balik naik bus ke penginapan lalu nggak sengaja ketemu Jim, teman se bus dari Seoul (kota ini kecil banget jadi besar peluang untuk ketemu lagi). Jadi kami jalan kaki sembari ngobrol sampai kota, lumayan memutar-mutar dan mampir ke pasar beli oleh-oleh teh dan permen ginseng. Kami berpisah di McD samping terminal bus Gyeongju. Saya membeli nugget karena McD di Korea tidak menjual ayam goreng krispi. Duh, hujan-hujan begini jauh dari Indonesia siapa yang nggak kangen gorengan kan.

Hari ke 6 : Perjalanan ke Seoul
  • 07.00 : Kami sudah bangun dan bergegas mencari sarapan di sekitar penginapan. 
  • 09.00 : Makan kimchi otentik si empunya penginapan. Hehe. Berhubung kami tinggal berbarengan dengan keluarga si host, kemungkinan besar kalau kita minta kimchi pasti dikasih. Wong mereka punya banyak Onggi di belakang rumah, pasti mereka menyimpan banyak makanan dan bumbu fermentasi sendiri.
  • 11.00 : Jalan kaki menuju ke terminal bus. Sungguh mengesalkan, di hari kami mau meninggalkan Gyeongju, kota ini cerah merona biru mempesona. 
  • 18.30 : Kami lupa sampai hostel di daerah Chungmuro jam berapa. Ini kali pertama kami menginap di lantai 4 tanpa lift! Leyeh-leyeh bentar sambil meluruskan kaki di kamar yang sangat sempit ini. 
  • 19.00 : Di malam yang sama kami berdua langsung cus ke Myeongdong, yang hanya berjarak 1 stasiun subway saja. Tak di duga ya malam Jumat aja di sini ramai. Tiati copet dan jaga dompet dari segala jenis jajanan di Myeongdong yang harganya suka-suka dan lebih mahal dari biasa nya.
  • 22.00 : Balik ke penginapan dengan tidak lupa membawa pulang jajanan yang bisa dibungkus, sekotak buah strawberry dan beraneka rasa susu Bingrae serta dua kaleng Chilsung untuk menghangatkan perut di hostel.
Hari ke 7 : Seokchon Lake & Namsan Tower
  • 09.30 : Hawa musim semi memang membuat malas bangun pagi. Biar lebih segar, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke danau biar tambah dingin sekalian. 
  • 10.00 : Pilihan kami jatuh ke Seokchon Lake, karena di sepanjang danau ini di kelilingi bunga sakura. Dan tepat sesuai dengan prakiraan cuaca, saat kami sampai di sana, bunga sakura sedang mekar-mekarnya. Danau ini mula nya sepi tidak banyak orang, hingga lama kelamaan ramai pengunjung, mulai dari yang olah raga pagi dan yang selfi-selfi
  • 12.00 : Jika melihat dari peta, Seokchon Lake berada di kawasan Songpa Naru Park. Di sana ada juga Lotte World, salah satu Dufan nya kota Seoul. Kami berhasil memutari setengah danau ini hingga kami tidak sanggup karena perut keroncongan. Rencana nya kami mau balik ke hostel dulu untuk sholat sekaligus makan siang, tapi karena tak ada yang bisa mengalahkan emosi saat lapar, maka kami langsung menuju Itaewon untuk mencari restoran halal.
  • 13.00 : Cukup lama untuk sampai ke Restoran di daerah Itaewon karena jalur pejalan kaki menuju ke sana menanjak. Berhubung masih jam sholat Jumat, Restoran Eid Halal masih lumayan lowong. Cuaca yang masih sejuk kayak di Puncak ini paling cocok menyantap Samgyetang (Sup Ayam Gingseng) dan Bulgogi (Daging Sapi Panggang) dengan nasi panas dan kimchi yang bikin minta tambah terus. 
  • 14.00 : Melaksanakan sholat di Seoul Central Mosque, masjid tertua di Korea Selatan. 
  • 15.30 : Perjalanan selama kurang lebih 30 menit menggunakan transportasi umum bus ke Namsan Tower. 
  • 16.00 : Menikmati udara dingin dan menunggu senja di puncak bukit Namsan sambil berharap ketemu oppa Lee Min Ho seperti kisahnya di drama kesukaan kita Boys Over Flowers (tapi entah kenapa yang keputer di kepalaku saat itu OST nya Meteor Garden).
  • 18.00 : Meski sudah membeli tiket lewat Klook, kami tetap ikut mengantri panjang untuk naik ke Observation Deck Namsan Tower
  • 20.30 : Semakin malam dingin semakin mencekam, tidak ada kekasih yang bisa dipeluk erat untuk menghangatkan jiwa dan raga jadi kami putuskan untuk kembali hostel. 

Hari ke 8 : Mainstream Destination in Seoul
  • 08.45 : Rute trip hari ini adalah rute wajib dikunjungi di Seoul bagi kami yang baru pertama kali ke Korea. Bukchon Hanok VillageSamcehongdong roadNational Folk Museum of Korea — Gyeongbokgung Palace. Dan masih banyak lagi lainnya. Tapi kami menyerah karena kami lebih suka wisata kuliner dari pada terjebak di kerumunan rombongan turis. 
  • 12.30 : Akhirnya mimpi ku terwujud untuk ketemu oppa Hyun Bin. Meskipun hanya sepintas lalu lewat wajah nya yang menempel di bus umum yang lewat. Heuuh~ Kami naik bus untuk mencari restoran yang semalam iseng saya peroleh informasi nya dari internet. 
  • 13.30 : Sampai di Na Jeong Sun Restaurant. Masuk ke dalam restoran langsung kerasa ada di drama-drama Korea. Menu yang ada hanya Jjukkumi yang kita masak sendiri. Sambil minum soju enak banget ini, hahaha. Cheers!
  • 14.30 : Kami kekenyangan dan kembali ke penginapan. Serius deh porsi makan di Korea gede banget, dan kami nggak rela kalau harus menyisakan makanan jadi sekuat tenaga kami habiskan. Alhasil sampai hostel kami mengantuk dan tidur sampai lepas magrib. 
  • 18.30 : Jalan-jalan ke tempat gaul nya anak muda di Hongdae. Ngapain sih? Ya tentu jelas nyari brondong dong. Eh tapi seleraku ya seganteng-ganteng nya wong Korea masih lebih ganteng wong Itali sih. Jadi buatku cukup oppa Hyun Bin aja. 
  • 20.30 : Nggak sengaja belok ke Line store. Untung adik sepupuku yang ngefans banget sama BTS nggak tau kalau aku ke Korea. Jadi cukup Hana aja yang kelabakan nyari titipan adik nya. Seleraku cukup Urban Zakapa sama Hyukoh, karena BTS yang kutahu hanya BTS Telkomsel sama XL. 
Hari ke 9 : Wisata Belanja dan Jastip (bagian 1)
  • 08.45 : Menuju Gasan Digital Complex Station lagi demi makan odeng pedas yang paling enak. Lalu dilanjutkan ke pusat perbelanjaan seperti Goto Mall dan Gangnam Station Underground Shopping Centre. Tapi setelah dua kali berhenti di tempat yang berbeda itu, kami merasa ada yang janggal. Selama berjam-jam di sana tidak ada satu pun barang yang membuat kami tertarik untuk menghabiskan sisa won hasil jualan kimchi homemade. Antara kami salah tempat atau emang nggak ada yang menarik. Nyebelin kan, udah capek-capek muter tapi nggak beli apa-apa. 
  • 12.00 : Balik ke hostel untuk istirahat dan mengumpulkan tenaga secukup nya untuk belanja lagi nanti malam.
  • 14.30 : Main ke daerah Gangnam. Biar afdhol jadi selebgram, kami mampir ke Starfield Library yang ada di COEX Mall. Di sana kami juga janjian dengan Kim Sun Joo, sahabat Hana pas kuliah. Sementara Hana reunian dengan Kim Sun Joo, saya puas memborong perintilan dapur ke Daiso di mall ini sampai beli tas belanja lagi karena nggak cukup.
  • 19.00 : Kami kembali ke hostel untuk langsung beristirahat. Kayaknya kalau ke Myeongdong lagi kami sudah nggak sanggup. Lebih baik mengumpulkan energi untuk belanja lagi besok. Hahaha. 
Hari ke 10 : Wisata Belanja dan Jastip (bagian 2)
  • 08.30 : Satu hari terakhir di Korea sebelum kembali ke Jakarta, saya mengajak Hana nongkrong di pinggir kali yang masih ada di tengah kota. Namanya Cheonggyecheon Stream yang hanya berjarak 2 subway dari hostel. Sampai di kali yang cukup bersih dan tidak berbau ini, membuat saya agak terkesima dan Hana pun langsung terhanyut dalam buku les Korea nya, sembari menikmati sejuk udara pagi dan aliran sungai yang tenang.
  • 09.30 : Mengunjungi Museum Kimchikan di Insadong. Lumayan agak ngebingunin daerah Insadong ini, beberapa kali kami harus bertanya ke orang lokal. Dan saat kami sampai ternyata museum nya tutup dong di hari Senin wkwkwk.
  • 10.00 : Membeli oleh-oleh di Insadong. Untuk mengobati kekecewaan karena museum nya tutup, kami mampir ke toko souvenir yang ternyata cukup banyak di sini. Salah satunya si empunya toko jago bahasa Indonesia loh, ketahuan deh pasti banyak turis Indonesia yang demam Korea.
  • 11.00 : Salah satu daftar barang yang sudah saya tulis dan wajib dibeli di sini adalag peralatan makan khas Korea. Dari Insadong kami bergegas ke Namdaemun Market. Barang yang kami peroleh dari pasar ini adalah Rice bowl, Dolsot bowl, dan sekantong besar rumput laut kering beraneka rasa. Pokoknya ketemu pedagang yang super friendly di sini, kami jadi kepancing beli macem-macem.
  • 12.00 : Dari Namdaemun market kami langsung ke daerah Myeongdong, makan siang di Yoogane. Selesai makan, tidak jauh dari Yoogane, kami melihat plang-plang harga diskon dan tawaran harga yang murah di sebuah toko skincare.
  • 13.00 : Belok lalu ngendep di toko skincare. Saya tidak dapat memperkirakan berapa lama kami berada di dalam toko itu, yang pasti saya sama sekali tidak mengeluarkan kamera. Saking fokusnya saya mencari barang titipan dan sembari menunggu Hana yang fokus banget nyari oleh-oleh skincare. We've been wondering, kenapa muka-muka orang Korea glowing banget ya? Yaampun, skincare nya murah murah banget dibanding harga seporsi makan masi lebih murah harga skincare.
  • Kembali ke hostel, Hana bobok ciang dan aku keluar lagi untuk mampir ke Retail store nya Marhen J buat nyari jastip.
  • 16.00 : Janjian sama Hana di subway untuk balik lagi ke Myeongdong. Sekarang kami beli oleh-oleh makanan ringan untuk mereka yang hampir dua minggu kita tinggalkan untuk bersenang-senang di Korea. Lalu belok lagi ke Daiso.
  • 20.00 : Beli eskrim melon di convenience store lalu kembali ke hostel untuk packing pulang.

Hari ke 11 : Drama ke Bandara, Kembali ke Jakarta

Drama telat pulang dan pergi ke bandara jadi momen tak terlupakan dalam perjalanan kami ke Korea Selatan. Dan yang paling berkesan adalah saat perjalanan kami ke Incheon. Saat itu kami sudah pasrah untuk ngeluarin lagi uang buat beli tiket balik ke Jakarta. Mau nangis juga keadaan nggak akan berubah. Tapi takdir berkata lain, kami bertemu orang baik, orang asing yang kami tidak tahu namanya, yang membantu kami hingga akhirnya kami tetap bisa naik Garuda meski sudah boarding. Semoga sehat selalu ya Ahjussi. 

Malas baca detail perjalanan yang cukup panjang aku tulis sampai berjam-jam itu? Cukup klik play video di bawah.

You Might Also Like

0 comments