Turnamen Foto Perjalanan Ronde 22: Matahari

Saturday, June 1, 2013


Halo! Temu kembali di turnamen foto perjalanan yang kali ini udah masuk ronde 22! dan saya menjadi tumbal (eh tuan rumah) untuk ronde ini. Awalnya sempat bingung, sejak ronde 5 mulai gak ngikutin lagi karena sibuk aktivitas di kantor dan tentunya traveling sendiri hingga mulai jarang up-to-date. Sekalinya mulai nguplod eh kepilih, thanks @pergidulu yg memilih foto seorang bapak yang sedang berangkat kerja ini buat jadi pemenang di tema jalanan. Jadi hampir seminggu saya ngilang dulu buat semedi di Goa nyari tema yang asik buat ronde 22 ini. Ada beberapa tema yang sempat jadi masukan, dari tentang strangers, self potrait dan ray of lights. Namun akhirnya saya memutuskan satu tema yang semoga selalu menjadi teman setia perjalanan kita, yang selalu dipuja kehadirannya, Matahari!



Mentari, matahari, sang surya. Ia sumber energi, penerang jalan, dan penunjuk bahwa hari masih ada. Ia memiliki banyak cerita di setiap kehadirannya. Menerangi tiap langkah yang kau jalani. Ia pun tidak hanya melulu tentang sunrise dan sunset. Ia berjaga bergantian dengan malam. Menunjukkan adanya kehidupan. 

Bagi para pejalan, matahari selalu menjadi idola. Lihat saja, jika langit mulai gelap, matahari bersembunyi, mungkin pertanda akan turun hujan, sebagian dari kita pasti jadi malas keluar. Padahal keluar dari rumah, adalah langkah awal dari perjalanan yang akan kita lalui. Para pemuja senja dan fajar selalu menanti waktu dengan sabar demi bertemu dengannya. Para travel fotografer selalu menyebut-nyebut matahari sebagai model tercantik yang ada di dunia. Para pendaki gunung, rela mendaki berkejaran dengan waktu demi bisa menikmati semburat cahaya pagi dari puncak. 


Setiap pejalan pasti memiliki interpretasi yang berbeda tentang matahari. Mungkin seperti mengejar cita-cita, menemani setiap langkah, dan melihat dunia. Jadi, mari berbagi ceritamu dengan matahari yang ada di setiap perjalananmu!



Aturan main Turnamen Foto Perjalanan

1. Masa submisi : 1 – 12 Juni 2013 jam 23.59 WIB (Tanggal 8-9 away from internet, connection and electricity :p)
2. Foto HARUS merupakan hasil jepretan alias karya kamu sendiri
3. Host foto ‘Matahari’ – mu di situsmu sendiri. Web, blog, Flickr, Picasa, Photobucket, dsb terserah.
4. Submit foto pada kolom comment artikel ini dengan format berikut :
     Nama/nama blog (akun Twitter bila ada)
     Link blog
     Judul/keterangan foto (maksimal 1 paragraf)
     Link foto (ukuran foto maksimal 600 pixel pada sisi terpanjang)
5. Ada kemungkinan foto yang kamu kirim akan di-rehost di web tuan rumah. Terutama kalau terlalu besar atau bermasalah
6. Submisi lebih cepat lebih baik, sehingga fotomu bisa tertampil seatas mungkin.
7. Foto yang tidak patut, tidak akan di-upload disini, sesuai kebijaksanaan tuan rumah (misal : mengandung kebencian SARA, nyeleneh, menghina pihak lain)
8. Foto tidak diperkenankan dalam bentuk kolase
9. Pengumuman pemenang : 2-3 hari setelah batas masa submisi
10. Foto akan dipampang di dalam post setiap harinya berdasarkan queue Comment post ini.
 

Turnamen Foto Perjalanan untuk Traveler Indonesia


Mengapa mengikuti Turnamen Foto Perjalanan?
  • Ajang sharing foto. Bersama, para travel blogger Indonesia membuat album-album perjalanan yang indah. Yang tersebar dalam ronde-ronde turnamen ini. Untuk dinikmati para pencinta perjalanan lainnya.
  • Kesempatan jadi pemenang. Pemenang tiap ronde menjadi tuan rumah ronde berikutnya. Plus, blog dan temamu (dengan link ybs) akan tercantum dalam daftar turnamen yang dimuat di setiap ronde yang mendatang. Not a bad publication.


Siapa yang bisa ikut?
  • (Travel) blogger – Tak terbatas pada travel blogger profesional, blogger random yang suka perjalanan juga boleh ikut.
  • Setiap blog hanya boleh mengirimkan 1 foto. Misal DuaRansel yang terdiri dari Ryan dan Dina (2 orang) hanya boleh mengirim 1 foto total.
  • Pemenang berkewajiban menyelenggarakan ronde berikutnya di (travel) blog pribadinya, dalam kurun 1 minggu. Dengan demikian, roda turnamen tetap berputar.
  • Panduan bagi tuan rumah baru akan diinformasikan pada pengumuman pemenang. Jika pemenang tidak sanggup menjadi tuan rumah baru, pemenang lain akan ditunjuk.


Nggak punya blog tapi ingin ikutan?
  • Oke deh, ga apa-apa, kirim sini fotomu. Tapi partisipasimu hanya sebatas penyumbang foto saja. Kamu nggak bisa menang karena kamu nggak bisa jadi tuan rumah ronde berikutnya.
  • Eh tapi, kenapa nggak bikin travel blog baru aja sekalian? WordPress, Tumblr, dan Blogspot gampang kok, pakainya. Jangan pake Multiply ya, karena Multiply sudah gulung kasur.


Hak dan kewajiban tuan rumah:
  • Menyelenggarakan ronde Turnamen Foto Perjalanan di blog-nya
  • Memilih tema
  • Melalui social media, mengajak para blogger lain untuk berpartisipasi
  • Meng-upload foto-foto yang masuk
  • Memilih pemenang (boleh dengan alasan apapun)
  • Menginformasikan pemenang baru apa yang perlu mereka lakukan (panduan akan disediakan)


Ronde Turnamen Foto Perjalanan:
  1. Laut – DuaRansel
  2. Kuliner – A Border that breaks!
  3. Potret – Wira Nurmansyah
  4. Senja – Giri Prasetyo
  5. Pasar – Dwi Putri Ratnasari
  6. Kota – Mainmakan
  7. Hello, Human! (Manusia) – Windy Ariestanty
  8. Colour Up Your Life – Jalan2liburan
  9. Anak-Anak – Farli Sukanto
  10. Dia dan Binatang – Made Tozan Mimba
  11. Culture & Heritage – Noni Khairani
  12. Fotografer – Danan Wahyu Sumirat
  13. Malam – Noerazhka
  14. Transportasi – Titik
  15. Pasangan – Dansapar
  16. Pelarian/Escapism – Febry Fawzi
  17. Ocean Creatures – Danar Tri Atmojo
  18. Hutan – Regy Kurniawan
  19. Moment – bem
  20. Festival/Tarian – Yoesrianto Tahir
  21. Jalanan – PergiDulu
  22. Matahari - Niken Andriani
  23. Kamu?



Pendiri dan koordinator Turnamen Foto Perjalanan:
Dina DuaRansel.com email: dina@duaransel.com Twitter: @duaransel
Facebook: fb.com/duaransel
Pertanyaan seputar penyelenggaraan dan lain sebagainya? Hubungi Dina.
Untuk menilik status terbaru beserta FAQ Turnamen Foto Perjalanan, silahkan cek: Turnamen Foto Perjalanan untuk Traveler Indonesia



Turnamen Foto Perjalanan Ronde 22: Matahari

1. Danan Wahyu (@dananwahyu)

Menjemput Malam Thamel
Malam menyambangi kawasan turis Thamel, Nepal. Dihantar rona jingga sang surya bulat sempurna. Tak ada gunung ataupun bukit memperindah kompisisi. Hanya bangunan kotak-kotak kota Kathmandu.

2. Teuku Zamer (@zamerseven)

Shine On!
And We all Shine On, Like The Moon and The Stars and The Sun. -John Lenonn

3. Wira Nurmansyah (@wiranurmansyah)

Cikoneng, I'm in love
Sunrise pertama gw yang terheboh sejak pindah ke bandung. lokasi di daerah sawah cikoneng bandung selatan.

4. Ridwan Syahrani (@cak_ridwan)

Matahari
Sunrise di pantai Bama Baluran Situbondo

5. Rotua Damanik (@rotyyu)

Indahnya Sunset di Selat Madura
Penyeberangan Madura-Surabaya di sore hari akan semakin berkesan tatkala sang mentari mulai kembali ke peraduannya. Sayangnya aktivitas penyeberangan lewat ferry semakin sepi dengan hadirnya Jembatan Suramadu.

6. Isna SaragihCatatan Avant Garde (@isna_saragih)

Monumen Gempa Padang, 30 September 2012

30 September 2010, gempa besar meluluhlantakkan kota Padang dan sekitarnya. Tepat dua tahun setelah gempa, kami singgah di monumen yang dibangun untuk mengenang korban gempa. Karangan bunga dan doa simpati dari warga masih berserakan. Pada siang yang amat terik Tuhan kembali menunjukkan kebesarannya.

7. Arif Setiawan (@ariffsetiawan)

Angkruk Ketip
Matahari angkruk ketip, saksi alam di tanah Purworejo yang selalu bertemu ketika mudik

8. Diah Setia (@dhst_)

Senja Jakarta
Jakarta, 24 September 2012, sekitar pukul 16:00 Wib. Beberapa menit sebelum macet.


9. Danar Tri Atmojo (@nnkq)

Monggo Pinarak
Banyak foto bisa dihasilkan dengan matahari sebagai pendukung, pemeran utama, nature lightning, ataupun pemberi efek, dll. 
Pagi yang sangat amat indah dengan rona emas orange di Sumbawa setelah malamnya pun kami disambut oleh taburan bintang. Tak ubahnya kami yang langsung memasang mata lensa ke arahnya, pepohonan pun ikut menyambut untuk memeluk hangatnya. Monggo pinarak Surya!

10. Ribka (@RibkaJulia)

First sunrise 
Matahari pertama yang menjadi awal dari perjalanan panjang di benua Eropa. 

11. Muhammad Ikhsan (@pararang)

Light in the Sky
Matahari dengan latar langit yang biru bersih diatas deretan pegunungan yang nampak dari kebun teh milik PTPN dekat Pemancar yang merupakan salahsatu titik awal pendakian Gunung Cikuray, Garut.

12.  Ari Murdiyanto (@buzzerbeezz)


Menunggu Maghrib di Hutan Kota
Hutan Kota Banda Aceh adalah salah satu tempat terbaik untuk menunggu maghrib. Saat mentari lenyap di balik bukit, saat itulah adzan berkumandang dari masjid-masjid di seluruh penjuru kota. Dan kaki-kaki pun mulai meninggalkan jejak, beranjak menuju masjid terdekat untuk beribadah.


13. Mira Afianti

The Sun is Up! I'm So Happy I Could Scream!
Matahari yang cerah di perkebunan teh Malabar, Pangalengan, Jawa Barat. Hari yang cerah, hijau pepohonan, langit biru, dan udara yang segar. Perpaduan yang sangat menyenangkan untuk melepas penat.


14. Herkristi Kusumaningtyas (@kristiher)



Menuju Timur
Terbit matahari paling menyejukkan jiwa. Lebay mungkin, tapi itu yang saya rasa setelah akhirnya kami berhasil mencapai selat Flores. Setelah 3 hari terlunta-lunta dari Padang Bai sampai Sape, tanpa pengalaman dan informasi yang memadai, dan minim uang..hehehe. Akhirnya Labuan Bajo sudah menunggu di timur sana, hanya dalam hitungan jam, dan menikmati pagi sedari gelap hingga terik adalah istimewa.

15. Bobby Ertanto (@VirusTraveling)



The end of Day, Good Evening and Welcome
Setelah beraktivitas (traveling) seharian, mari kita akhiri hari ini dengan melihat matahari tenggelam. 'Good night, see you tomorrow, Sun' I said.

16. Novita Eka Syaputri (@prajuritketiga)

Golden Hour
You could wait a whole life to see this kind of magnificent golden hour. But in Dusun Kekurak, West Kalimantan, you can see this spectacular view almost everyday. A nice kick start for your day.

17. Kiky (@sikiky)



 Sungai Barito Pagi Itu
My all time favorite picture taken during business trip. First visit to Pulau Kalimantan.

18. Gilang Rausin (@gilang8R)

Sunrise Gunung Rinjani
Udara dingin menyelimuti tenda di pos pendakian terakhir sebelum menuju puncak ( Pelawangan-Sembalun )
  1. 19. Mauren Fitri I.D (@defegacious)
  2. Menanti Matahari
    Menanti matahari itu semacam memungut satu dua potong kedamaian yang tercecer ya? :')
20. Wisnu Yuwandono (dalijo)
Matahari Kita
Matahariku, mataharimu, matahari kita berdua.. (lokasi : Pulau Kanawa)Nama : Wisnu Yuwandono (dalijo)
21. Meidiana Kusuma (@geretkoper)
Blue Sunset
Menjelang matahari terbenam diantara birunya langit dan birunya laut, sore di Pulau Umang, Banten.

22. Cumi MzToro (@Cumi_MzToro)
Kugapai Matahari
Andai bisa kugapai engkau matahari, akan ku ambil dan kupersembahkan pada mu #ressss 
23. Evi (@eviindrawanto)


Matahari Terbit
Matahari terbit merupakan salah satu objek alam yang paling sering diabadikan para pejalan. Berbeda dengan matahari terbenam, matahari terbit agak spesial. Soalnya suasana lebih khusuk. Maklum kebanyakan orang masih tidur, jadi alam sekitar terasa hening. Belum lagi udara dinginnya.

24. Ipung

"Before sunset at Charles River"
25. Atik (@tikotik)
 
Duduk di windows seat, membuat saya leluasa bermain main tangan dengan sang gagah matahari yang siap meluncur turun

26. Indra Setiawan (@bpborneo)


Selama perjalanan di Taman Nasional Komodo sunset di tempat yang berbeda menjadi pemandangan setiap hari bagi kami, dan Merah Putih tetap berkibar walau semua tamu yang naik di kapal ini adalah orang asing *Kalau Sayakan cuma numpang :-)

27. DebbZie (@twitdebbzie)


Satu Senja Di Ostia
Saat sedang menyusuri kota pelabuhan di Roma, aku lihat seorang gadis sedang termenung di dermaga. Ntah apa yang berkecamuk di pikirannya ataukah dia sedih melepas mentari yang kembali ke peraduan?

28. Mindy (@mindoel)



Warna warninya matahari di Delta Orinoco, Venezuela
Dalam perjalanan kembali ke camp dari aktifitas birdwatching, kami diajak ke suatu tempat untuk menikmati alam, tenangnya air sambil menikmati burung² herron dan ibis yang "pulang". Ternyata sore itu kami diberi bonus keindahan untuk mengagumi warna/i karya sang Surya. 

29. Jalan2Liburan (@jalan2liburan)

There's a sunrise and a sunset every single day, and they're absolutely free. 
Just Don't miss it
30. Regy Kurniawan (@regycleva)

Ray of life
Tanpa matahari, bawah laut tidak akan semenarik ini. 
Lokasi: Morotai

31. Budhi Setyawan (@budhi_setyawan)



Kala Senja

Lagu wajib penutup hari-hari yang penuh kepenatan di kantor sudah dikumandangkan. Semua bersiap pulang, begitu pula saya. Sampai di lantai dasar, semesta membuat saya kembali berlari lagi ke lantai 6 kantor. Merangkak lewat jendela bawah, berdiri di pinggir plavon demi sebuah romansa yang jarang nampak di Kota Bandung. Golden sun set, begitu para pejalan mengatakannya. Dan kepenatan seharian penuh itupun sirna sudah, diiringi sayup-sayup azan maghrib yang terdengar saling bersahutan. Praise the Lord for that moment. Menyadarkan bahwa keindahan itu sebenarnya ada di sekitar kita, namun rutinitas yang menjadikannya sesuatu yang biasa saja.


32. The Emak (@travelingprecil)

Menanti Matahari Terbit di Kiama
Musim gugur bukan waktu terbaik untuk camping, tapi toh kami berangkat juga. Pagi itu, suhu sekitar 8 derajat. Si Ayah sudah kabur berburu foto-foto sunrise. Saya yang masih malas bangun, mencoba menyingkap jendela tenda. Tak disangka, pemandangan indahnya matahari terbit bisa terlihat dari dalam. Suatu kemewahan, menikmati sunrise dengan kopi panas, bersama Little A yang masih meringkuk di sleeping bag-nya :)
Lokasi: Kiama, 2 jam sebelah selatan Sydney

33. Zulfikar Aleksandri (@zulfikaralex)

Sunset di Gili Trawangan
Di antara gumpalan awan, sang surya beranjak turun ke pelukan garis horizon. Difoto dari sunset spot Gili Trawangan, Lombok, 2 Juni 2013.

34. Cya (@cyapila)




Matahari terbit di pusat kota Bago, Myanmar, 15 April 2013. Sedikit kedamaian sebelum makin siang jalanan ini akan semakin ramai, mendekati kacau, penuh pemotor bonceng tiga tanpa helm, angkutan yang penuh hingga ke atap-atapnya, becak berisi tumpukan barang, pejalan kaki yang mengunyah sirih dan meludah di mana suka.

35. Pelancong Atlas  (@pikooy)


Matahari pertama di Pantai Tanjung Papuma pukul 05.30 pagi. Membuka lembaran baru hari tersebut, mencerahkan suasana Tanjung Papuma yang dilanda hujan semalam suntuk. Semoga hari cerah, secerah cahayamu.

36. Moersalin (Twitter: @ceudah)



Lama tak melihat matahari tenggelam, akhirnya dahaga ini juga terpuaskan. Matahri yang tenggelam di Berlin juga sama Indahnya dengan yang tenggelam di Banda Aceh.
37. Adam & Susan (@PergiDulu)

Ternyata matahari tak selalu bulat
Di suatu pagi di Solo, kami cukup beruntung bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian (partial solar eclipse) secara langsung dengan hanya menyibakkan tirai di kamar hotel lantai 6. Kejadiannya sangat singkat, karena sang 'giant pac-man' segera menghilang di balik awan. But it was an awesome experience!


38. Putri Dwi Noor RS (@danceuu)

Interaksi Intim dengan Matahari
Sejujurnya saya tidak pernah sedekat dan seintim ini dengan matahari. Pagi itu di Bandung Selatan matahati sangat cerah dan benar-benar cantik. Matahari tidak instan datang, dia diantarkan subuh dengan cahaya biru dan merah jambu berpadu di balik cemara. Ray of light di mana-mana, dan sekeliling tenda kami diwarnai warna orange keemasan yang merembes melalui pohon-pohon perdu dan ilalang.

39. Aziz Hasibuan (@azizhasibuan)



Malu-Malu
Matahari seperti malu-malu bersembunyi di balik awan saat begitu banyak orang memandangnya tenggelam. Tingkah malu-malu itu menyemburatkan warna-warni indah di Pantai Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sementara matahari mulai beristirahat, nelayan mulai mengarungkan perahunya ke laut untuk mulai bekerja mencari ikan.


40. Fanny Fristhika Nila (@f4nf4n)



Jujur nya, baru sadar kalo selama ini aku jarang melihat & merasakan Matahari, selain ngeliat sinarnya dari jendela kantor. Pergi pagi dari rumah, pulang udah menjelang malam.. Matahari?? Palingan juga ngeliatnya pas weekend ;p Itupun ga pernah bener-bener merasakan karena udah diburu waktu pengen menikmati weekend...

Karena turnamen foto bertema MATAHARI ini ajalah, yang bikin aku nyempatin waktu, untuk memotret Matahari di waktu pagi ;) Sinarnya masih hangat, belum menyilaukan mata...

41. Dini Lintang Asri (@dinilint)

Matahari di Musim Semi
Musim semi yang penuh bunga ditambah sinar mentari yang hangat menyapa. Sungguh indahnya dunia. Mengapa perlu bermuram durja. Selamat pagi semesta.

42. Indri Guli (@indriguli)

Suatu Siang yang Garang
Suatu siang di Pelabuhan Sunda Kelapa, di bawah terik matahari yang biasanya; matahari yang tanpa basa-basi menyapa Jakarta dan buruh-buruh kapal yang kulitnya legam. Aku di sana, sekedar menyaksikan potret kecil dari kehidupan manusia. Aku di sana, ikut terpanggang matahari garang.


43. Toliq Anshari (@toliq_anshari)

Mentari pagi di Pulau Moyo
Mentari pagi bersinar dibalik atap rumah warga Desa Labuan Ajo, Pulau Moyo-Sumbawa memberi kehangatan di pagi yang begitu tenang.

44. Rohani Syawaliah (@honeylizious)



Matahari Tak Pernah Pilih Kasih
Kamu tahu aku tak akan meninggalkanmu. Bahkan saat kamu memalingkan muka dariku. Aku akan selalu sama. Datang dari timur dan pulang dari pintu barat. Bahkan saat kamu mengambil tikungan untuk berbelok, biarpun kamu menikung ke kiri, aku akan selalu ada menemanimu. Sebab aku mataharimu dan aku tak pernah pilih kasih.

45. Frederika Tarigan (@ndetigan_aza)

mengejar matahari
Mengejar matahari sebelum kembali ke peraduannya (dermaga KarimunJawa)
  1. 46. Farli Sukanto (@farlisukanto)
Siluet
Kali ini dia perlahan mengintip dari balik sebuah bukit dalam sebuah perjalanan ke Atambua. Dia perlahan membentuk siluet, mempertegas semua bentukan alam di hadapan jadi serba indah. Mengabadikan setiap kenangan jadi lebih indah. 

47. Jemmy SP (@jemmzz_)

Siluet di Pulau Mlinjo
Setelah seharian bermain di laut, saatnya menantikan sang surya tenggelam.

48. Haram Keliling Dunia (@enefwe)

"Nak, Jalan-jalan Sore Yuk"
Entah kenapa foto ini membuatku jatuh cinta. Tidak begitu jelas memang mataharinya, but it’s there. Foto ini mengingatkanku tentang perjalanan sensasional menjadi relawan di Kapal Henry Dunant. Potongan-potongan memori itu menjadi sangat indah untuk dikenang. Seperti foto ini, simple yet warm. Perjalanan seorang Bapak dengan anak, hubungan yang hangat dibawah hangatnya sinar matahari yang hendak kembali ke peraduan..

Untuk cerita lengkap tentang perjalananku menjadi crew resto di Kapal Henry Dunant silakan baca http://haramkelilingdunia.wordpress.com/2012/04/26/307/ atau beli aja buku Haram Keliling Dunia!
  1. 49. Adriani Zulivan (@adrianizulivan)
  2. Pagi dan Ruang Publik yang Hidup
  3. Tak banyak ruang publik yang hidup di Kota Yogyakarta. Pos Kamling yang terletak di Jalan Veteran, Umbulharjo ini sungguh istimewa. Meski berada di perkampungan urban, keberadaannya mampu ciptakan interaksi bersama. Sinar mentari berpendar dari celah-celah ranting pohon peneduh. Menemani warga yang datang untuk sekadar membaca koran di papan tempel, menikmati gudeg dan sarapan khas lainnya, atau sekadar ngobrol ngalor-ngidul usai berolahraga.

You Might Also Like

57 comments

Subscribe