Hungary: How To Eat Like Tourist

March 16, 2017


Mumpung Hungaria ngga pake Euro, jadilah kami puas-puasin jajan. Biasanya kami mengirit dengan masak sendiri dan ngurangin jajan. Selain nyobain kuliner khas Hungaria, kami juga beli magnet-magnet kulkas buat oleh-oleh, di kota-kota lain dihargai sama rata sekitar €3 eur, di sini kita bisa dapet seharga 300ft atau setara €1. Hungaria menggunakan mata uang Hungarian Forint, yang kalau di rupiahkan 1ft itu sekitar 40 rupiah. Selama di Budapest, ibu kota Hungaria ini, kami ngga nuker Euro untuk dapetin Forint di money changer, cukup gesek debit atm. Karena kami pernah coba menukar Euro ke CZK (Czech Koruna) di money changer tapi jatuhnya lebih rugi. 

Bagian dalam Great Market Hall
Jajan apa aja sih selama di Budapest? Yang pasti bukan jajan di restoran tapi kita jajan di pasar. Saya pernah ulas tentang pasar-pasar di Eropa selama perjalanan kami. Salah satu pasar yang paling berkesan adalah Great Market Hall,  pasar tradisional terluas dan tertua di Budapest. 

Tempatnya bersih, makannya pun nyaman meskipun di pasar.
Untuk menikmati makanan khas lokal kita bisa ke lantai 2. Kita bisa makan sambil duduk di emperan depan toko, atau take away lalu makan di halaman terbuka sebrang pasar. Kami sampai dua kali ke pasar ini, pertama kami jajan Langos, kedua karena iseng kepingin nyobain Goulash soup. Di sela-sela nya kami makan cemilan Retes atau bahasa kitanya Strudel, lalu diakhiri dengan makan eskrim Gelarto Rosa di depan St. Stephen Basilica. Kenyang!

Langos

Ngga fokus motonya, fokus mau makan aja

Langos adalah makanan khas hungaria yang berupa roti goreng dengan berbagai macam topping. Ceritanya roti ini pertama kali dibuat di Serbia oleh orang-orang Hungaria yang tinggal di sana. Adonan langos terbuat dari tepung terigu, susu, ragi, gula dan garam. Kalau di kita mirip-mirip sama donat atau cakwe lah, bedanya ini berukuran lebih lebar (sepiring makan atau sedua telapak tangan dewasa). Toppingnya ada yang asin dan manis. Untuk asin berarti topping daging-dagingan dan salad, kalau manis berbagai macam keju, coklat dan kacang. Kalau kita ke sini pas jam makan siang, antrinya panjang, sampai jalanan penuh sesak. 

Antri ya mbak, mas.

Menurut saya sih rasanya ya begitu, karena mungkin kita cuma pesen topping keju aja kali ya, jadi asin-asin eneg gimana gitu, coba pake nutella, nooom...! Sebiji langos nya dengan topping keju dihargai 500ft. Kalau makan sendirian kenyang banget serasa makan berat. Karena saya ngga begitu doyan, jadi saya jajan buah peach aja yang dijual di lantai 1, harganya lebih murah dari apel. Rasanya segeeerr..! 

Retes atau Strudel


Kalau di Indonesia saya udah nyobain Malang Strudel, Bre justru baru pertama kali makan strudel di sini. Sepotongnya seharga 230ft atau sekitar sepuluh ribu rupiah. Karena hanya beli sepotong, jadi kita cuma dikasi tisu (namanya juga di pasar). Toko yang menjual retes ada di lantai 1 sebelah kiri, saat baru masuk, ini toko jajanan pertama yang kita lihat. Rasanya enak dan bikin nagih! Retes atau strudel ini pada dasarnya adalah makanan tradisional khas dari Austria, Hungaria dan Ceko. Strudel dikenal di sebagian Eropa dan banyak disukai. 


Resep asli isian strudel adalah apel, ceri dan keju. Sekarang strudel bisa memiliki berbagai macam isian. Kalo strudel ala Indonesia sendiri punya isian rasa yang ngga dimiliki oleh negara manapun, yaitu rasa durian. Paling mahal bro!

Goulash Soup


Kalau jajan-jajanan tadi rupanya adalah makanan ringan, selanjutnya kami nyobain Goulash soup, makanan berat khas Hungaria. Umm, tapi karena harganya yang lumayan agak mahal, semangkuknya sekitar 40-50 ribu rupiah, jadi kita cuma pesen semangkuk saja berdua (biar so sweet).


Goulash soup adalah sup daging dengan berbagai campuran sayuran seperti paprika dan kentang yang diberi bumbu rempah. Goulash soup adalah makanan traditional Hungaria dan menjadi simbol hidangan negara ini. Soal halal atau haramnya, bisa tanyakan saja beef or pork? Kalau beef, dagingnya bisa dari daging sapi, angsa, domba atau rusa. 


Karena bumbu goulash soup yang tajam ini, rasanya jadi cepat haus dan langsung kepingin makan yang manis-manis kayak eskrim. Lanjut ke Gelarto Rosa! 

Gelarto Rosa

Ice cream coupled, Banana chocolate and Banana strawberry.
Kalau di cerita kita sih, udah makan eskrim ini duluan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Budapest. Tapi biar keren, eskrim jadi makanan penutup kita di cerita ini, hehe. Lokasi toko es krim ini begitu strategis, persis di depan St. Stephen Basilica yang berdiri megah di kota Pest.

How to make the beautiful rose flower.
Awalnya penasaran setelah blog walking tentang kuliner di Budapest, lalu menemukan es krim yang di foto kok lucu yah. Terus pas kita sampai kesana, lho ternyata ngebuatnya hanya dengan menggunakan sendok yang lebih mirip centong, tidak menggunakan scoop yang biasa digunakan untuk menyendok es krim. Ada banyak rasa yang bisa dipilih, untuk dua rasa seharga 600ft atau sekitar 30 ribu rupiah. Untuk rasanya biasa aja sih, karena udah ngerasain es krim yang benar-benar enak (tiap jilatannya bikin amazed) saat di Brugge dan Bratislava. Kalau mau yang lebih enak lagi mungkin kayak foto di bawah ya, jadi pengen makan kamu!

Lokasi: Liberty bridge tepat di depan Great Market Hall, mungkin es krim mereka habis jadi kita makan.... mmm!

You Might Also Like

0 comments