Before Sunrise in Vienna

May 13, 2017



Kurang lengkap rasanya menjelajah kota Vienna jika tidak menjejaki lokasi film Before Sunrise, sebuah film tentang pertemuan dua orang asing dalam perjalanan dari Budapest ke Paris. Yang suka banget traveling dan suka bareng pasangan, wajib banget nonton film ini biar makin kerasa roman perjalanannya. Cerita di film ini bukan melulu tentang kisah cinta, perkhianatan, atau melodrama, tapi lebih ke percakapan antara dua orang, saat mereka berkeliling kota Vienna dari siang hari hingga tengah malam, tanpa ada kerumitan dalam cerita. 

Kami mulai menyusur jejak cerita ini mulai sejak kami tiba di kota Vienna. Tidak menutut seperti film, kami datangi sesuai dengan jarak terpendek saja dari tempat kami menginap, di salah satu flat di komplek perumahan daerah Hasnerstrabe. Itu juga tidak satu hari kami jelajahi. Salah satu tempat seperti Jembatan Zollamtssteg yang sengaja kami hampiri untuk numpang foto saja sambil ngobrol-ngobrol di bangku taman dekat situ, lalu Stasiun Westbahnhof yang cuma numpang transit tapi engga sempat foto-foto, kemudian lewat Kleines Cafe yang benar-benar kami hanya numpang lewat, dan berikutnya kami puas main di Prater Amusement Park hingga malam hari. 

Westbahnhof Station
Volkstheater metro station
Kami singgah sebentar di sini, tapi sejujurnya foto di atas bukan di westbahnhof. Lebih tepatnya di Stasiun Volkstheater, yang secara visual lebih memanjakan mata. Lokasinya juga terpusat dan jadi stasiun transit yang paling sering kami lewati selama muter-muter di Vienna. Stasiun westbahnhof adalah tempat dimana Celine memutuskan untuk turun dari kereta dan menuruti ide spontan Jesse untuk berkeliling Vienna sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya ke Paris. 

Suasana real Stasiun Westbahnhof.
Setiap saya pegang henpon, berati lagi ngecheck map offline, yang berarti kami berada di titik mau nyasar. Jadi ngga sempat foto-foto ketjeh di sini 

Zollamtssteg Bridge
They start their walk here not long after learning each other's names. And that still feels awkward.
Setelah turun dari kereta, mereka naik tram dan berhenti di sebuah jembatan yang menjadi spot pertama mereka keliling kota. Kalau aslinya sih jembatan ini lumayan jauh dari pusat kota, dari halte pemberhentian tram pun lumayan jauh. Di setting film, jembatan ini masih menggunakan kayu, saat ini sudah diganti dengan aspal. Uniknya jembatan ini adalah kita bisa melihat dibawahnya terdapat jalur subway dan kanal.
"I like to feel his eyes on me when I look away."
Tumben-tumbenan candidnya doi lumayan kece gini. 

Albertina Museum
Eskalator masuk ke pelataran museum
Museum ini adalah musem yang paling jadi ikon banget kota Vienna lokasinya berada di pusat kota tua Vienna. Jadi, kalau kita ke Tourist Information Center, gedung ini tepat berada di depannya. Begitu menonjol di antara gedung-gedung lainnya. Di depan museum terdapat beranda luas di mana kita bisa melihat keramaian Plasa Albertina dari atas. 


Sedikit berpose ala composer di bagian depan ticketing, karena kami ngga ada budget masuk museum :p
Maria Theresien Platz
Can you spot me?
Abis keliling kota, enaknya ngadem cari bangku di taman. Eh sayangnya ngga ada pohon rindang, jadi kami hanya singgah sebentar di sini. Sama seperti Celine dan Jesse yang hanya berjalan-jalan di sekitaran sini sambil ngobrol. Kita juga, cuma ngobrol aja, ngomongin kira-kira nanti malam kita bakal jadi nonton orkestra atau ngga, karena kita udah lewat Budapest dan Prague, jadi kapan lagi bisa menikmati musik klasik ini di negeri asalnya, Eropa.


Kleines Cafe
Meskipun penuh tapi suasana nya kalem 
Kami suka sekali ngopi dan ngobrol, kenapa kami bisa seperti sekarang salah satu nya ya karena kamu suka berbagi waktu dengan membagi cerita sembari duduk bersama di suatu tempat dengan atu dua cangkir kopi. Yang tadi nya kami asing dan canggung, kami menjadi nyaman. Kami pun berencana untuk ngopi di Kleines Cafe, tempat Celine dan Jesse pertama kalinya minum kopi di Vienna. Kami sampai ke kafe ini kebetulan saat berkunjung ke St. Stephen's Cathedral. Sayangnya sudah terlalu malam, sehingga kami ngga sempat mampir. 

Wiener Riesenrad

This is the place where Celine and Jesse share their first kiss. Ouch!

Dari semua spot di Before Sunrise, saya paling suka saat bermain di amusement park yang ada di tengah kota. Prater Amusement Park berada tidak jauh dari pusat kota. Taman ria umum yang berukuran cukup besar ini adalah salah satu taman ria paling tua di dunia. Tidak ada biaya masuk kesini kecuali jika ingin menaiki wahana-wahana yang ada. Berhubung saya suka taman ria, kami cukup lama menghabiskan waktu di sini. Salah satu wahana yang menjadi spot dalam film ini adalah Giant ferris wheel. 


Tak ada yang seromantis dengan menaiki kincir ria bersama kamu sesaat matahari tenggelam dengan latar kota Vienna. Membawa bekal (frankfurter sausage, apel, pisang, manner wafer, dan air minum) untuk makan malam di bangku taman, gratis dan romantis! 


Manis sekali kami berdua di kota ini. Bagaimana tidak, kami naik kincir ria ini mungkin kurang dari dua puluh menit tapi waktu kami di atas, matahari tenggelam tepat di bagian barat kota Vienna. Langit yang tadinya biru berubah jadi jingga merah muda.

Danube River



Selain setting di atas, Celine dan Jesse juga menghabiskan waktu di tepi kanal Donau. Tapi kami sengaja tidak kesana dan lebih memilih untuk menghabiskan perjalanan di tepi sungai Danube. Ini adalah senja terakhir kami di sini sebelum hari esoknya kami harus meninggalkan Vienna untuk menuju ke Innsbruck. Dan cerita kami di Vienna tidak hanya tentang "Before Sunrise", banyak lagi cerita lain yang menunggu,

So think of this as time travel, from then, to now, to find out what you’re missing out on.

You Might Also Like

6 comments

  1. sweet bangettt kenn, and the pict was awesome!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang lama blogging session, jadi cm bisa posting satu tulisan hahahaa

      Delete
  2. fotofoto niken selalu deeeeh bikin iri. tajem banget ken! pake kamera dan lensa apa sih ken?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 5dmarkii sama fix 50mm hehehe, aku malah terpesona sama jepretanmuuu, masi pakai mirrorless mir? Ku pengen pindah ke mirrorless

      Delete
    2. pantesaaaan. full frame mah beda yaaa. aku masih pake ricoh2 aja nih ken dari dulu belom ganti2 hahaha

      Delete
    3. wkwkwk iya, tapi nyusahin bawanya. jadi pengen ganti ke ricoh nih hahaha sukak gitu sama warna-warnanya mir :D

      Delete