Hafelekar and The Austrian Alps

August 22, 2017


Pelancongan kami di Innsbruck tidak masuk dalam daftar itinerary, jadi saat baru tiba kami benar-benar blank tak tentu arah. Bekal nya hanya dari "pernah baca" postingan salah satu anggota grup Backpacker Dunia, lalu saya mencoba mengontaknya lewat pesan di facebook saat dalam perjalanan dari Munich. Karena tidak ada jawaban, yaudah deh kita pasrah saja besok mau gimana. 

Let life suprised you, cause the best thing happened unexpectedly!

Esoknya kami putuskan untuk beredar di area kota tua sembari mencari informasi. Tulisan jurnal saya tentang kota Innsbruck sudah saya tulis di sini. Berkat singgah lama di dalam Tourist Information Centre, kami mendapat ilham untuk membeli tourist card untuk 24 jam. Hal yang tidak pernah saya lakukan selama melancong ke kota-kota di Eropa ini. Karena yang namanya tourist card pasti mahal dan kami lebih memilih untuk membeli travel pass yang jauh lebih murah. Bedanya adalah, tourist card memiliki lebih banyak keuntungan jika kita betul-betul menggunakannya untuk masuk ke spot-spot turis tertentu yang berbayar sedangkan travel pass hanya berfungsi untuk penggunaan transportasi umum. 

Puncak Hafelekar terlihat dari sini, ituuu kecil banget diatas!
Karena di Innsbruck waktu yang benar-benar bisa kami gunakan untuk eksplor hanya 2 hari, kami memutuskan membeli Innsbruck Card dengan pertimbangan yang banyak. Salah satunya adalah karena kami ingin melihat pegunungan Alpen langsung dari puncak Hafelekar. Kami mencoba menghitung total pengeluaran transportasi kesana tanpa penggunaan Innsbruck Card dan jatuhnya lebih mahal, belum lagi kalau nyasar. Dengan kartu ajaib ini pun, kami jadi bisa lebih banyak mengeksplor ibu kota Tyrol ini. 

Puncak Hafelekar

Hafelekar

Main attraction di kota Innsbruck adalah Hafelekar, salah satu puncak pegunungan Alpen yang ada di Austria. Selama perjalanan melancong di Eropa sebelum sampai ke Innsbruck, baru pertama kali kami dibuat menganga dengan pemandangan alam nya yang elok tiada tara. Subhanallah. Rasanya beban biaya hostel semalam terlepas luruh. Hehe. Untuk bisa melihatnya pun kami ngga perlu susah payah untuk mendaki gunung. Di sini sudah disediakan Funicular dan Cable Car. Tapi jika ingin merasakan sensasi mendaki gunung dan bersepeda gunung, jalurnya juga sudah disediakan. 


Di dalam funicular, masih sepi banget. Asyik kan naik gunung cuma bawa daypack kecil ini.
Untuk menggapai Hafelekar terdapat tiga titik temu. Pertama adalah Hungerburg funicular yang memiliki beberapa stasiun pemberhentian. Untungnya dari hostel ke stasiun funicular terdekat, bisa kami raih dengan berjalan kaki, karena kami masih ngga ngerti soal public transport di Innsbruck. Stasiun terdekatnya adalah stasiun Congress, yang letaknya berada di samping gedung Innsbrucken Nordkettebahn dan di underground. Kami naik funicular yang paling pertama jalan, sekitar jam 8 pagi.  Funicular ini semacam kereta yang bisa bergerak naik, seakan-akan kita berdiri miring melawan gravitasi. Biasa aja sih, karena funicular pertama yang pernah kita naiki waktu di Hongkong jalannya pelan, lebih menegangkan. Sedangkan Hungerburg funicular ini melajunya cepat jadi ngga terasa. Yang bikin keren adalah design stasiun nya kece-kece abis, serasa ada di masa depan.

Cable car atau kereta gantung

Kita turun di stasiun funicular paling terakhir yaitu stasiun Hungerburg. Di sinilah titik temu kedua, kita akan naik cable car ke Seegrub. Kami menunggu kereta gantung pertama yang akan berangkat, sambil melihat sekeliling Hungerburg, dan membawa beberapa postcard gratis yang ada di sana. Lalu perjalanan kedua dilanjutkan dengan cable car ke Seegrub.

Congress — Lowenhaus — Alpenzoo — Hungerburg — Seegrube — Hafelekar 


Stasiun Seegrub yang kita lihat dari Hafelekar
Menikmati mentari pagi di ketinggian 1905 mdpl
Domba-domba yang hidup bebas, ini di halaman samping stasiun Seegrube

Sampai di Seegrube kami ngga langsung naik kereta gantung ke Hafelekar. Kami nyantai-nyantai dulu di bangku-bangku restoran yang saat itu belum buka. Menikmati sejuk udara gunung sambil foto-foto. Dari sini kita naik cable car lagi yang berbeda dari Seegrube ke Hafelekar. Jalur pendakian nya sendiri dimulai dari Hungerburg point. Kami tiba di pos terakhir (stasiun Hafelekar) dengan perasaan bahagia. Bagaimana tidak, kami bisa berdiri di ketinggian 2256mdpl ini ngga butuh banyak tenaga, jadi inget Ranu Kumbolo yang ketinggiannya hampir sama, saya harus menempuh 8 jam perjalanan mendaki. Ini ngga ada setengah jam sudah sampai, udah kayak teleportasi, cepet banget!

Jadwal funicular Congress - Hungerburg
Weekday 7:15 - 19:15
Weekend 8:00 - 19:15

Jadwal cable car Hungerburg - Seegrube
Allday 8:30 - 17:30

Jadwal cable car Seegrub - Hafelekar
Allday 9:00 - 17:00

Eh ada pantat domba!

Kalau opsi mendaki gunung di Indonesia ada yang kayak gini, bisa tiap akhir pekan kita main ke Surya Kencana
Sampai di stasiun Hafelekar, kami ngga langsung buru-buru muncak. Masih santai, liatin domba-domba dan duduk-duduk manis menghadap pemandangan kota Innsbruck. 

View kota Innsbruck dari atas. Eh ada yang lagi paralayang!
Sejauh kamera membidik, semua nya photogenic!
Mas-mas ini entah kenapa jadi photo genic banget di semua sudut 
Tangga menuju puncak

The Austrian Alps

Dari stasiun sampai puncak Hafelekar ngga terlalu jauh, mba-mba Agasshi (sebutan nona di Korea) yang pake sepatu heels aja sanggup sampai ke puncak. Kalau kita sih rada lama sampai ke puncak nya, soalnya tiap tiga langkah kita berenti foto, hahaha. Dari puncak Hafelekar kami bisa melihat pegunungan alpen di Austria yang membentang luas. Hari itu masih musim panas dan kami dapat hari yang begitu cerah tanpa awan. Jadi kebayang kan pengen ke Alpen yang benerannya di Swiss pas musim dingin sambil main ski, aaaah~ 

Masih summer, jadi rumputnya masih hijau


Gayanya kok itu-itu aja si mas, ga ada yang lain apa?
*udah kehipnotis sama viewnya*
Pegunungan Alpen adalah serangkaian pegunungan yang membentang melewati beberapa negara dari Eropa timur hingga barat, yaitu Slovenia, Austria, Italia, Swiss, Liechtenstein, Jerman dan Perancis. Puncak nya yang paling eksis adalah Mount Blanc, puncak tertinggi Alpen dan Matterhorn, yang jadi inspirasi logonya coklat Toblerone.   

Tas-tas nya ngasoh dulu pas sampai puncak
Foto tahan napas dari bau eek-eek domba yang tersebar di rumput

Enjoying the view of Austrian Alps
Cukup lama kami berada di puncak Hafelekar ini, memandangi Alpen dari kanan ke kiri sampai puas. Setelah berminggu-minggu yang kita lihat jalanan-jalanan konblok dan bangunan-bangunan tua, melihat nature jadi pengobat rindu. Sama seperti biasanya, jika kami mulai jenuh dan jengah, maka melihat yang hijau-hijau menjadi penyembuhnya. Trip kami ke Hafelekar sungguh melewati ekspektasi, menjadi perjalanan yang paling berkesan —sebagai intro pegunungan Alpen. 


Special thanks to our beloved tripod!
(Sampe bela-belain beli tripod baru di Budapest, karena yang dibawa dari Indonesia patah)

FYI : Dari baca-baca sih, Innsbruck Card hanya mengcover satu kali perjalanan penggunaan funicular dan cable car. Jadi cuma naik dan turun saja, setelahnya kalau udah dipakai, ngga bisa dipakai lagi. Makanya saat perjalanan turun dari hafelekar kami transit di stasiun Alpenzoo. 

You Might Also Like

2 comments

  1. di Tyrol pernah dibikin deklarasi hasil pertemuan para pendaki dunia kalo ndak salah

    keren banget tapi emang ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. whoaaa baru tau aku bong :D
      iya the best selama jalan di daratan eropa *soalnya nggak ke swiss wkwkwk

      Delete