Iceland-scape

January 16, 2018




Desember 2017, saya memutuskan untuk vakum dulu dari pekerjaan lepas sebagai fotografer wedding. Saya ingin mengembalikan gairah memotret yang sempat bikin jenuh karena tiap weekend harus standby moto-in orang. Itu lah kenapa saya lepas peralatan tempur memotret saya sebelum berangkat ke Jepang. Saya ganti dengan kamera poket super unyu yang muat di saku jaket. Saya ingin lebih menikmati perjalanan. Saya ingin bebas berekspresi. Karena hal pertama yang membuat saya jadi suka memotret adalah tempat-tempat amazing yang saya singgahi dalam perjalanan. And to make a bright fresh start this year adalah dengan posting foto lanskap Iceland yang masih terasa surreal sebelum terkubur di harddisk. Ini adalah perjalanan ku tahun 2016. Trip super impulsif dan super awesome saat kami di Eropa.



Iceland itu ... ngga bisa diungkapin pake kata-kata. Mungkin karena trip kami kesana adalah pertama kalinya kami road trip (pake bus tour) di mana sepanjang jalan kami ngga bisa ngedipin mata. A jaw drop. A timeless scenery. Terus di kepala langsung keputer Hoppipolla nya Sigur Ros sama soundtrack nya Walter Mitty.

On the way to Skaftafell National Park
Padang savana di sebelah rest area

Masih di tempat yang sama
Reynisfjara beach yang ada dibalik tebing
Eyjafjallajökull, salah satu gunung primadona yang ngejanya susah banget


Kebanyakan foto saya ambil dari balik kaca depan bus, ngga kebayang kalau roadtrip bawa mobil sendiri, bisa jadi tiap seratus meter kami berhenti. Kamera pun tak mampu menangkap keindahan sesungguhnya tempat ini, tapi semua terekam dalam memori kepala ku. 

Gullfoss. Masuk ke trip Golden Circle. Sedih seharian ke sini mendung.
Skogafoss
Stjonarfoss
Ngga tahu namanya apa, ini pak supirnya super kece dia berbaik hati nurunin kita di sini 5 menit meskipun diluar dari itinerary

Seljalandsfoss. Setelah turun dari sini tiba-tiba aurora nongol. Warna hijau aurora menyatu dengan warna jingga senja. 
Susah nemuin pohon di Iceland. Tapi entah kenapa gampang banget nemu air terjun di negeri yang memiliki julukan the land of ice and fire ini. 

The bridge to Jokulsarlon
Jokulsarlon
Our last destination ~ngga pengen pulang. 
Harusnya 8 hari di Iceland cukup buat ring-road. Dan aku betulan ngiri sama cerita road trip keliling Iceland yang ada di sini. Kami hanya menjelajah kurang dari seperempatnya. Balik lagi aja apa? Kata Bre. 

Ngga Bre, tujuan ku ke sini kan karena pengen lihat aurora (It's granted)

You Might Also Like

2 comments

  1. Beruntung banget ken bisa liat aurora semegah itu trus kefoto lagi. Pas aku di sana cuma ngeliat aurora di pesawat sebelum landing, sama pas di airport, itu jg cuma sepintas. Pengen balik lagiii, 2 minggu gitu muterin Iceland asik kayanya, #duitdarimanaa #brbjualginjal

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo beli tiket nya dr daratan eropa sih masih sanggup mir, tapi kalo dr indonesia ku tak sanggup hahahaaa

      Delete