Resah Gelisah Mengurus Persiapan Visa Korea Selatan

March 22, 2019


Mengurus "ribet" nya persiapan visa Korea Selatan ternyata berlanjut dari sulit nya mengurus visa Schengen tiga tahun yang lalu. Kali ini saya mengalami lagi satu fase galau dalam menunggu hasil visa, yang jauh lebih epic dari pada nyari tiket promo. Sudah seminggu saya sakit perut tak kunjung reda. Setiap ada kesempatan buka laptop saya selalu mengecek status visa saya. 

Seribet apa sih nyiapin dokumen untuk visa Korea Selatan? Sebetulnya ngga ribet si, asal semua dokumen yang dibutuhkan sudah kita siapkan minimal satu bulan sebelum berangkat. Berikut persyaratan visa Korea Selatan sesuai dengan urutannya:
1. Form aplikasi visa yang dapat diunduh di website resmi Kedutaan. Form ini diprint menggunakan kertas A4 dengan kertas 80gram. Tidak ada syarat khusus dalam mengisi form, cukup ditulis menggunakan huruf kapital menggunakan pena hitam. Form dilengkapi dengan pas foto berukuran 3.5x4.5cm dengan background putih.
2. Fotokopi paspor dalam lembar A4. Fotokopi halaman identitas paspor.
3. Fotokopi visa negara OCED. Saya copy juga semua cap paspor yang ada di paspor terbaru dan paspor lama
4. Dokumen pendukung dari Suami/ Orang tua jika tidak bekerja.
— Surat Ijin Suami atau orang tua bermaterai
— Surat Keterangan Kerja Suami atau orang tua dengan kop surat resmi dari kantor
— Surat Referensi Bank
— SPT terakhir yang ada. Saya menyertakan SPT suami tahun 2017
— Rekening Koran suami 3 bulan terakhir
Jika bekerja, daftar pertama tidak diperlukan.
5. Rekening Koran saya pribadi 3 bulan terakhir. Berhubung ada pemasukan sendiri, jadi saya menyertakan juga rekening koran saya. Tadinya mau saya jadi satu dengan punya suami, tapi nanti takurnya malah dicurigai karena keliatan ada pemasukan tiba-tiba yang besar. Untuk Surat Referensi Bank cukup punya suami aja, karena untuk biaya pembuatannya lumayan mahal, kemarin suami kena 150 ribu di Bank Mandiri karena menggunakan Bahasa Inggris. Padahal di website resminya mandiri  hanya 50rb, setelah tanya ternyata tergantung kebijakan masing-masing kantor cabang. 
6. Fotokopi Kartu Keluarga
7. Fotokopi Buku Nikah dan Ijazah. Dua dokumen ini di keterangan website resmi nya ngga ada, tapi saya sertakan juga toh ternyata ngga dibalikin. Beberapa baca kasus banyak yang disuruh balik lagi untuk nyerahin fotocopy ijazah, berhubung saya malas kalau disuruh balik lagi jadi saya sertakan saja sekalian.
8. Paspor terbaru dan paspor lama. (Paspor lama saya diminta juga sama pihak kedutaan)


Tuh kan sebenernya dokumen nya ngga terlalu ribet, bedanya sama visa Schengen cuma di SPT aja. Tapi kenapa saya resah ya. Berikut penjabaran kegelisahan saya:

Gelisah #1: Saya gundah karena tiket pesawat yang sudah saya beli tahun lalu itu bakalan hangus kalau visa saya ditolak. Bedanya dengan pengurusan visa Schengen, tiket yang saya beli masih bisa refund full (bukan promo). Selain tiket pesawat, harga visa nya juga ngga murah (USD 40, yang kalau dirupiahkan saat apply visa jadi 592.000), belum lagi Surat Keterangan Bank dan perintilan lainnya.

Gelisah #2: Mengisi form aplikasi pada halaman tiga (Bab Employment). Awalnya saya mengisi "Self Employed" karena memang sejujurnya saya masih kerja freelance. Tapi berhubung mepet dan ngga sempat membuat Surat tidak punya SPT, akhirnya seorang teman yang kalau ke Jepang dan Korea udah kayak pulang kampung ini, menyarankan untuk mengisi pekerjaan sebagai IRT saja. Akhirnya saya memutuskan untuk mengisi form aplikasi dengan mengisi status pekerjaan sebagai "Other" dan mengisi keterangannya sebagai "Housewife". Oleh karena nya dokumen No. 4 saya lengkapi selengkap-lengkapnya, agar mampu membuktikan bahwa saya bakal balik ke Indonesia ngga nyari kerjaan di sana jadi TKW.

Dari 8 jumlah dokumen tadi, ternyata kita ngga perlu mencamtumkan copy tiket dan booking hotel. Jadi kita tidak perlu khawatir kalau mau apply visa Korea Selatan tapi belum beli tiket. Di form aplikasi kita hanya perlu mencantumkan satu alamat hotel di Korea beserta dengan nomor telepon yang dapat dihubungi. 

Cara mengajukan aplikasi visa di Kedutaan Korea Selatan:
- Datang ke kedutaan Korea Selatan yang beralamat di Jl. Gatot Subroto No. Kav 57 Kuningan, lokasinya dekat dengan Halte Busway Kuningan Barat. Pengurusan visa hanya pukul 09.00 sampai pukul 11.30
- Kita tidak dapat masuk langsung ke kedutaan, jadi nanti oleh satpam kedutaan kita akan diarahkan ke gedung Korea Center Building yang ada di sebelah Kedutaan
- Masuk ke Hana Bank untuk membeli voucher visa dengan uang cash
- Masuk ke Kedutaan untuk meminta nomor antrian aplikasi Single atau Multiple Visa

Saya dan Hana (teman trip saya ke Korea) mengurus visa di kedutaan ngga sampai satu jam mulai dari ke Bank sampai selesai. Yang agak lama kayaknya proses pengecekan rekening koran saya, karena rekening saya aktif jadi sampai 8 lembar, dan itu saya balik urutannya dari yang terbaru sampai yang paling lama. Jadi kayaknya sama si petugasnya urutannya dirapikan lagi, hehe. Si bapak petugas hanya memberi saya satu pertanyaan dalam wujud pernyataan, "Sudah pernah ke Eropa kan? Kita minta paspor lamanya ya." Ditanya seperti itu, segala kegelisahan saya mulai pudar. Toh kata oppa Wira (yang ga sengaja ketemu di Kedutaan) kalau sudah ada visa Schengen harusnya aman. Katanya saya pun sebetulnya sudah bisa apply Visa Multiple karena sudah ada cap Schengen. Prosentase di approve nya pun lebih besar karena satu hari langsung jadi. Beda dengan single visa, kita diharuskan menunggu 6 hari kerja baru jadi. 

Status "Under Review" selama 4 hari kerja
Name in English ditulis dimulai dengan Nama Belakang dahulu


Sebelum apply visa ke Kedubes Korea Selatan, saya browsing dan mencari info mengenai visa Korea Selatan yang akhir-akhir ini katanya banyak yang ditolak. Memang tidak ada penjelasan yang pasti mengenai alasan penolakan visa. Tapi yang jelas, selama dokumen kita lengkap, insha Allah aman. Untuk uang tabungan sendiri tidak ada jumlah yang pasti. Beda dengan syarat visa Belanda yang secara gamblang menyebutkan minimal saldo tabungan yang harus kita punya sebesar EUR 34 per hari dikali jumlah lama kita tinggal disana. Untuk visa korea, saya menggunakan hitungan kasar 1jt dikali jumlah lama tinggal. Saya memasukan sejumlah budget USD 800 di dalam form yang kalau ditotal besarnya sama dengan lama saya tinggal di sana.

Mengenai surat keterangan bekerja, jika tidak memiliki pekerjaan yang formal sehingga kita tidak punya SPT sebaiknya membuat Surat Keterangan Tidak Punya SPT. Setelah kejadian ini, saya pun berniat membuat SPT karena selama ini selalu saja tidak sempat, dan SPT pun ternyata kepakai banget kalau lagi kayak gini. Jika pun tidak bekerja, manfaatkan status sebagai Ibu Rumah Tangga, karena saya belum pernah mendengar kasus visa ditolak bagi mereka yang berstatus IRT, justru kebanyakan visa yang ditolak mereka yang bekerja sebagai karyawan. So, bekerja di kantor pun ternyata tidak menjamin. Terus kapan ya Korea Selatan bisa bebas visa atau minimal bisa pakai visa waiver kayak Jepang? Kan enak, udah apply nya gratis, cuma bawa KTP, paspor sama rekening koran doang. Heuuu~

Sekarang tinggal berdoa dan menunggu hasilnya dengan mengecek situs halaman ini berkali-kali, sampai saya jadi hafal sendiri nomor paspor saya. Kami apply visa Senin tanggal 11 Maret 2019, yang saya bela-belain  berangkat ke Kedutaan sambil pakai masker karena saya masih harus bedrest karena sakit sejak 2 hari sebelumnya. Data kami baru masuk ke dalam sistem pada tanggal 12 Maret 2019 dengan status "Under Review". Setelah gundah gulali menunggu ditambah sakit perut selama seminggu karena pengaruh obat, akhirnya status visa kita berubah di hari Senin sore menjadi "Approved". Hyukoh, I'm comiiiiing~~~

Yihaaa, approved!
Untuk pengambilan paspor, sudah ada tanggal kapan kita bisa ambil (di form pengambilan tanggal 19 Maret 2019 pukul 2 sampai 4 sore). Karena masih bedrest, saya baru ambil sehari setelah nya. Sampai Kedubes ternyata ramai banget, ngga kayak pas lagi apply visa pagi-pagi yang suasananya santai. Ini udah kayak di terminal ramai dan berisik, banyak banget om-om yang kayaknya sih dari travel agent, yang sekalinya ngambil langsung 70 paspor (baca: tujuh puluh paspor). Sampai konter langsung diletakan saja form pengambilannya. Untuk pengambilan ngga harus orang yang bersangkutan yang ngambil, bisa titip temen. Nanti nama kita dipanggil manual sama petugasnya. Sama seperti waktu apply visa, nunggunya hampir satu jam.

Ciee.. approved

Dari Kedubes, saya ngga langsung pulang ke rumah tapi ke KTO (Korean Tourism Organization) yang ada di Wisma GKBI dekat Halte Busway Benhil. Di sana kita bisa me-redeem kartu Tmoney hanya dengan bawa fotokopi paspor, visa korea, salah satu booking hotel dan tiket pesawat. Berhubung kantor KTO tutup jam 4 sore, jadi dari kedubes saya langsung ngacir ngojek ke tukang fotokopi di daerah Benhil. Anyway saya sempat salah fotokopi visanya Hana, yang saya fotocopy ternyata visa Cina, tapi sama mas-masnya yang jutek dibolehin dan difotokopi-in sama dia soalnya udah mau tutup kantornya dan mungkin kasian juga ngeliat muka saya yang ngos-ngosan.

Lumayan dapat gratis kartu Tmoney berisi KRW 10.000 dan beberapa buku panduan wisata di Korea
Drama visa pun usai, lanjut nonton drama korea!

You Might Also Like

1 comments

  1. Kak, mau tanya dong.. bisa dapat kartu T-Money dari KTO itu sampai kapan ya ?

    ReplyDelete