Cherry Blossoms in Seoul

May 03, 2019


Kata banyak traveler, musim semi paling cantik itu di Jepang dan musim gugur paling anggun di Korea. Tapi kunjungan saya ke kedua negara itu justru terbalik, menyesuaikan dengan tiket promo yang didapat saja. Jadi 2 tahun lalu saya berdansa dengan daun-daun momiji dan ginko di Jepang, dan sebulan yang lalu Alhamdulillah diberi kesempatan untuk bercumbu dengan bunga sakura di Korea. Tapi keduanya bagi ku tetap sama-sama memesona, karena di negara tempat saya lahir ini dua pohon itu nggak ada. "So, the reason you visited Korea is to see Cherry Blossoms?" Tanya bapak host di tempat kami menginap di Seoul. Kami menggangguk antusias sambil sarapan sebelum jalan ke Yeouido park. Si bapak lanjut bertanya "Then, what kind of trees in Indonesia we don't have?". Saya pun sejenak berpikir dari sekian banyaknya jenis pohon di tanah yang subur ini apa ya kira-kira. Lalu teringat yang menjadi andalan wisata di Indonesia kan pantai dan lautnya, saya pun menjawab dengan pede. "Coconut trees!". Harusnya mah saya jawab pohon pisang ya, kalau pohon kelapa kayaknya di pulau Jeju juga ada. Hahaha.

Saya dan Hana hunting tiket ke Korea sejak enam bulan sebelum nya. Kami mencari tanggal yang pas supaya dapat melihat mekarnya bunga sakura. Ngga kayak musim gugur yang lumayan panjang rentangnya, kalau bunga sakura rata-rata bertahan nya hanya satu sampai dua minggu, tergantung curah hujan dan angin. Itu saja sudah bikin galau ditambah lagi urus visa yang membuat tiap perjalanan jadi semakin menantang. Kami putuskan awal hingga pertengahan April. Dan setelah dapat tiketnya, rentang tanggal yang kami pilih ternyata puncak Cherry Blossoms di Seoul. Jadi yang rencananya mau ke Hwagae dan Jinhae cherry blossom festival kami coret dari itinerary. Selain timingnya yang ngga pas, transportasi ke kedua tempat itu juga super ruwet. 

~
A scene of Cherry Blossoms from 5 cm per seconds movie
Sebelum bercerita tentang perjalanan kami mengejar sakura di Korea saya ingin berbagi sedikit tentang sakura dari kegemaran saya nonton dorama dan baca manga. Bunga sakura, atau Japanese Cherry Blossoms, tidak terpisahkan dari budaya Jepang dan menjadi salah satu filosofi kehidupan mereka. Jatuhnya bunga sakura yang perlahan menjadi metafora tentang jatuh cinta. Tidak heran kisah roman yang ceria biasanya berlatar musim semi, dan kisah roman yang sendu biasanya saat musim gugur. Pohon sakura merekahkan bunga nya hanya dalam satu tahun sekali dan dalam waktu yang singkat begitu berani menggugurkannya. 

A scene from Jdrama Last Cinderella
Melihat bunga sakura tidak hanya menjadi tujuan para turis asing, mereka warga lokal pun menjadikan momen ini sebagai festival. Jadi melihat bunga sakura juga bisa dijadikan momen berkumpul bersama keluarga, piknik di bawah pohon sakura atau sambil bergandengan tangan bersama pasangan menyusuri jalan yang rimbun dengan bunga sakura. Romantis banget kan? Terus kenapa nggak ngajak pacar? Nanti aja sakuraan di Jepang ya beb!

~

Yeouido Cherry Blossoms Festival

Kami tiba di bandara Incheon Minggu pagi lalu menginap satu malam di Seoul, sebelum besoknya berangkat ke Gyeongju. Kami sengaja tinggal dulu di Seoul untuk mengecek situasi. Apakah sakura di Seoul sudah mekar? Setidaknya kita sudah bisa melihat sakura kalaupun nanti ada hujan deras saat kita berada di Gyeongju. Pukul 11:30 kami sudah diperbolehkan check in di Monayi Guest House (biasanya diatas jam 2 siang), lalu ishoma. Penginapan kami dekat sekali dengan Seonyodo Park dan Yeouido Park karena kami berencana dua kali ke Yeouido.

Hari pertama di Seoul rencana kita adalah melihat sakura di Yeouido-ro dan Kwangmyung bridge park lalu membeli tiket bus ke Terminal Express Seoul. Waktu sampai Yeouido-ro udara masih dingin tapi cahaya matahari cukup terik. Kami turun di National Assembly metro station. Dari peta Yeouido Festival, kita mulai dari tengah. Inilah pertama kalinya saya bertatap muka dengan pohon berbunga putih pink yang berbaris di sepanjang jalan Yeouido-ro.



Bunga sakura di Yeouido-ro ternyata sudah mulai bermekaran, meskipun sebagian kecil masih berbentuk putik. Setelah takjub dan cukup pegal mendongak ke atas, kami jalan-jalan di sepanjang trotoar yang rasanya seperti tak berujung, mungkin karena masih jetlag jadi kami sudah lelah. Di beberapa spot terdapat gerobak jajanan.

Es cappuccino, kembang gula, dan eskrim
Bunga dan Sakura.
Hana artinya bunga dalam bahasa jepang.
Jadwal bus kami ke Gyeongju besok pukul setengah dua siang. Jadinya sebelum check out, kita sempetin pagi-pagi main lagi ke Yeouido, dan kita pun disambut sama bunga tulip!

This is also my first time seeing (real) tulips. Waktu ke Belanda udah mau autumn jadi cuma liat replika nya aja
Kami menyusur jalan Yeouido mulai dari start gate festival, jadi turunnya di Yeouido metro station. Masih sepi banget, ya ampun jalanan berasa milik sendiri (sebagian jalan memang ditutup untuk acara festival). 

Kalau kemarin langitnya flat, hari ini langitnya biru karena masih pagi
Pose andalan Hana kalau ketemu bangku taman
Kantornya KBS ternyata ada di sini, yang juga jadi tempat shootingnya kdrama The Producers
Kim Soo Hyun-oppaaaaaaa!!!
Yang lagi pegangan tangan bikin baper
Setelah menyusuri sudut-sudut Yeouido-ro, tampaknya di sini kita ngga bisa piknik di bawah pohon sakura. Jadi kalau mau piknik ya ke Yeouido park nya aja, tapi sepertinya disana justru tidak ada rimbunan pohon sakura. 



Kwangmyung Large Bridge Park

Setelah ngiler baca postingan anakjajan kami memutuskan menghabiskan sore ke sini setelah dari Yeouido. Selain pohon sakura, disini juga ada hamparan bunga canola. Kan unyu banget kan secara aku suka banget warna kuning. Untuk menggapai tempat ini menggunakan metro ternyata sungguh makan tenaga. Mulai dari yang nyasar di metro sampai jarak tempuhnya berjalan kaki hampir dua kilometer. Dan saat sampai di sana ternyata hamparan bunga canolanya engga ada! 


Zonk banget, yaudahlah jadinya kita nikmatin sunset saja di sini. Sembari mikir nanti malam mau makan apa ya ...



Meskipun lelah, ternyata nyasar ke tempat ini pun berfaedah. Pulang dari sini kami naik bus ke metro terdekat lalu ketemu Odeng yang enak banget. Tentang kuliner di Korea saya buat di lain cerita. 


Songpa Naru Park

Setelah 3 malam menjelajah kota Gyeongju didera hujan, kami kembali lagi ke Seoul. Esok paginya kami menuju Songpa Naru Park tanpa ekspektasi, karena hujan yang merata biasanya membuat bunga sakuranya rontok. Eh ternyata engga, justru pas di sini petals nya lagi berterbangan ditiup angin, cyucok banget kalau dibikin video klip. 


Taman ini sebetulnya adalah Danau Seokchon yang sekelilingnya di dominasi oleh bunga sakura.  Di sisi sebelah barat danau ada theme park Lotte World. 



Sayangnya lagi-lagi kita ngga bisa piknik ngegelar tiker di sini, tapi untungnya disediakan banyak bangku taman di beberapa sisi. Duduk lama di taman ini pun rasanya adem bener, karena airnya tenang juga karena cuacanya masih delapan derajat celcius. 


NSeoul Tower

Jangan mengaku pecinta Kdrama kalau kamu nggak tahu Namsan Tower, kamu harus balik lagi nonton Boys Over Flowers a.k.a. Meteor Garden versi Korea nya atau My Love From the Star biar memori tentang tower yang jadi ikon kota Seoul ini membekas dihatimu (cih!). Tapi di sini saya ngga akan membahas menara nya karena di sana hanya ada observation deck dan gembok-gembok cintanya yang sooo-alay. 


Setelah dari Songpa Naru Park, kami makan siang di restoran Eid Halal di daerah Itaewon. Dari sana kami naik Bus No. 5 yang membawa kita langsung ke parkiran bus di depan NSeoul Tower. Setelah turun saya memutuskan untuk jalan kaki ke bawah sekitar 600-700m menuju view point Namsan Tower. Bukan karena kepingin melihat menaranya dari jauh tapi melihat rimbunnya pohon sakura di sepanjang jalan. Jadi untuk menuju Namsan Tower selain dari bus, ada alternatif jalur pejalan kaki, sepeda, dan jalur trail bagi yang hiking. Scenery nya pun tak membuat bosan, pantas saja banyak saya lihat turis yang berjalan kaki di sepanjang jalan ini.

Kalau jalannya rame-rame asik sih, tapi kita musti hemat tenaga buat shopping hihihi
Ayo oppa semangat nggowesnya
Fotoin aku aja maz, ngapain moto menara
Tuh kan ada yang bikin baper lagi.


Anyway, sejujurnya sama seperti pose fotoku diatas, judul artikel ini cliche banget. Sebelumnya berjudul "Semua tentang Sakura di Korea" lalu saya ubah, karena setelah nulis sampai sini kok rasanya pegel banget ya padahal baru tiga hari cerita di perjalanan, belum meng-cover sakura yang ada di Gyeongju. Dan selama itu pula saya puas melihat bunga sakura sampe bosan. But it does not stop me from visiting Japan during Cherry Blossoms too!

You Might Also Like

2 comments

  1. Cakep banget fotonya.
    Jadi kangen nonton sakura di Yeouido Park juga. Aku 3 kali ke sana, yg 2 kali nyasar dong, nggak ketemu sakuranya. Wkwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah aku nyasarnya yg ke Kwangmyung large bridge park mbak lintang, klo yeouido ud sengaja cari penginapan yg deket dari situ biar bisa bolak balik hehe

      Delete