Catatan dan Rute Perjalanan Lengkap ke Bromo

By Niken Andriani - Mar 5, 2021


Setelah empat kali ke Bromo, akhirnya saya punya catatan rute perjalanan lengkap yang bisa dipilih menyesuaikan kondisi dan tujuan ke sana. Catatan yang saya buat lebih sesuai untuk kamu yang melakukan perjalanan mandiri tanpa menggunakan tur.

Bromo adalah salah satu gunung aktif yang masuk ke area TNBTS atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Lokasinya berada di antara empat wilayah kabupaten yaitu Pasuruan, Lumajang, Probolinggo dan Kabupaten Malang. 


What to see

View point wisata ke Bromo adalah melihat matahari terbit dan mengunjungi kawah Bromo. Hal tersebut bisa dilakukan sepanjang tahun selama tidak ada status siaga di Gunung Bromo atau Gunung Semeru. Selain itu wisatawan bisa melihat prosesi Upacara Kasada yang diselenggarakan sekali dalam setahun.

Beberapa tahun lalu, untuk main ke Bromo kita tinggal membawa diri saja langsung ke sana. Saat ini tidak bisa karena ada pembatasan jumlah wisatawan di beberapa situs di Bromo. Berikut situs di Bromo yang ada dalam daftar booking online website resmi TNBTS: 

Bukit Cinta
Bukit Cinta adalah tempat melihat view matahari terbit Bromo. Lokasinya berada di rute Pasuruan. Saya sendiri belum pernah ke sini, hanya lewat saja. Jumlah max. pengunjung 35 orang.


Bukit Pananjakan
Sama dengan Bukit Cinta, situs ini dilewati melalui rute Pasuruan. Pananjakan adalah situs populer untuk melihat matahari terbit dan paling umum dikunjungi wisatawan. Jumlah max. pengunjung 214 orang.


Bukit Kadaluh
Bukit Kadaluh adalah nama lain dari Bukit Kingkong. Situs ini dinamakan Bukit Kadaluh oleh masyarakat Tengger yang artinya pengharapan akan kesuburan. Lokasi nya masih satu jalur dengan Bukit Cinta dan Pananjakan. Situs ini bisa jadi alternatif jika Pananjakan penuh. Saya mengunjungi tempat ini tahun 2016, dapat view sunrise yang cukup cerah. Jumlah max. pengunjung: 107 orang.

Bukit Mentigen
Saya belum pernah kesini. Baru ngeh juga setelah cek di peta ternyata lokasinya masih berada di Dusun Cemoro Lawang, tidak jauh dari hotel tempat kami menginap. Jumlah max. pengunjung: 125 orang.


Savana Teletubbies dan Pasir Berbisik
Bukit Savana ini dinamakan Teletubbies karena pemandangan nya yang mirip dengan latar serial anak-anak Teletubbies. Pasir berbisik adalah spot pembuatan film di lautan pasir yang membentang luas di kawasan Gunung Bromo. Lokasi nya bersebelahan dengan Savana Teletubbies. 11 tahun lalu saat mengunjungi Bromo, savana ini hanyalah padang rumput yang dilewati saat pulang dari Bromo ke Malang.  Jumlah max. pengunjung: 520 orang.

Empat situs pertama yang saya sebutkan di atas adalah spot melihat matahari terbit di Bromo. Untuk mengunjungi ke 5 situs diatas kita diharuskan menyerahkan tiket yang yang sudah dipesan sebelumnya melalui website resmi TNBTS. Berikut syarat untuk mengunjungi Bromo:
- Menunjukkan Bukti Booking Online dengan Scan QRcode di pintu masuk (melalui Hp atau bukti cetak booking online). 
- Membawa Fotocopy KTP/KTM/ dan Paspor yang masih berlaku (Khusus Wisata Mancanegara/Wisman). 
- Pengunjung di atas 60 tahun DILARANG masuk kawasan TNBTS.
- Membawa surat keterangan sehat yang juga menyatakan tidak ada gejala ISPA.
 
Selain situs di atas, ada beberapa spot sunrise Bromo yang bisa dikunjungi tanpa harus memesan tiket Bromo secara online.


Puncak Seruni
Lokasi nya berada di Dusun Cemoro Lawang, sekitar 3 kilometer dari pintu masuk Bromo. Ke Seruni poin ttidak perlu melewati pintu masuk Bromo, di sana kuta hanya dimintai 5 ribu rupiah saja per orang dan biaya parkir motor. 

Puncak B29
Tempat ini masih ada di bucket list saya. Tempatnya cukup asik buat berkemah dan melihat matahari terbit langsung dari tenda. Lokasinya berada di Lumajang. Sama seperti Puncak Seruni, kita hanya dimintai biaya 5 ribu rupiah saja per orang.

How to get there

Terakhir ke Bromo saya menyewa motor 150cc yang memang bisa dipergunakan untuk ke Bromo (nggak perlu sewa jeep). Cocok sekali buat kamu yang suka touring. Saya hanya satu kali menyewa tur dari Malang. Waktu itu naik mobil Innova yang sudah dimodifikasi jadi 4 wheel drive. Jadi untuk menuju Pananjakan tidak perlu menyewa mobil Jeep. 

Saya dapat informasi saat ini bagi pengunjung wisatawan ke Bromo yang menggunakan kendaraan roda 4 pribadi diharuskan menyewa Jeep di Bromo. Untuk Jeep ini kita nggak perlu booking dulu, nanti di sana banyak yang menawarkan jasa sewa Jeep kok, meskipun sendiri atau berdua, nanti bisa gabung dengan wiatawan lain. Perkiraan biaya nya sekitar 50 ribu hingga 100 ribu per orang, tergantung jumlah penumpang per Jeep. Selama berkunjung ke Bromo saya belum pernah naik Jeep. HeheBerikut pintu masuk Bromo dan rute yang dapat dipilih untuk menuju Bromo: 

Rute Probolinggo

Pintu masuk: Cemoro Lawang
Lokasi menginap: Cemoro Lawang
Lokasi view point Bromo: Puncak Seruni dan Bukit Mentigen

Rute ini paling banyak dilalui sebagai jalur berangkat ke Bromo. Mengapa saya sebut berangkat? Karena kebanyakan tur yang membawa wisatawan ke Bromo, jalur berangkat dan pulang nya berbeda. Hal tersebut menyesuaikan kondisi jalan yang menanjak di setiap jalur. Rute Probolinggo lebih dekat dari Surabaya, sehingga wisatawan domestik yang berasal dari luar kota dan wisatawan asing yang mendarat di Bandara Internasional Juanda sudah pasti melalui jalur ini. 

Tempat menginap atau beristirahat yang cocok jika melalui jalur ini adalah di Dusun Cemoro Lawang. Banyak sekali penginapan di dusun ini, mulai dari hotel melati hingga hotel bintang 4. Saya sendiri sudah mencoba rute ini saat perjalanan terakhir ke Bromo pada awal Januari kemarin. Cemoro Lawang adalah dusun yang menjadi tempat tinggal masyrakat Tengger, berdiri di atas kaldera Bromo dan menjadi salah satu pintu masuk ke Bromo. 

Rute Probolinggo menurut saya paling enak karena selain jalan nya yang bagus, view saat menuju Cemoro Lawang cukup asik. Kita juga bisa mampir ke Air Terjun Madakaripura yang lokasinya ditempuh satu jam dari Cemoro Lawang.


Rute Pasuruan

Pintu masuk: Pananjakan
Lokasi menginap: Desa Wonokitri
Lokasi view point Bromo: Puncak Pananjakan, Bukit Kingkong, Bukit Cinta

Rute Pasuruan adalah rute alternatif bagi wisatawan karena jaraknya yang lebih dekat dibanding rute Probolinggo. Saya sendiri sudah dua kali ke Bromo melewati rute ini, karena jaraknya yang cukup dekat dari rumah Bre. Rute ini saya biasa menyebutnya rute Nongkojajar, karena melewati Desa Nongkojajar. Menurut saya, rute ini cocok bagi wisatawan yang ingin langsung ke spot matahari terbit tanpa perlu menginap dahulu karena penginapan di sini tidak banyak.

Jalur ini cukup menantang, naik turun bukit dan meliuk-liuk. Saya sendiri lewat jalur ini tidak pernah malam hari. Hehe. Jalan turun dari Pananjakan ke Kawah Bromo juga sangat curam


Rute Malang

Pintu masuk: Coban Trisula
Lokasi menginap: Area Pasar Tumpang
Lokasi view point Bromo: -

Jalur ini paling banyak dilalui sebagai jalur pulang wisatawan dari Bromo. Namun, tidak sedikit juga jalur ini digunakan sebagai alternatif bagi wisatawan setelah melakukan pendakian di Gunung Semeru. Jalur ini digunakan sebagai jalur pulang karena sudut elevasinya yang lebih landai dibanding 2 jalur lainnya.

Rute ini cukup dekat dari Kota Malang. Dulu jalurnya tidak sebaik sekarang, beberapa jalan saat ini sudah diperbaiki. Jalur ini digunakan sebagai jalur pulang karena biasanya setelah dari Bromo wisatawan bisa singgah ke Kota Malang atau Batu untuk kuliner dan membeli oleh-oleh.


Rute Lumajang

Pintu masuk: Senduro
Lokasi menginap: -
Lokasi view point Bromo: Puncak B29 

Saya belum pernah lewat jalur karena arahnya yang cukup memutar dari Malang. Mungkin lain kali bisa lewat jalur ini jika ingin mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu lalu sekalian dilanjut ke Bromo. 


What to bring

Suhu udara dingin di daerah Bromo tentu mewajibkan kita membawa setelan hangat. Pernah saat pertama kali ke Bromo saya hanya pakai jaket, kaos kaki dan sandal gunung. Dinginnya Puncak Pananjakan sampai membuat saya memakai kaos kaki di tangan, saking tidak tahannya dingin dan membuat tangan beku saat memegang kamera. 

Jadi hal yang perlu dibawa saat ke Bromo adalah sarung tangan, jaket, kaus kaki dan masker. Lebih baik lagi pakai sepatu malah. Jika ingin menginap bawa pakaian hangat seperti kaus dan celana khusus untuk menghadapi dingin. Saya bawa kaos satu Heattech nya Uniqlo yang biasa (bukan yang Extra Warm) untuk tidur ditambah kemeja linen biasa. Nyaman banget tidur bisa nyenyak. Bre pakai kaos panjang 2 lapis dan ditambah sweater katanya nggak bisa tidur karena kendinginan. Akhirnya dia double lagi pakai Jaket Windbreaker baru dia bisa tidur. 

Masker digunakan saat mengeksplor area Kawah Bromo dan Pasir Berbisik karena pasir Bromo mudah sekali berterbangan. Tambahan nya selain itu adalah membawa sandal jepit atau slippers untuk dipakai di hotel. Saat memesan hotel kemarin saya lupa menanyakan ketersediaan slippers ini, ternyata di sana tidak disediakan. 



In Summary...

Melakukan perjalanan mandiri ke Bromo tanpa tur sangatlah mudah. Berikut tips untuk memudahkan perjalanan kamu:

- Jika menggunakan kendaraan roda empat, mobil bisa diparkir di tempat penginapan atau lokasi parkir yang disediakan di dekat pintu masuk Bromo. Selanjutnya kamu bisa menyewa Jeep untuk melakukan tur ke Sunrise point, area Kawah Bromo, Pasir Berbisik dan Savana.
- Jika menggunakan roda dua dan ingin mengeksplor sendiri area Bromo, maka sebaiknya sewa motor yang memang diperbolehkan untuk dikendarai di jalanan berpasir. Saya menggunakan motor matic 150cc yang nyaman dipergunakan saat melewati Lautan Pasir Bromo. Motor matic biasa tidak disarankan karena karet mesin pemutar roda bisa putus karena dipaksakan berjalan di jalanan berpasir. Sebagai alternatif bisa menggunakan motor gigi.
- Saat musim hujan November - Februari, lautan pasir Bromo mudah dilewati, tapi biasanya mendung saat melihat matahari terbit. Saat musim panas mudah sekali dapat cuaca yang cerah saat melihat matahari terbit, namun kondisi jalanan berpasir agak berbahaya sehingga kita harus lebih berhati-hati. 
- Saat memesan tiket online, tanggal tiket yang dipilih berlaku satu hari di tanggal yang sama (bukan 24 jam), jadi belilah tiket sesuai kebutuhan saat mengunjungi situs di Bromo. Saya menginap satu malam di Cemoro Lawang dan ke situs Savana keesokan harinya, jadi saya membeli tiket Bromo untuk hari berikutnya saja.  
- Pilih rute perjalanan yang menyesuaikan situs di Bromo yang ingin kamu kunjungi. Jika hanya ingin mengunjungi Savana Bromo, kamu bisa memilih rute Malang untuk pulang-pergi. Jika ingin perjalanan yang santai, bisa menginap di Cemoro Lawang melalui rute Probolinggo.
- Jangan lupa, enjoy the trip!

No comments

Post a Comment