Cara Memperpanjang SIM Online Tanpa Keluar Rumah

By Niken Andriani - Jan 26, 2022


Mengurus sendiri dokumen negara membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, bukan hanya karena antriannya tapi terkadang karena gambaran sistem yang kurang jelas. 

Semenjak tahun 2021, sebagian pengurusan dokumen negara sudah dibuat dengan sistem daring (online). Salah satunya adalah untuk urusan dokumen kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK. Kali ini saya akan membagian pengalaman memperpanjang SIM C untuk motor dengan sistem online tanpa sekalipun keluar rumah. Lumayan mudah, hanya membutuhkan cukup konsentrasi saat tes psikologi. Untuk biayanya juga lebih murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya tes kesehatan seperti saat perpanjangan SIM di samsat keliling atau pusat.

1. Aplikasi yang diunduh dan install ada 3

  • Digital Korlantas: aplikasi utama untuk perpanjang SIM
  • e-Rikkes: aplikasi untuk tes kesehatan
  • ePPsi SIM: aplikasi untuk tes psikologi
Aplikasi Digital Korlantas

Verifikasi aplikasi Digital Korlantas

Pastikan Anda memiliki pulsa untuk SMS. Buka aplikasi Digital Korlantas, daftar pertama kali menggunakan nomor telephone yang aktif. Aplikasi secara otomatis akan menghubungkan untuk kirim SMS ke 99333. Lalu balas OK. Buka kembali aplikasi Digital Korlantas lalu buat pin 6 digit.

2. Dokumen yang perlu disiapkan

  • Foto e-KTP
  • Foto SIM lama
  • Foto tanda tangan di kertas putih
  • Foto selfi atau softcopy pasfoto, dengan background biru. Tidak menggunakan kacamata, hijab warna biru, penutup kepala seperti topi atau peci.

Semua foto di atas harus memiliki ukuran 480 x 640 pixel, bisa dimanipulasi dengan aplikasi Canva atau sejenisnya. Pasfoto saya edit sendiri dari ponsel, untuk menghapus background foto lewat browser di remove.bg lalu untuk menambahkan background biru saya pakai Canva.

4. Melengkapi data dan verifikasi KTP di aplikasi Digital Korlantas

Isi NIK dan nama lengkap sesuai yang ada di e-KTP. Masukkan email. Selanjutnya buka inbox email untuk melakukan verifikasi email. Langkah berikutnya ada melakukan foto diri untuk verifikasi ktp. Nah di sini ada kesalahpahaman, saya kira mengambil foto di sini yang dimaksud untuk foto SIM baru tapi ternyata hanya verifikasi saja. Saya lumayan lama menghabiskan waktu di bagian sini karena ingin mendapatkan hasil foto terbaik, ternyata buang-buang waktu.

Berdasarkan pengalaman kemarin, selanjutnya kita langsung lengkapi data di e-Rikkes dan ePPsi SIM biar snantinya kita nggak bolak-balik isi data di aplikasi utama Digital Korlantas. Data secara otomatis akan tersinkronisasi berdasarkan NIK di KTP. Jadi tidak masalah jika email yang kita daftarkan ke tiap aplikasi di langkah no. 2 berbeda.


Pilih Faskes Jakarta Pusat

5. Proses aplikasi untuk tes kesehatan. 

Buka e-Rikkes dan lakukan proses DAFTAR. Setelah daftar, buka email untuk aktivasi. Lalu login ke aplikasi. Di sini nanti kita akan dimintai untuk swafoto dan memasukkan NIK. Masuk ke menu Pendaftaran untuk melengkapi data pribadi. Pilih Faskes di daerah KOTA ADM. JAKARTA PUSAT,  karena hanya di sini tes kesehatannya sudah bisa dilakukan online dan gratis. Pilih tanggal kedatangan di hari mengisi. Selanjutnya isi formulir secara jujur ya dan pencet tombol submit jika sudah selesai.

Registrasi aplikasi ePPsi

6. Proses aplikasi untuk tes psikologi. 

Buka ePPsi SIM dan lakukan proses REGISTRASI. Setelah daftar  kita akan dimintai untuk swafoto. Buka email untuk melihat kode verifikasi, masukkan kode melalui aplikasi lalu kirim. Lalu login ke aplikasi. Masuk ke menu Tes Psikologi SIM. Di sini kita akan diminta untuk membeli voucher untuk tes. Di aplikasi, pembayaran yang bisa dilakukan hanya melalui Bank BNI, tapi saya sudah coba menggunakan e-wallet DANA dan itu berhasil. Bisa juga pakai OVO. Untuk jumlah biayanya tahun ini mengalami kenaikan dari Rp 27,500 jadi Rp 37,500. 

Tes Kepribadian yang berupa 100 pernyataan tanggapan
Klik tombol tanda tanya <?> di pojok kanan atas untuk melihat instruksi cara pengerjaan tes. 

Tes Kecermatan yang berupa 45 soal x 10 lembar
Klik tombol tanda tanya <?> di pojok kanan atas untuk melihat instruksi cara pengerjaan tes. 

Selesai melakukan pembayaran, kita bisa mulai untuk tes psikologi. Seperti yang sudah saya tulis di awal blog, pada bagian ini akan membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Jadi siapkan diri Anda dalam keadaan sudah makan, karena kondisi lapar bisa membuat emosi. Tes psikologi dibagi menjadi dua, yaitu tes kepribadian yang berupa 100 pernyataan setuju/tidak setuju dan tes kecermatan yang berupa 450 baris pilihan soal jawaban angka. 

Jika semua langkah di atas sudah siap, lanjut ke langkah no 7. 

7. Proses Perpanjangan SIM

Pada halaman utama aplikasi Digital Korlantas, pilih menu Perpanjangan SIM, pilih SIM C. Lalu masukkan nomor SIM yang ada di kartu SIM C. Upload dokumen yang sudah disiapkan di langkah no. 2. 

  • Registrasi Identitas. Pada bagian ini, sebagian data sudah digenerate berdasarkan data KTP, kita tenggal lengkapi data yang masih kosong. Di bagian sini ada data manual yang sepertinya salah saya masukkan, seperti lokasi penerbitan SIM, saya isi JAKARTA, seharusnya POLDA METRO JAYA. 
  • Kelengkapan Persyaratan. Klik Cek Kelengkapan Data di bagian bawah menu, sistem secara otomatis akan sinkronisasi data untuk tes kesehatan dan tes psikologi yang sudah dilengkapi di langkah no. 5 dan 6.
  • Lokasi SATPAS. Pilih SATPAS terdekat dari alamat tempat tinggalmu untuk pembuatan dan pengiriman SIM.

  • Rekening Pengembalian. Isi data rekening untuk pengembalian dana jika SIM Anda ditolak.
  • Pengiriman/ Pengambilan. Untuk pengiriman, pilih Pos Indonesia dong biar afdhol tanpa keluar rumah sama sekali. Pilihannya ada 2, Regular dan Ekspres. Ini hitungan untuk biaya dari Polda Metro Jaya di Jakarta Barat ke alamat saya di Jaksel.
  • Konfirmasi Data

Tips

1. Saat ini masa berlaku SIM sudah tidak sesuai tanggal lahir tapi sesuai dengan tanggal saat SIM dicetak. Jadi sebaiknya urus perpanjangan SIM dua minggu sebelum masa berlaku habis. 

Contoh salah masukin foto.

2. Usahakan foto diri atau softcopy pas foto dengan background biru cukup baik. Hasil cetak yang ada di SIM ini akan sama dengan yang kita upload (tidak ada editing atau proses cropping dari sistem). Ada beberapa kasus orang yang memfoto pas foto dengan tangan dan yang tercetak di kartu SIM ternyata sama. Kalau kasus saya, foto wajah terlalu kecil (kurang cropping).

Foto saya yang tidak muncul setelah pembayaran selesai.
Foto baru muncul esok harinya setelah refresh aplikasi.

3. Kasus foto yang tidak muncul di preview kartu di aplikasi. Awalnya foto saya tidak muncul karena foto baju yang saya gunakan warna biru dongker, dugaan saya mungkin karena sistem tidak mau menggeneratenya. Waduh! Masa saya harus perpanjang SIM dari ulang? Karena transaksi ini tidak ada pilihan menu untuk pembatalan. Saya pun panik, dan mencoba mengontak admin korlantas melalu DM ke twitter. Esoknya saya coba refresh aplikasi dan ternyata wow muncul.

4. Menghafal NIK atau no KTP sendiri. Menurut saya kewajiban WNI adalah hafal NIK karena tiap kita mengurus dokumen pemerintahan, no KTP sudah jadi standar input data.

5. Total Biaya : Rp 156,500. Dengan rincian tes psikologi di aplikasi ePPsi Rp 37,500 + Rp 2,500 biaya admin melalui e-wallet, PNBP SIM C Rp 75,000, biaya Layanan Rp 10,000 dan pengiriman Ekspress Rp 31,500. Setelah SIM sampai ke rumah saya cek ternyata biaya kirim hanya 16,000. Waduh gede juga chargenya ya.

6. Hasil cetak SIM. Saya urus SIM hari Kamis, hari Sabtu paket tiba di rumah. Hasil cetaknya begitu mencengangkan. Ternyata foto saya dicrop tapi meleyot. Terdapat beberapa perbedaan antara hasil generate SIM di aplikasi dan hasil cetak SIM. Seperti nomor SIM masih menggunakan nomor SIM lama, lokasi penerbitan, dan tentunya pas foto. 

Hasil koleksi kartu SIM yang pergantiannya tiap 5 tahun sekali.

No comments

Post a Comment