Batu Night Spectacular

Friday, March 13, 2015

Amusement Park. Taman bermain atau taman ria adalah salah satu favorit destinasi saya.
Tapi tidak untuk wahana yang satu ini.


BNS. Singkatnya begitu, dari tahun 2009 waktu pertama kali solo traveling ke Malang, muncul keinginan menggebu buat main ke BNS. Yang akhirnya baru kesampean enam tahun kemudian. Waktu itu sih mikirnya tempat ini kayak taman-taman lampion gitu. Tapi ternyata BNS itu tempat wahana bermain mirip BCL (Bandung Carnival Land) yang hanya buka mulai dari sore hari hingga tengah malam. 

Jam menunjukan pukul 4 sore, di warung bakso bakar Pahlawan, mangkuk kedua, sambil kepedesan, saya iseng mengajak Brew ke BNS (baru inget dulu pengen banget ke sini). Toh hari itu malam terakhir di Malang jadi kami memutuskan ngga pergi ke tempat-tempat yang ekstrim kayak bromo dan sekalian ngobatin paralayang yang gagal. Lokasi menuju BNS sangatlah mudah di capai, karena berlokasi tidak jauh dari Jatim Park. Di tengah jalan kami juga sempat berhenti, sekedar menikmati udara sejuk dan pematang sawah dibawah langit yang mulai senja.


Jadi teringat buku gambar SD


Sampai di BNS, kami langsung menuju loket tiket. Untuk masuk saja kita dikenakan biaya 25 ribu rupiah (weekend). Jika kita hanya membayar tiket masuk, maka untuk setiap wahana kita diharuskan membayar tiket lagi per wahana, rata-rata per wahana adalah 10-15 ribu rupiah. Jadi kita diberi opsi lain dengan membeli tiket terusan sebesar 90 ribu rupiah untuk semua wahana kecuali Go Kart, The Battle Area dan Banji Trampolin. Tentu saja kami beli tiket terusan, karena rempong kalau harus buka-buka dompet setiap mau masuk wahana. 

Disana kami lupa, kami kembali menjadi anak-anak. Berlari-lari ke sana kemari layaknya pasangan muda yang jatuh cinta. Halah.. Kami mulai dengan wahana Kora-kora kalau di Dufan mereka bilang. Disco Bumper Car, dimana kami main bom bom car diiringi musik dangdut pantura. Lucu nya dari semua wahana kebanyakan kami cuma naik berdua saja, jadi waktu teriak-teriak itu aneh karena cuma saya saja yang teriak.


Ghost Stories

Di BNS, ada wahana yang unik namanya Art Trick. Seperti dua foto di atas, kami lumayan lama berada di dalam sana. Selanjutnya Gravitron, yang bikin Brew ketagihan. Kalau saya sih ngga, karena sensasi ngambang setelah diputer-puter dengan kecepatan tinggi itu bikin mual. Salah satu wahana yang paling antri adalah Sepeda Gila, sama seperti di BCL kami menaiki sepeda di atas ketinggian. Yang membedakan di BNS adalah jalurnya memutari taman bermain dan di sebelah kiri kami disuguhi pemandangan bukit bintang. Lokasi BNS memang diatas bukit di malam hari pun view kota Batu terlihat dari sana.


Lampion Garden, tujuan utama kami ke BNS
Setelah menaiki beberapa wahana yang bikin ngos-ngos an, kami pun beristirahat di Lampion Garden. Banyak bangku taman yang disediakan. Lampion yang dibuat pun beraneka ragam dan unik. Ada yang memang diletakan di kolam air mancur dan ada yang dibuat terbang seperti hot air balloon. Permainan kami akhiri dengan mengunjungi Night Market dimana kita bisa berbelanja souvenir bertema kota Batu dan Malang. Harganya pun sangat murah menurut saya. Berbeda sekali dengan souvenir yang dijual di taman bermain di kota besar seperti Dunia Fantasi atau USS di mana terkadang harga souvenir lebih mahal dari harga tiket masuk. Begitu juga dengan harga makanan yang dijual di Food Court, lebih murah daripada jajan di kantin kantor. Hehehe. 

And the final attack is Hot Rodeo! Wahana ini jadi tontonan banyak orang. Tadinya sepi banget wahana ini, lalu tiba-tiba jadi ramai setelah saya coba naikin dan berkali-kali jatuh ngga berhasil. Brew ternyata ngga boleh naik wahana ini karena berat badannya melebihi 70 kilo. 


Detik-detik mau jatuh


Bermain di taman hiburan, entah itu di Pasar Malam, atau di taman hiburan kota, semua menyenangkan. Menyadarkan kita bahwa kita masih memiliki jiwa kekanakan. Melatih adrenalin dan menguras keringat. Ada satu permainan yang membuat saya tertantang, yang menontonnya saja membuat saya sesak napas. The Streaming Condor, roller coaster berbentuk U yang kecepatannya bisa mencapai 122km/jam. Wahana ini pernah ditayangkan di episode Running Man. Mungkin next challenge kalo mampir ke Taiwan? Let's see.

You Might Also Like

2 comments

  1. tiap kali liat foto yg terakhir selalu ngakak, wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh.. wahana yang lo ga bisa naikin gegara kelebihan BB ya? wkwkwk

      Delete

Subscribe