Camping Ceria: Pulau Kelagian

Thursday, November 5, 2015

Lima tenda terpasang, dengan tenda cinta saya ada ditengah-tenagh
Anyway, kanan kiri ada warung sama musholla. Hahaha.. 
Setelah ngga puas snorkeling di Pulau Dolphin bulan April lalu (tulisan menyusul), si pacar kekeuh ngajakin lagi melaut. Doi lagi ketagihan banget nyemplung-nyemplung setelah berani lepas pelampung dan mulai keasikan pake fins. Pas banget, di grup What's App yang sepi itu tiba-tiba ada yang ngepost ngajakin trip ke Pulau Pahawang, Lampung. Beberapa kali ada yang menanggapi dengan pertanyaan, "Kapan? kapan? kapan?" Namun tidak mendapat balasan. Akhirnya saya pun berinisiatif untuk langsung japri TS nya, si Bang Matz ini yang emang trek jalan-jalannya keliling Indonesia udah ngga keitung lagi. "Bang jangan PHP dong, minat nih nanti gue bantuin cari massa." Begitu lah sampai setengah memaksa akhirnya diputuskan tanggal 23 Oktober kemarin kami berangkat, H-9 plan kami tercetus dan dalam jangka seminggu kami harus dapet 14 orang biar budgetnya minim.

Dari jauh nampak Pulau Pahawang Kecil yang sebagian sudah dimiliki oleh orang asing.
Langit nya kelabu, sedih daku melihatnya.
Trip-trip ke Pulau Pahawang sebenarnya banyak tersebar di dunia maya, karena pulau nya emang lagi ngetren. Tapi dari sekian banyaknya trip Pahawang ini, yang murni share cost itu jarang dan bisa dibilang susah nyarinya. Minimal aja buat trip kesana itu 500 ribu per orang, dengan asumsi meeting point di Pelabuhan Merak. Makanya waktu diajakin share trip sama Bang Matz, saya langsung menggebu-gebu buat merealisasikan trip ini. Bagaimana engga, saya kasih bocorannya nih ya, trip kita cuma habis 250 ribu per orang! Setengahnya dan tentunya kami lebih puas, kapal yang kami sewa serasa milik pribadi dan kemping di pulau private tuh serasa lagi cast away .. Pengalaman yang sangat jauh berbeda bila kita ikutan travel agent. 

Mendekati hari-H, kami mulai panik karena beberapa orang yang tadinya komitmen untuk ikut tiba-tiba banyak yang mengundurkan diri, dan beberapa diantara nya belum ngasih DP buat kapal dan mobil sewa. Kesel sih tapi untungnya ada beberapa temen dari jaringan yang dulu ikutan trip ke Pulau Dolphin mau ikut di last minute! Jadilah kami ber-16 berikut TS nya berangkat ke Lampung. Dengan tiga meeting point, yaitu di Terminal Kampung Rambutan, Plaza Slipi, atau langsung di Pelabuhan Merak. Dengan segala drama ala Indonesia yang ada, kami baru berangkat dari Merak pukul 2 pagi. Sampai di Merak pas subuh, lalu lanjut ke Dermaga Ketapang menggunakan mobil APV yang mampu menampung seorang supir dan 8 orang peserta. Lumayan desak-desakan juga sih selama dua setengah jam kami di dalam mobil. Sempatin mampir dulu di warung padang sarapan. Gile baru kali ini sarapan nasi padang pagi-pagi lengkap bumbu rendang sama sambel ijo nya.

Dermaga Pulau Kelagian tempat kami bermesraan.
Serta kapal private yang membawa kami keliling Pahawang selama dua hari.

Judul tulisan ini saya buat menjadi di Pulau Kelagian, pulau kecil yang berada di antara dermaga Ketapang dan Pulau Pahawang. Pulau Pahawang itu sendiri adalah sebuah desa dan pulau yang terletak di Lampung Selatan. Jaraknya sekitar 40 menit dari dermaga Ketapang. Kami sampai dermaga pukul setengah sembilan dan langsung ganti kostum berenang. Sampai di Pulau Kelagian kami drop barang dan langsung off to the sea! Tiga kali snorkeling, sekali mendarat di Pulau Pahawang kecil untuk makan siang dan foto-foto unyu di pulau Gosong.

Mampir sejenak di Pulau Pahawang Kecil buat makan siang beralaskan pasir pantai

Malam harinya kami bakar ikan yang dibeli di Dermaga Ketapang. Hanya ikan tongkol biasa, yang masaknya dimasak dengan luar biasa. Saya bertiga dengan Wina dan Nisa kebagian tugas menyetin ikan (bersihin insang dan isi perutnya), fresh langsung dari pinggir pantai. Pengalaman hampir setahun masakin buat pacar pastinya perkara begitu sih kecil. Malam itu kami rame-rame makan ikan yang dibumbuin seadanya pake kecap dan cabe rawit ditambah nasi putih buatan Wongso menambah kehangatan di antara kami.

Arangnya diambil langsung dari api unggun.
Satu hal yang disayang dari trip ke Pahawang ini adalah kondisi langitnya yang kelabu. Entah karena asap kebakaran hutan yang sudah mencapai Palembang atau memang karena mendung. Kalau mendung seharusnya panas tidak menyengat. Tapi ini cuaca panas dan langit seperti dikepul oleh kabut. Teman kemping kami yang juga nenda di Pulau Kelagian berasal dari Palembang, mereka bercerita kalau mereka ke Lampung untuk menghirup udara segar, besok kembali lagi ke Palembang untuk merasakan sesak nafas. Sembari duduk di dermaga, mencoba memancing ikan, serta iringan dari gitar yang mereka bawa, kami bercengkrama di bawah cahaya bulan. Tentang keserakahan manusia yang tiada habisnya.

Bobok di hammock semeriwing-semeriwing

Kembali kami ke tenda, hampir semua kawan kami sudah tertidur pulas. Mungkin karena terlalu lelah snorkeling, bayangkan dari jam 9 pagi hingga jam 3 sore. Memang kalau acara trip sendiri, tak ada yang mengatur harus berapa lama kami di spot ini, atau pindah di spot lain. Mungkin karena rata-rata kami semua keranjingan nyelem maka durasi kami di dalam air lebih lama dibanding di atas kapal. Biarpun langit kelabu, tapi pemandangan didalam air cerah banget, tingkat visibilitasnya oke. Ulasan tentang underwater Pahawang akan saya tulis di artikel lain. Di sini saya ngga masukin foto-foto underwater karena PR banget yang bawa kamera underwater jalan-jalan terus jadi belum sempat ngeshare foto-fotonya.

Cuplikan Pulau Mahitam,
Tunggu ulasannya ya!
Esoknya, setelah sarapan seadanya (pancake coklat gagal buatan si Brew) kami langsung packing. Masih pukul 7 pagi sih, tapi kami ngga sabaran buat nyebur lagi. Kami snorkeling lagi di spot yang sama seperti kemarin, spot taman laut nemo. Di hari sebelumnya kita ngga puas karena terlalu banyak orang di spot itu, dan kami kembali lagi ke sana. Tak dinyana, ada kecelakaan kecil di sana sampai kami harus berenang ke warung di atas laut untuk beristirahat. Ceritanya nanti di ya di artikel lain. Hehee.. Karena itu lah dari spot taman nemo kami langsung kembali ke Pulau Kelagian untuk mengambil barang. Lalu ... Pulang? Tidak dong, kami mampir dulu ke Pulau Mahitam. Setelah sejam panas-panasan di Pulau Mahitam, matahari tepat di atas ubun-ubun, kami kembali ke Dermaga Ketapang. Lalu bilas dan mandi sambil ngantri. Setelah semua siap, pukul setengah dua siang kami lanjutkan perjalanan ke Bandar Lampung. Rasanya tidak lengkap jika tidak mampir ke Baso Sony. Kenyang sampai ada yang nambah-nambah ditambah es jeruk seger membuat petualangan dua hari itu terasa begitu menyenangkan bersama dengan teman-teman yang gila!

Pulang.. pulang.. pulang

Kesan dari trip kemping di Kelagian ini adalah saya dan pacar jadi dapet ilham buat kemana trip tahun ini. Setelah galau meraja lela selama sebulan akhirnya kami menemukan jawabannya pas lagi nongkrong santai sambil makan shin ramyun di dermaga. Udah puas banget nih kita nyelem, ketemu nemo dan kawan-kawan, dan perasaan haru bahagia banget ketemu laut meskipun langitnya selalu abu-abu. Maka akhir tahun ini akan kita habiskan dengan mengeksplor kota a.k.a city trip!


Fotonya udah keren, cuma langitnya flat dan carriernya miring!


Budget

Ferry Merak - Bakaheuni PP: Rp 30.000/ orang
Mobil APV PP 2 hari : Rp 800.000/ 8 orang
Kapal 2 hari : Rp 1.000.000/16 orang
Sewa lahan: Rp 10.000/orang
Ikan tongkol: Rp 60.000/16 orang
Nasi Box hari pertama: Rp 20.000/orang
Biaya lain-lain: Rp 500.000/16 orang
Total per orang dibulatkan menjadi Rp 250.000

Itinerary

Jumat
20.00 - 21.00 : Meeting point Terminal Kp Rambutan
00.00 - 01.00 : Meeting point Indomaret Pelabuhan Merak

Sabtu
01.00 - 05.00 : Perjalanan ke bakauheni via Kapal Ferry
05.00 - 05.30 : Tiba ke Bakauheni Sholat Shubuh
05.30 - 09.00 : Perjalanan darat to Dermaga Ketapang via mobil (optional=sarapan juga bisa cari dijalan,liat waktu juga)
09.00 - 10.00 : Sarapan di Pulau Kelagian, titip barang2 berat seperti tenda (bukan pasang tenda) dan persiapan Snorkeling
10.00 - 12.00 : Exploring/snorkeling Pulau MAHITAM
12.00 - 13.00 : Istirahat Sholat Makan Siang (makan siang nasi kotak, jadi bisa hemat waktu)
13.00 - 14.30 : Exploring/snorkeling Pulau Tegal
14.30 - 16.00 : Exploring/snorkeling Pahawang Kecil dan Pahawang Besar. Lanjut kembali ke Pulau Kelagian.
16.00 - 19.00 : Pasang tenda, Bersih-bersih dan sholat, sunset di pulau Kelagian.
19.00 - 22.00 : Makan malam and acara akrab bersama
22.00 - 05.00 : Acara bebas, istirahat

Minggu
04.30 - 05.00 : Sholat Shubuh
05.00 - 06.00 : Hunting Sunrise
06.00 - 07.00 : Sarapan
07.00 - 11.00 : Exploring Tanjung Putus
11.00 - 13.00 : Back to Pulau Kelagian, packing tenda, persiapan pulang
13.00 - 13.30 : Kembali ke Dermaga Ketapang
13.30 - 17.00 : Perjalanan darat Kembali Pelabuhan Bakauheni (mampir makan siang & beli oleh2 = dikondisikan)
17.00 - 20.00 : Perjalanan Bakauheuni - Merak via kapal Ferry
20.00 - 00.00 : Kembali ke Jakarta/daerah masing2....sayonara

You Might Also Like

4 comments

Subscribe