Cesky Krum-Love

February 02, 2017


Dari kota Prague yang jadi tempat romantis bagi para pasangan pelancong, kami berdua bergerak ke arah selatan, ke Cesky Krumlov. Kota yang luas areanya masih lebih kecil dari Ikea Alam Sutera ini, menjadi kota yang sering muncul di berbagai tulisan tentang destinasi kota-kota kecil yang imut di Eropa. "Small-town fetish", sepertinya menjadi tema dalam perjalanan kami keliling Eropa selama hampir dua bulan ini. Beberapa kota kecil yang sudah kami singgahi seperti Cochem, Bruges dan Prague. Karena kota kecil berarti kami tidak perlu susah payah untuk menjelajahinya. Dengan waktu empat hingga lima hari, kami bisa menikmati tiap sudut kota sampai kami jadi hafal setiap jalan dan likunya. 


Kota ini tidak jauh dari Prague, jaraknya ditempuh tiga jam menggunakan bus lokal paling hemat yang menjadi favorit kami, Student Agency. Bus ini memiliki dua pemberhentian yaitu di  Cesky Krumlov - Spicak dan Cesky Krumlov - AN. Pada awalnya kami memilih pemberhentian yang pertama karena lebih dekat ke hostel, tapi karena kelewatan, kami jadi turun di Cesky Krumlov - AN. Tidak seperti permberhentian pertama yang ada di pinggir jalan (makanya kami ngga ngeh dan kelewatan), pemberhentian terakhir ini tempatnya betulan seperti terminal bus. 

Kami sampai sekitar jam empat sore, para penumpang yang berbarengan dengan kami mulai berhamburan keluar dan meninggalkan terminal. Kami berdua lalu duduk termenung di bangku kayu yang ada di pinggir terminal. Bre mual-mual mungkin karena setengah jam terakhir bus melaju di jalan yang meliuk-liuk. Saya mencari cara untuk mencapai hostel. Mau nanya orang, tapi sepi ngga ada orang sama sekali. Saya mencoba jalan menaik yang tadi dilewati para penumpang dan masih tidak mendapat petunjuk. Saya pun mendekati bus yang kira-kira wifinya masih menyala, dan akhirnya map di hp saya ke load, dan kami dapat rute jalan kaki ke hostel. Sebetulnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar satu kilometer, tapi karena jalannya yang naik turun jadi berasa banget sambil gendong tas berkilo-kilo ini. 

Map gratis terbitan cityspy.info, beberapa kota mapnya mirip-mirip gini.
Dari terminal AN, kami keluar melewati pom bensin dan menyebrang jalan. Lalu masuk ke hutan kecil yang ada di kiri jalan. Cukup rindang sehingga mengurangi letihnya menggendong tas di sore hari yang masih berasa jam 12 siang. Jalannya menurun hingga tembus ke pinggir sungai. Seger banget ngeliat air yang mengalir, jadi pengen cepet-cepet mandi. Kami menyebrang jembatan dan melewati operator rafting. Kami terus berjalan melewati parkir mobil, dan entah mungkin insting saya yang lagi kuat, kami bisa sampe ke hostel tanpa kesasar. 

Yang terjadi setelah sampai ke hostel dan langsung geletakin badan ke kasur.

Sampai hostel, kami rada-rada bingung karena ternyata pintu masuknya diujung banget. Mau masuk ke bagian resepsionis nya tapi hostelnya bentukannya ngga kayak hostel biasanya jadi agak ngga jelas gitu tata letaknya. Kami menginap di Hostel 99, yang menjadi pilihan paling murah dari semua hostel yang ada di Cesky Krumlov. Setelah ketemu dengan Josef, si resepsionisnya, dengan banyak basa basi ngga penting, sampai ngomongin soal koin 10 Baht yang dikasih sama tamu yang baru check out, kami diantar ke kamar paling atas yang ada di lantai 3. Doi friendly dan baik juga sih, tas saya digendongnya sampai depan kamar. Uhuu~ biasanya Bre akan naik turun saat kunci sudah kami pegang.

Morning... It's chill, maybe summer will end here.
View dari jendela kecil yang ada dikamar.

Arsitektur hostelnya lucu dan unik. Hostelnya juga bersih, dan dapurnya lumayan lengkap. Sayang tangga nya curam banget seperti tangga ke loteng, yang selalu membuat saya ngeri pas turun. Hostel 99 menjadi satu dengan restoran yang ada di sebelahnya. Hostel ini milik keluarga, sempat baca review kalau ada beberapa turis yang bermasalah di sini. Tapi selama kami menginap tiga malam di sini ngga ada masalah sih, yang penting ikutin aja peraturannya, juga waktu check out nya. 

Kami beristirahat hingga petang dan mencoba berjalan keluar mencari pengisi perut. Baru pukul delapan malam, masih blue hour tapi minimarket sudah tutup. Meski malam minggu, sepi banget, ngga banyak orang yang lewat. Kalau di Prague rame banget, di sini justru sepi dan lebih tenang. Karena anti sama makan di restoran (walaupun pernah sesekali terpaksa), akhirnya kami kembali ke hostel dan masak mie.


Pagi itu (28/08/2016), kami keluar hostel melewati jalanan batu blok yang masih sepi. Abaikan foto diatas karena itu udah sore. Mau sarapan tapi belum ada yang buka. Jadi terus saja kami berjalan hingga sampai ke spot paling kece di Cesky Krumlov. Spot dimana kita bisa melihat pemandangan kota ini seluas-luasnya. Sayangnya pagi itu berkabut dan petugas yang menyiram pasir mengusir kita dari situ. Jadi kami turun dan mencari sarapan di minimarket Coop sekaligus berbelanja bahan masak-masakan untuk tiga hari kedepan. 

Pagi yang masih berkabut

Kota ini bisa khatam dikelilingin selama satu jam, saking kecilnya. Jadi selama 4 hari kami disana, kami sudah hafal jalan dan ngga perlu lagi peta dari brosur dan peta offline. Berikut berapa spot yang scenic dan memorable di Cesky Krumlov.

Cloak Bridge 

Cloak Bridge menghubungkan State Castle dan Baroque Theater. Jembatan ini berdiri di atas tiga level pilar batu besar yang bentuknya melengkung yang ada di bawahnya. Dari gambar yang saya ambil, di sebelah kiri akan terlihat Jelení Garden dan di sebelah kanan adalah pemandangan kota Cesky Krumlov.

Vltava River  





Sungai yang mengalir dari Prague di utara hingga ke selatan Bohemia ini, juga menjadi ikonik Cesky Krumlov. Bentuk alur sungainya yang meliuk melintasi kota membuat pusat kota Cesky Krumlov seperti berada ditengah-tengah dikelilingi oleh sungai. Karena alirannya tidak begitu deras, kita bisa melihat bayangan bangunan-bangunan yang berdiri di sekelilingnya. 

Over the staircase in Nad Schody street



Dari Town square, kami menyebrangi sungai lagi melewati jembatan, lalu naik melewati tangga-tangga yang unyu tapi ngga sempat aku jepret karena lelah mendaki. Sampai di atas, akan terlihat jelas sekali gereja St Vitus Víta yang berdiri tinggi diantara bangunan-bangunan rumah yang ada disekelilingnya. Dari Nad Schody, kita bisa berjalan melewati hutan-hutan menembus ke Castle Garden.

Panorama Kota Cesky Krumlov

Saya mungkin, tidak hanya dua atau tiga kali ke sini. Salah satu spot paling kece yang ada di Cesky Krumlov, berada di tengah-tengah antara State Castle dan Castle Garden (Zámecká zahrada). Jika mencari di peta, cari saja restoran Staročeská Máselnice. Lokasi nya adalah adalah teras dari restoran. Karena tempat nya yang berada di atas ini, siap-siap mendaki anak tangga yang lumayan curam. Jika State Castle masih tutup, kita bisa lewat bawah Cloak Bridge atau memutar melewati Town Square dan Nad Schody street. Karena kota nya yang sangat kecil ini, kami berdua mencoba melewati semua jalurnya. Jadi kami bisa melihat semua sudut-sudut kota Cesky Krumlov.

Namesti Svornosti, Cesky Krumlov's town square








Cloak Bridge yang terlihat dari bawah.








Di sapa mas-mas bule yang lagi beresin isi mobilnya, katanya "Selamat pagiii"
Kayaknya muka travelmate ku yang pribumi banget. hahaha
Selama 4 hari di kota ini, akhirnya senja merah muda muncul juga meninggalkan kesan manis sepanjang perjalanan kami di Ceko. Semanis Trdelnik dan Crepes yang beberapa kali kami icip. Juga gelang batu-batuan kesukaan si mama yang terbuat dari batu jaspis saya beli di sini. Jika singgah ke Prague, sempatkan waktu setidaknya day trip untuk mampir ke kota ini. Berangkat pagi dan kembali malam hari. Di sini tidak perlu public transport, karena semua spot bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk beli bahan makanan di minimarket Coop yang buka mulai pukul 7 pagi hingga 6 sore, kecuali Sabtu dan Minggu hanya buka hingga pukul 1 siang saja. Biaya hidupnya sedikit lebih mahal dari Prague, tapi karena tidak menggunakan mata uang Euro tetap saja biaya hidup di sini masih lebih hemat dibanding di kota-kota besar lainnya di Eropa. Jadi kepingin balik lagi pas musim dingin, kayaknya bakalan lucu banget atap-atap rumah yang berwarna bata itu ketutup salju. Mungkin nanti, menjajal Eropa timur yang masih sangat luas ini. Na shledanou!

You Might Also Like

2 comments

  1. ken...

    baca dan liat foto2 ken itu, bikin terharu. entah kenapa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. dear ejie, lama tak bersua kita!
      kapan kita trip bareng lagi, berbagi cerita dan suka, kangeen ejieeee!

      Delete