Do It Yourself

Hasil koleksi kartu SIM yang pergantiannya tiap 5 tahun sekali.

Mengurus sendiri dokumen negara membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, bukan hanya karena antriannya tapi terkadang karena gambaran sistem yang kurang jelas. 

Semenjak tahun 2021, sebagian pengurusan dokumen negara sudah dibuat dengan sistem daring (online). Salah satunya adalah untuk urusan dokumen kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK. Kali ini saya akan membagian pengalaman memperpanjang SIM C untuk motor dengan sistem online tanpa sekalipun keluar rumah. Lumayan mudah, hanya membutuhkan cukup konsentrasi saat tes psikologi. Untuk biayanya juga lebih murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya tes kesehatan seperti saat perpanjangan SIM di samsat keliling atau pusat.


Semenjak pandemi, proyekan sepi. Saya pun jadi punya lebih banyak waktu luang. Di antara sedih dan gembira juga sih. Dan agar tetap waras saya pun menyibukkan diri dengan proyek Masta Kimchi, berkebun, ngeblog, belajar fotografi makanan dan belajar mengolah sampah sendiri a.k.a. composting. Dua list terakhir belum saya mulai sih, baru niat aja. Hehe. 


Tanaman Sirih Gading adalah tanaman pertama yang aku punya. Motek dari rumah Mama terus tunclep aja langsung ke pot. Tumbuhnya pun cepat dan perawatannya tidak manja, cukup disiram-siram saja tiap pagi. Tapi tahu nggak sih kalau Sirih Gading punya beberapa nama? Kalau mama ku bilang namanya Sirih Belanda. Nah, nama latinnya sendiri adalah Epipremnum Aureum atau E. Aureum. Biasanya kebanyakan menyebutnya Pothos. 

Cincau Jelly hasil panen sendiri featuring Susu Full Cream Greenfields

Menanam tanaman ketahanan pangan rasanya beda jika dibandingkan menanam tanaman hias. Apalagi saat panen pertama, rasanya bangga pada diri sendiri. Meskipun hanya Kangkung dan Bayam, saat sampai di meja makan rasanya usaha menyiram dan menunggu pun terbayar. Sebelum menanam Kangkung dan Bayam menggunakan raised bed, saya sudah terlebih dahulu menanam Cincau. Tanaman yang dari dulu saya idam-idamkan untuk ditanam setelah melihat kawan ku, Galuh Ashri, sering posting bikin minuman cincau sendiri.  

Berkebun menjadi trending saat pandemi. Kegiatan yang tentu saja banyak dihabiskan di rumah ini menjadi alternatif bagi kita yang memang tidak bisa melakukan banyak aktivitas di luar rumah. Sekarang berkebun jadi hal yang banyak digemari. Dampak yang paling terasa adalah harga tanaman hias yang melonjak dratis. Apakah saya menjadi salah satu korban kebiadaban harga tanaman? Ah, menurut saya tidak. Tanaman hias termahal yang pernah saya beli baru Pohon Ketapang Kencana setinggi 1,2 meter, seharga 65 ribu rupiah (tanpa ditawar). 



Dulu pernah punya cita-cita bisa kerja dari rumah. Biar bisa pakai celana pendek sama kaos oblong. Kalau bosan bisa kerja disambi di kamar sambil gegoleran di kasur. Dan Alhamdulillah mimpi itu kesampaian meskipun proyek yang dipegang sekarang masih cupu dan bisa dihitung jari.


Aku kangen Malaaaaaaang...!

Senin sore saat senggang, entah kenapa tiba-tiba saya kepikiran Sempol, salah satu jajanan khas dari Malang. Setau saya di Jakarta sangat jarang sekali ada jajanan ini, satu-satunya yang saya temukan dan lumayan enak cuma abang-abang gerobak di depan Stasiun Tebet. Itu juga kalau beli harus ngantri. Biasanya kalau lagi mudik ke Malang, dari bandara Abdurrahman Saleh, saya pasti langsung nyari jajanan ini. Beli 30 ribu tanpa digoreng, bisa dapet (70 tusuk) segerobak! Belinya bisa dimana aja, karena jajanan ini masih eksis di sana.


Halo, Mar!

Ini bulan Maret, ya. Bulan yang penuh kasih sayang karena dalam sebulan ini orang-orang terdekatku merayakan hari kelahirannya. Mulai dari si partner hidup, mama, bapak & bapak mertua, Hana, Nisa, dan teman-teman main ku yang lain di penghujung bulan Maret. Jadi Maret adalah bulan bagi-bagi hadiah untuk mereka termasuk juga menghadiahi diri sendiri. Salah satunya adalah rak gudang. Saya meyakinkan untuk beli karena punya redeem poin sampai 250 ribu, yang mana pas beli jadi setengah harga *mak-emak banget*
Older Posts