Selama ngeblogging, gw belum pernah mereview sebuah buku, tapi kali ini gw akan coba mereview sebuah novel yang gw dapet dari menang lomba foto perjalanan, iseng2 lewat fesbuk. Ini novel yang gw dapet, setelah menunggu seminggu akhirnya sampe juga di kosan (*padahal ternyata kantor penerbitannya deket rumah gw tetanggan di jakarta, hihi jauh-jauh same dikirim ke bandung :p)

Mungkin lebih tepatnya bukan novel kali ya, tapi kumpulan kisah perjalanan. Seperti blog gw ini yang kebanyakan isinya catatan perjalanan gw. Judulnya The Journeys, yang ditulis oleh beberapa penulis muda Indonesia. Yang membuat gw tertarik karena salah satu penulisnya adalah Trinity, gw suka banget sama gaya menulisnya setelah membaca kedua novelnya yang berjudul The Naked Traveler dan The Naked Traveler 2. Dari kedua novelnya itu gw jadi banyak ide buat siaran di radio kampus, hehe. Tengkyu mbak Trinity :p ga sabar mau beli buku nya yang ke tiga.

Oya balik lagi ke novel The Journeys, isi dari buku ini ga lebih dari pengalaman para penulis tentang perjalanan yang pernah mereka alami yang disampaikan dengan gaya bahasa mereka masing-masing. Ada salah satu kisah yang bikin gw makin ngiler buat kesana juga, yaitu kisah dari Alexander Thian waktu dia ke Karimun Jawa. Udah dari 2 tahun lalu gw pengen ke sana tapi ga jadi2, setelah baca kisahnya dia, gw bertekad, bulan juni atau juli tahun ini gw harus ke sana! wajib! Kalo gak, keburu mati terumbu karang ma ikan2 yang cantik di sana karena polusi T_T


Perjalanan Menemukan
Dengan melakukan sebuah perjalanan, bukan tempat yang kita tuju yang menjadi titik utama dari sebuah perjalanan, tetapi sebuah proses untuk menemukan. Di dalam buku diceritakan banyak kisah dari beberapa sudut pandang yang berbeda yang bisa membuat kita melihat berbagai perjalanan dalam arti yang berbeda, di sanalah kita bisa menemukan sesuatu. Sesuatu yang paling menarik dari sebuah perjalanan.

Gw rindu untuk menemukan. Dari semua pengalaman perjalanan gw, memang menemukan adalah hal yang paling menarik, dari menemukan hal-hal baru, gila, penting, ga penting, yang menambah discovery dalam hidup gw. Dengan membaca buku ini pun gw menemukan sesuatu.

Mari berangkat! Dunia ini terlalu luas untuk dijelajahi nanti-nanti.

Setelah menginap semalaman di pelabuhan Padang Bai, Bali, akhirnya jam 9 pagi kebagian juga buat masuk kapal feri. Setelah kejadian kena tilang di pelabuhan Ketapang, akhirnya amoy yang bawa mobil masuk ke kapal karena SIM nya masih punya nyawa 2 hari. hahah.


Nama kapalnya Sindu Witama. Harus dihafal nih, karena kapal ini menurut gw kapal paling bagus dengan fasilitas yang sangat nyaman. Naek kapal ini, berasa orang kaya lagi liburan. Kita bebas duduk di mana aja ko, hmm siapa yang ga mau masuk ruang VIP? Nyaman banget dengan ruang AC, kursi yang lebar dan pemandangan laut langsung di depan mata karena ruang VIP menghadap langsung ke depan dengan jendela kaca sehingga tembus pandang untuk melihat kearah laut. Puas tidur 5 jam di sini. huahuaaa..


Lombok, 13 Januari
Sampe pelabuhan Lembar sekitar jam 1 siang. Kita langsung menuju rumah neneknya alan di perumnas daerah Lombok Timur, ga jauh dari pelabuhan. Sampe di sana disambut, dan gw, dipaksa sama mereka buat bantuin nenek masak buat makan siang. Mereka enak2 minum es siang-siang bolong terus istirahat. Hueleeh jadi perempuan satu-satunya memang agak merepotkan juga, tapi ya gimana lagi. Malu2in juga kalo udah numpang tapi ga bantuin apa-apa. Habis makan siang istirahat sejenak, dan sore jam setengah 5 kita langsung ke pantai Senggigi buat liat sunset. kayak gini pantainya :



Pasirnya hitam pekat. Waw! keren. Walopun ga dapet sunset karena mendung tapi kita puas maen sama ombak di sini. biasa norak deh hehe. Tapi keesokan harinya kita baru tau kalo pantai Senggigi yang kita kunjungi itu ternyata bukan pantai Senggigi. Walaaaah! Pantes ga sesuai yang dibayangin kalo pantai Senggigi itu ternyata putih pasirnya. wkwkwk.

Gili Trawangan, 14 Januari
Pagi-pagi kita berangkat ke buat trekking ke Gili Trawangan. Setelah dengan persiapan seadanya *gw bikin spagetti ala kadarnya dan dengan membawa satu stel baju dengan perhitungan kita bakal berenang disana (tanpa perhitungan nginep di Gili Trawangan). Perjalanan le Gili Trawangan bener-bener keren, jalan menuju kesana berada di tepi pantai di pinggir bukit. Kayak jalan menuju lembang atau puncak, tapi di kiri jalan langsung menghadap laut. Pemandangan yang indah banget, apalagi dengan kondisi jalan yang mulus karena baru dibangun. Kita buka jendela mobil sembari memutar lagu Steven n Coconut Treez - Sunset. Di perjalanan kita sempat berpapasan dengan mobil berplat ASEAN 1. Woogh saat itu KTT ASEAN memang diadakan di Lombok (makanay jalannya dibagusin haha). Selain itu kita juga sempat berhenti di pinggir jalan. Lokasi berhenti ini memang sengaja dibuat karena view dari lokasi itu bener-bener keren.


Dengan sedikit editan yang diperbuas, nampak kereeen!

Ini karang birunya, yang cuma ada dua di dunia selain yang ada di pulau Karibia:

Kurang jelas di foto karena keterbatasan kamera


Dan gw juga ga mau ketinggalan buat foto di sana, belakang gw itu Gili Trawangan (*baru nyadar pas ngedit foto. hahaha.


My style : Gaya Ketek.

Untuk menuju Gili Trawangan, kita berhenti di pelabuhan Bangsal. Mobil diparkir di sana. Karena sudah terlalu terbawa suasana senang, gw sampe meninggalkan ponsel di mobil, dan mobil juga lupa disarungin padahal parkir terbuka. Untuk sewa kapal ke Gili Trawangan kita cukup membayar 10 rupiah saja perorang untuk ke satu pulau. Di sana sebenarnya ada 3 pulau, yaitu Gili Air yang meruapakan pulau berpenghuni terbanyak, Gili Meno pulaunya para pasangan berbulan mabu dan Gili Trawangan pulau paling ujung dan terluas dengan sebutan party island. Karena kita masih berjiwa muda dan dengan status single karena diantara kita ga ada yang bawa pacar :p, sudah jelas kita pilih ke Gili Trawangan. hahah. Pernah denger sih, katanya belum ke Lombok kalo belum ke Gili Trawangan. Masa? percaya aja deh hahah

Pelabuhan Bangsal dengan editan diperluas karena mendung



And, welcome to the party island!!



Di Gili Trawangan kita bisa snorkeling, diving dan surfing. Tapi kayaknya yang ketiga enggak deh. Setelah memutar pulau ini ga ada satupun yang surfing dan nyewain alat surfing. FYI : alat snorkel di Gili Trawngan murah2 satu alat cuman 10 rebu buat seharian!. Di Gili Trawangan cuman ada dua kendaraan, yaitu sepeda dan cidomo (*andong). Nyewa sepeda 35 rebu buat seharian.

Ngapain aja kita selama di Gili Trawangan?
To be continued . . .

Malam minggu yang mungkin lebih diidentikkan dengan apel ke rumah pacar atau malamnya para muda mudi berbagi kasih *halah. Kayaknya gw ga pernah ngalamin yang bener2 namanya malam mingguan. Malam minggu ya mungkin buat gw lebih santai dengan menikmati malam yang lebih panjang dari biasanya karena besoknya libur.

Udah hampir setahun ini gw punya hobi baru, bersepeda. Karena kebutuhan yang sangat mendesak akhirnya gw jual motor (padahal bukan punya gw) dan mentransformasi nya menjadi sebuah sepeda. Pertama-tama gw masih kagok karena jarang banget naekin kendaraan yang anti polusi itu. Tapi sekarang udah lumayan lah, dayeuh kolot-dago-gasibu-antapani bisa kurang dari sejam. Dan malam ini sedikit nekat Night Rider sendirian dari antapani ke kosan. Karena balapan sama kendaraan2 lain, akhirnya sampe kosan musti mandi lagi, abis basah2an lengket. Subuh juga musti bangun, diajakin ngegowes ke CFD sampe THR. Hobi baru yang menyenangkan dan menyehatkan!

Bandung, apalagi kalo bukan wisata kuliner dan belanja. Suasana yang dingin selalu buat perut lapar. Saat ini gw bertiga icha ma anung menikmati Sosis jerman di GegerKalong. Cafe dengan nama lengkap Winner Bratwurst ini lokasinya agak miring di jalan Raya Gegerkalong belok kiri. Sampe kesusahan markir motor karena lokasinya kurang strategis. Tapi kalo kamu udah masuk ke dalamnya.. suasana Eropa mulai terasa. Hmm.. jeleknya musiknya yang kurang asoy, masa tiba2 keputer lagunya Sm*sh wkwk.
Tapi cobain dulu sosisnya,


Ini pesenan gw, Kace. Sosis isi keju dengan taburan keju dan potatoe chicken, Icha pesen Bratwurst sosis german dan anung pesen chicken picatta. Mantaflah. bintang **** kalo dari 5. Hohoho harga 20-80. Tapi worthedlah sesuai dengan rasanya. Suasana nya juga cozy, nyaman, dan plus free wifi,


Sebelum ke winner kita bertiga mampir ke Cisangkuy, macam2 yoghurt ada di sini. Kalo yang ga begitu suka yoghurt karena rasanya yang terlalu asam bisa pesen yang Yoghurt Lyce juice special, karena saranya yang lumayan manis plus ada buah lecinya :D. Malam ini cukup kenyaaang buat ngilangin stres karena tugas akhir. Ha ha haaa..

The more you know about someone, the more you'll realize something that you're alike or you're different. I just feel the more someone knows about me, the more he/ she will leave me soon.
But I'm not afraid.
The thing I'm afraid of is the more I know him, I'll leave him.

What did I do?
and what am I doing now?









Really exhausted, but nothing I did.

Sepertinya gw lagi terbawa suasana pantai. Berhubung belum dapat waktu buat traveling, untuk mengobati rasa rindu maka kali ini gw membuat sedikit catatan hasil perjalanan awal bulan Januari tahun ini. Sebuah perjalanan ala semi backpacker ke Lombok.

Bandung, 6 Januari
Tamam dkk ngajak gw ngebolang ke Bali naek kereta. Tiba-tiba gw teringat kalo dirumah ada mobil yang jarang dipake, kenapa ga pake mobil aja mam, tapi seklaian ke Lombok? Hahaha 8 orang setuju berangkat Senin depan.

Jakarta, 10 Januari
Jemput amoy langsung cabs ke Bandung. Dari sini gw udah mulai ngerasain hawa ga enak. Mulai dari STNK mobil yang ternyata udah mati 3 Bulan T_T. Dan benar, ternyata perasaan ga enak ini terbukti dengan beberapa kawan-kawan tamam yang mengagalkan ikut acara ini di hari-H!, hanya tinggal gw, amoy, alan, abal, ryan di Bandung dan tamam yang saat itu sedang di Madura. Ga mungkin kita hanya berangkat ber6, bisa-bisa overbudget, karena sesuai perhitungan semakin sedikit biaya akan semakin mahal. Telpon dan sms sana-sini buat cari penumpang baru dan sore baru dapet, Anggi si supir Sumatera. Akhirnya berangkat sore menuju magrib.

Demak, 11 Januari
Oya, sebelumnya gw perkenalkan dulu supir-supir tangguh kita. Tadi udah disebut Anggi, lalu Amoy, si supir jalur pantai selatan, dan Alan supir dalam kota. Begini enaknya kalo cowo-cowo macho jago nyupir, dalam perjalanan kita bisa tinggal tidur tanpa mikirin gmn dijalan hahaha.
Di kota ini, perjalanan mulai menegangkan. Jam 2 pagi, hujan deras memaksa kita berhenti dan berteduh dulu karena ternyata mobilnya bocor. Wkwkwk, baru kali ini ada mobil bocor (*selain metromini dan angkot tentunya). Di situ pula kejadian ryan nahan ee*. Poor you, dude. Hahaha.

Kegejean tengah malem abis maen poker

Di demak kita juga sedikit nyasar-nyasar karena kehilangan arah untuk menuju Surabaya. Semua bingung karena banyak alternatif kesana. Akhirnya kita putuskan lwat Kudus, meski kita tahu keadaan jalan di sana sudah rusak dan macet parah. Kita berhasil sampai Tuban jam 9 pagi. Sarapan di warung Barokah cabang Tuban (*soalnya dikampus kita juga ada ^^)


Kenang-kenangan dari Suramadu, sayang sekali ga boleh berhenti di tol buat foto-foto

Sampe Madura, sekitar jam 4 sore. Di sana kita disambut oleh keluarga Tamam. Enaknya traveling mampir-mampir ke rumah teman adalah ini, adanya jalur persahabatan alias ada makan nginep gratis hihihi. Di rumah tamam kita istirahat dan berangkat ke Bali jam 11 malam.

Banyuwangi, 12 Januari
Perjalanan menuju pelabuhan Ketapang. Jalanan yang berkelok-kelok naik-turun dan agak gelap karena di malam hari ini cukup menegangkan buat gw dibanding Nagrek. Sampai di sebuah Masjid, kita istirahat sambil nge-p*p mie ala kadarnya. Ala kadar di sini maksudnya pake air anget. Yang penting sarapanlah hahaha.

Sedikit ngiklan sih, tapi gapapa soalnya fotonya asik :p

Di pelabuhan ketapang kita sedikit kena masalah, sebenernya udah banyak sih masalah hahah. Ini salah satunya. Ketangkep polisi kena sidak karena supir SIM nya mati. Saat itu yang mengendarai mobil si anggi. Setelah cekcok dan kita diceramahi "jangan jadi Gayus dek", Si bapak polisi minta uang, Lho?? katanya jangan jadi Gayus pak? kok sekarang kita dipaksa jadi Gayus? padahal kita udah nyerah SIM anggi (yang mati) kita relakan disita. Si bapak masih minta duit, kita ga mau ngasih, si bapak sekarang nahan STNK. Lho lhooo ko makin ga jelas gini. waduh! Akhirnya berkat bantuan om gw di Tangerang lewat telpon, akhirnya cekcok selesai tanpa uang sepeser pun. Gimana caranya? rahasia =p. Stelah kejadian itu, setiap mau masuk pelabuhan, gw yang nyetir. Karena cuma SIM gw yang hidup. Horee!!!

Sampe Bali. Masih deg-deg2an setelah insiden ketangkep polisi

Bali, 12 Januari
Nyampah di Bali. Yap, kita bener-bener nyampah di sini. Setelah nyasar-nyasar mo ke Legian, Kegiatan yang kita lakuin di Bali bener-bener ga jelas, karena kita ga dapet tempat buat nginep. Entah karena musim liburan awal taun sehingga semua penginapan penuh, yang buka ya yang mahal-mahal, diatas 150rbu per kamar. Padahal kita udah ke poppies lane I dan II yang notabene penginapan para backpacker. Akhirnya kita ke Pantai Kuta, yang menurut gw suasananya udah berubah kayak Ancol, alias rame. Duduk-duduk di pasir sambil ngeliatin orang telanjang lalu lalang. Sore hari kita ke Masjid di dekat pantai Kuta, yang ternyata adalah masjid yang pernah gw singgahi 6 tahun yang lalu untuk numpang mandi. Dan hari itu juga gw numpang mandi lagi. Hehehee. Malamnya, maen ke pantai Sanur. Di sini agak asik, jalan ke dermaga, ngegelar ponco, tidur sambil liat bintang :p



Poppies lane II

Dari penjaga masjid, kita memperoleh informasi kalo jalur ke pulau lombok sedang di tutup karena ada badai. Sampai masuk berita lho ternyata, gw baru tau pas besoknya nyokap nelpon buat nanyain keadaan gw dan ngasi tau kalo malam itu memang sedang ada badai. Dan, memang benar. Sampai di pelabuhan Padang Bai, kita sedikit nyampah lagi. Karena ngantri yang sangat panjang, akhirnya sebagian dari kita tidur di aula dan gw tidur di mobil. Kita baru bisa masuk kapal jam 9 pagi. Sempat ada kejadian cekcok sama petugasnya, karena kita diselak beberapa mobil dan akhirnaya kena antrian lagi. Dan gw yang jadi kambing hitam karena saat itu gw yang nyupir. Tapi ternyata dibalik kejadian itu, kita sungguh beruntung. Kita dapat kapal feri yang "super mewah". FYI: Dengan harga tiket sama kamu belum tentu dapat kapal yang bagus, bisa aja dapat kapal yang super duper jelek fasilitasnya.

To be continued . . .


Malam minggu lelah setelah berpacaran dengan Tugas Akhir, tiba-tiba kangen pantai T_T


Lanjutan dari blog gw yang sebelumnya, ternyata rencana buat ngebolang ke pangandaran bener-bener jadi. Walaupun sebenernya sempat ga jadi karena ada masalah finansial akhirnya tetep berangkat juga, dan tetep sama temanya yaitu "DADAKAN". tapi dadakan kali ini lebih parah, karena sejam sebelum berangkat kita baru packing, jam 5 sore kita harus berangkat mengejar Bus terakhir ke pangandaran jam 7 malam.

Setelah persiapan "dadakan", akhirnya kita berangkat dengan modal nekat dan selembar uang 100 ribuan (*dalam hati mudah2an cukup). Awal perjalanan yang membuat sedikit resah dan gelisah, karena kita dari awal udah salah naek angkot ke terminal Cicaheum hingga harus makan waktu dua setengah jam untuk sampe terminal (*sama dengan waktu gw pulang kampung bdg-jkt). Jadi gw saranin kalo mau ke Cicaheum mending minta anter temen naek motor biar ga muter atau ngetem ga jelas angkotnya, atau alternatif lain naik angkot 05 yang merah dari perempatan buah batu.

Sampe terminal kita turun di jalan karena kebetulan ada Bus budiman yang menuju Pangandaran lewat. Dengan sedikit nekat dan ngawur, akhirnya kita bisa masuk bis itu juga. Alhamdulillah, dan ternyata bus itu memang bis terakhir. PAS BANGET!
Sampe di terminal Pangandaran jam setengah 3 pagi, istirahat sekalian sholat Magrib dan Isya. Masjid Raya Pangandaran ini menurut gw cukup bersih dan luas, gw bisa numpang tidur di teras depan sambil sarungan. Memang dari awal kita ga ada rencana buat nginep, ya tidur di jalan atau numpang istirahat di jalan, jadi total perjalanan 2 malam satu hari, agak aneh memang :p

Berikut kegiatan ngebolang selama di pangandaran:

1. Jalan-jalan di dini hari subuh sambil menunggu matahari terbit di pantai sebelah timur pangandaran.



2. Berpetualang di Cagar Alam Pengandaran ala "Petualangan Sherina". Menuyusi hutan rimba, gua, pesisir pantai sampai bertemu dengan beberapa sahabat alam, kera, landak, banteng, rusa, biawak dkk






3. Berteduh dibawah rindang pohon entah apa namanya, sambil menikmati angin laut di pantai pasir putih di sebelah barat pangandaran. Atau buat si ryan yang katanya mulai menyukai olahraga air, bersnorkling ria.


4. Setelah puas menikmati pantai pangandaran, berjalan-jalan lagi dipesisir barat sampai ketemu dengan Kelapa Muda. ni yang bikin ngiler kalo ke pantai =p~ seger banget panas-panas, walaupun agak mahal di pangandaran sudah dikomersilkan, harganya dua kali lipat pas di sayang heulang.


Sekitar jam 1 siang kita kembali ke MAsjid Raya Pangandaran, setelah lelah berjalan kaki dibawah terik matahari. Jam setengah 3, kita putuskan untuk nyoba jelajahin stau pantai lagi yang ga jauh dari pangandaran, yaitu pantai batu hiu. Berkat nanya2 iseng sama orang2 yang lagi touring dan beristirahat di masjid, akhirnya kita berangkat sampe langsung di Pantai Batu Hiu. Pintu masuk nya seperti komplek, ga keliatan kalo didalamnya ada kawasan wisata, mungkin dikelola oleh masyarakat sekitar :p. Lanjut kegiatan kita pas di Pantai Batu Hiu :

5. Apalagi kalo bukan narsis-narsis ria, wuiiih~ suasana pantai batu hiu ngingetin kita sama pulau Lombok. tapi ombaknay yang besar bener-bener memperlihatkan kehebatan ombak yang langsung dari samudera Hindia.





Balik lagi ke terminal Pangandaran, agak sore memang sekitar jam setengah 6. Setelah menemukan warung yang keliatan agak murah akhirnya kita makan nasi!! ya setelah sehari semalam kita cuma makan roti dan roti dan mie mentah. Hahaha padahal kita udah persiapan buat masak2 di pangandaran, udah bawa mie instan buat ngirit tapi apa daya ternyata kita ga bawa parafin!! Wkwkwk dan akhirnay ditahan-tahan buat ga makan.
Lagi-lagi ngejar bus terakhir ke Bandung di terminal Pangandaran jam 8 malam. Alhamdulilah dapet juga, soalnya lagi ga fit buat nginep di terminal :p

-angkot ke cicaheum = 9000
-Bus PP cicaheum-pangandaran = 64000
-Ongkos masuk ke cagar alam = 7000
-es kelapa muda = 6000
-angkot pp batu hiu = 9000
-masuk batu hiu = 2500
-odong2 cileunyi-buah batu = 5000
Total : 102.500


long time no see..
after a few times, stuck in TA!!

A week ago, I deactivated my FB account. I just felt uneasy because I didnt feel like doing any interesting when I opened my FB account. Actually, I felt wasting time. So, I'll try to more focus in blogging. And, I'll try to type in English even though my written english is bad T_T. *because the deal I made with ryan, so if I got punished I already have the article in English to give him.

Tonight, I just googling and found something that made me interested. You know a lot of girls out there, they like Cows' character. And I found a cute and stupid doll, like this :


When you see that look, I guess you will laugh and feel annoyed with that face. You want to hit the head. hahahaaaa
If you mad at someone, just look at that face. Imagine that doll is your someone that makes you mad. And I assure it can make your anger gone a little. Try!