Hasil koleksi kartu SIM yang pergantiannya tiap 5 tahun sekali.

Mengurus sendiri dokumen negara membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, bukan hanya karena antriannya tapi terkadang karena gambaran sistem yang kurang jelas. 

Semenjak tahun 2021, sebagian pengurusan dokumen negara sudah dibuat dengan sistem daring (online). Salah satunya adalah untuk urusan dokumen kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK. Kali ini saya akan membagian pengalaman memperpanjang SIM C untuk motor dengan sistem online tanpa sekalipun keluar rumah. Lumayan mudah, hanya membutuhkan cukup konsentrasi saat tes psikologi. Untuk biayanya juga lebih murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya tes kesehatan seperti saat perpanjangan SIM di samsat keliling atau pusat.


Setelah dinding pagar belakang rumah kelar dibangun, hal pertama yang saya lakukan adalah mulai menanam tanaman rambat. Tujuannya untuk membuat suasana kebun lebih asri dan tentunya lebih estetik dong. Saya meluncur ke akang tanaman yang berjejer di sebrang pintu tol Kukusan Depok. Langsung borong 10 biji dolar rambat kecil. Dolar rambat besar saya beli di toko daring. 

New Year, Better Me!
Sebuah tag dari kalender gratisan yang saya dapat dari toko belanja bahan makanan favorit ibu-ibu.
Warnanya cerah ya, semoga tahun depan bisa secerah sinar mentari.

Saya berterima kasih sekali kepada teknologi fotografi, karena tanpanya, beberapa memori dan cerita bisa luput dari ingatan saya. And thanks to aplikasi Photos, saya tinggal scroll-scroll ke atas untuk melihat cerita-cerita apa saja yang terjadi di tahun ini. 




Prolog: Penghuni-penghuni baru di rumah

Selama pandemi kami jarang pelesir tapi entah kenapa kami jadi lebih boros. Tentu saja faktor utama nya adalah karena sebagian besar waktu kami habiskan di rumah. Renovasi sana-sini, upgrade barang ini-itu. Kalau ditotal sama saja dengan biaya jalan-jalan, bedanya kalau buat pelesir nggak banyak mikir ngeluarinnya.  Di tahun 2020, mesin air kerendem dan terpaksa musti dibenerin dan pindah posisi. Lalu renovasi sebagian atap samping yang bocor. Setelah itu tiba-tiba saya jadi punya treadmill, alasan beli supaya Bre mau olah raga.

Saya pun kepikiran cita-cita yang sejak lama terpendam yaitu punya mesin espresso dan robot vakum. Alhamdulillah tahun 2021 dua-duanya terwujud. Untuk mengurangi rasa bersalah karena terlalu banyak mengumpulkan alat brewing kopi, semua perintilan kopi saya jual, lumayanlah dapat hampir 500 ribu buat beli grinder rumahan wkwk. Lalu saat Harbolnas (hari belanja online nasional) saya membeli robot vakum atau roomba merk Ecovacs tipe Ozmo 920 dengan potongan harga yang lumayan fantastis (thanks 11.11!).


Pertengahan tahun 2021 ini saya dan Bre ke Malang lagi. Niatnya sih mudik pas lebaran, tapi untuk menghindari keramaian akhirnya kami memilih untuk berangkat pada akhir bulan Juni. Ini adalah perjalanan darat pertama kali kami ke Malang menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya untuk menghemat tiket pesawat kami naik kereta. Kali ini kami bersama Pikachu, si cabe rawit merah bertenaga 1250cc, yang melaju selama 3 hari dari Jakarta sampai Malang. Loh kok lama banget sampai 3 hari? Soalnya kami mampir dulu ke Dieng dan Temanggung. Cerita trip ke Dieng dan Temanggung akan saya tulis di part khusus karena pengalaman di sana sungguh memorable.


Semenjak sering pulang kampung ke rumah mertua, mampir ke Bromo sudah menjadi ritual saya dan Bre tiap kali ke Malang. Jarak tempuh yang tidak sampai dua jam dan kondisi jalan yang cukup baik membuat kami tidak pernah bosan mengunjungi tempat ini. Tahun ini kami mengunjungi Bromo tiga kali! Pertama di bulan Januari kami menginap semalam di Dusun Cemoro Lawang. Lalu di awal bulan Juli kami berdua melakukan perjalanan singkat ke Cemoro Lawang untuk pertama kalinya bersama Pikachu. Dan yang ketiga bersama dengan keluarga Bre kami jalan-jalan ke view point di pintu masuk Bromo jalur Tumpang.

Tulisan ini ditulis oleh Bre, suami dan teman perjalanan saya ke Eropa selama 50 hari. 

— 


Juventus, siapa yang tidak tahu klub bola paling legendaris di Italia ini. Saya sendiri sudah jadi Juventini, penggemar klub Juventus, sejak mengenal sepak bola kira-kira kelas 2 SD. Alasan saya menyukai klub ini, mungkin karena pada saat itu Liga Italia sedang ramai-ramainya ditayangkan di televisi dan Juve adalah klub yang paling banyak menjuarai liga ini. Jika saat itu Liga Inggris yang ditayangkan, mungkin saya jadi Cityzens, penggemar klub Manchester City.


Sebetulnya saya masih punya PR menulis cerita pengalaman camping di Pasir Reungit untuk melanjutkan cerita perjalanan ke Kawah Ratu sekitar empat bulan silam. Tapi mumpung masih hangat, kali ini saya ingin langsung menulis pengalaman camping lusa lalu ke Ranca Upas, bumi perkemahan di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Rencana berkemah ini sudah saya cetuskan sebulan yang lalu, setelah menahan diri untuk tetap di rumah sampai menunggu kelar vaksin kedua di pertengahan bulan September. Awalnya kami berencana kemah di Gunung Kencana, yang lokasinya satu kawasan dengan Telaga Saat dan Telaga Warna di Cisarua Bogor. Sekitar seminggu sebelum berangkat kami dapat info kalau trek ke sana biasa saja. Lalu entah kenapa saat itu saya langsung teringat dengan Ranca Upas.


Your cheap flight ticket is on your hands now. I said cheap because we usually book the flight months before the trip. The next thing to do is planning your trip. Sometimes, creating itinerary is so much fun that you'll be more excited even before going to your destination trip. Thus booking your lodging is one of the trip plan.