Visiting Cute Towns in Europe

September 17, 2017


Kesampingkan Paris, Prague dan Venice yang overrated, kunjungi kota-kota terpencil di Eropa yang tenang. With scenic views and unique charms.  Berbekal dari tulisan di sini kami bisa menginjakan kaki di sebagian kota-kota kecil nan imut ini di Eropa. Berikut adalah daftar dari kota kecil yang kami kunjungi secara terencana atau pun impulsif. Dari 5 kota yang kami singgahi, kita ngga perlu menggunakan transportasi publik selama di sana karena dengan jarak tempuh berjalan kaki, kita lebih bisa menikmati tiap sudutnya.

1. Cesky Krumlov, Czech


Cesky Krumlov —The Jewel of Bohemian. Hanya butuh waktu 3 jam menggunakan bus dari Prague, sempatkan paling tidak satu hari mengunjungi kota ini. Tak ada bangunan modern di sini, seakan-akan kita menjelajah waktu ke jaman pertengahan. Nongkrong di salah satu kafe sambil minum espresso dan makan kue tradisional khas Bohemian, Tredlnik. Menikmati pemandangan lanskap kota dan sungai Vltava dari teras State Castle. Atau main kano dan arung jeram di sungai Vltava saat musim panas. Untuk menghindari keramaian saat musim panas, waktu pagi hari dan sore adalah saat paling lenggang, karena biasanya para day-tripper sudah kembali ke Prague. We're really enjoying this cute town because we're staying for three nights.






2. Bruges, Belgium


Sudah mengunjungi Mannekin Pis dan Grand Palace? It's time to take an escape trip to Bruges. Cukup naik kereta dari Zuidstation dengan waktu kurang lebih satu setengah jam kita sudah sampai di Bruges. Saat kesana kita sampainya sudah tengah hari jadi lumayan rame. Tapi menjelang sore hingga malam cukup sepi. Untuk kembali ke Brussels kita bisa naik kereta paling terakhir sekitar jam 10 malam. Jangan lupa cobain eskrim rasa coklat dan waffle yang banyak dijual di sepanjang jalan. 



3. Cochem, Germany


Ingin merasakan waktu berjalan lebih lambat? Mampir ke Cochem, kota kecil yang ada di Lembah Mosel. It's a cute town surrounded by nature. Di sini begitu damai seperti sungai Mosel yang mengalir tenang. Meski akhir pekan, siang hari ngga begitu ramai. Turis pun didominasi oleh para veteran yang kalau ngetrip mereka selo banget. Tapi butuh perjuangan untuk sampai ke tempat ini, karena jauh dari mana-mana. Jika punya waktu lebih lama di Cochem, kita bisa trekking ke Burg Eltz yang berjarak tiga stasiun dari Cochem. 




4. Innsbruck, Austria


Jika tidak sempat ke Swiss tapi ingin melihat pegunungan Alpen, masukkan Innsbruck ke dalam daftar itinerary. Kota kecil yang dihimpit pegunungan Alpen. Mengelilingi kota ini bisa berjalan kaki atau menggunakan sepeda yang sudah termasuk dalam Innsbruck card. Yang membuat kota ini semakin imut adalah bangunan warna warni yang berjejer di pinggir sungai Inn dengan latar belakang gunung Hafelekar. Selain menjelajah kota tua Innsbruck, -emandangan mengagumkan pegunungan Alpen bisa kita lihat dari atas gunung Hafelekar. 




5. Reykjavik, Iceland


Reykjavik —the world's northernmost capital city. Musim panas di Reykjavik ngga akan membuat kita gerah, malah tetep harus pake jaket karena dingin nya bisa 7 derajat celcius di siang hari. Jadi muter-muter kota siang bolong sambil jalan kaki tetap asyik tanpa takut kepanasan. Menyusuri jalan di sepanjang Laugavergur hingga ke Harpa Concert Hall, melihat warna warni kota dari atas Hallgrimskirkja, atau kalau sedang beruntung kita bisa melihat aurora dari kota ini. Saya menyebut Reykjavik kota pelangi, karena tiap beberapa menit saja kita bisa melihat pelangi dari sudut mana pun karena cuaca yang tidak menentu di kota ini. 




Dengan waktu kurang dari dua bulan, kita hanya bisa mengunjungi lima kota kecil ini. Masih banyak lagi kota-kota terpencil di Eropa yang masih dalam bucket list. See you on next trip!

You Might Also Like

0 comments