Road Trip dari Jakarta ke Bali

By Niken Andriani - Jun 16, 2022

Selat Bali

Rencana work from Bali sudah ada sejak tahun 2021 lalu namun batal karena kondisi pandemi yang semakin parah di bulan Juli. Kami sudah di Malang saat itu, tapi ternyata hampir di semua daerah di Indonesia lockdown sehingga kami kesulitan untuk melakukan perjalanan luar kota. Segala macam peralatan yang sudah kami bawa ke Malang untuk trip ke Bali akhirnya kami bawa balik lagi ke Jakarta. 

Setelah 3 kali puasa dan 2 kali sholat idul fitri di rumah, alhamdulillah tahun ini kami bisa melaksanakan sholat ied di lapangan. Saya dan Bre pun bisa mudik ke Malang seminggu sebelum lebaran bersama Pikachu, si mobil merah mungil yang sudah 1,5 tahun ini menemani perjalanan kami. Selama sebulan di Malang, waktu kami habiskan untuk silaturahim ke keluarga mulai yang masih dalam kota hingga yang jauhnya menempuh perjalanan 7 jam keluar kota Molang. 

Mulailah kami jenuh karena selama sebulan di Malang kami belum pelesir. Rencana roadtrip ke Bali pun akhirnya terwujud, meskipun kadang masih galau gundah gulali mau jadi berangkat apa nggak karena kami belum deal tempat menginap di Bali. Jadi rencana yang saya buat seminggu sebelum berangkat ke Bali hanyalah list kos-kosan yang mau kita cek dan rencana seminggu mau ke Lombok. Udah gitu aja, booking ferry untuk menyebrang saja saya baru pesan setengah jam sebelum sampai pelabuhan ketapang. Let it flow aja lah, Bismillah yang penting kondisi badan fit dan mobil aman.

22 Mei 2022

Perjalanan dari Malang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memakan waktu sekitar 6-8 jam. Kami pun awalnya berencana untuk menginap dulu di Banyuwangi, karena kami sampai sore hari. Tapi Bre berinisiatif untuk langsung nyebrang. Untungnya setelah masuk pelabuhan, tidak ada antrian, kami bisa langsung masuk ferry. Tidak lama ferry langsung melaju, sekitar 30 menit sebelum jadwal yang kami book di aplikasi Ferizy.

Semesta mendukung kami. Selama 30 menit perjalanan di atas kapal, kami disuguhi pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah. Saya langsung flashback perjalanan 11 tahun lalu saat road trip dari Jakarta ke Bali dengan teman-teman kuliah saya. Road trip terkadang memang selalu lebih seru dibanding dengan destinasi itu sendiri. Perjalanan saya dan Bre juga sebetulnya dari Jakarta, tapi transit dulu di Malang selama sebulan, baru lanjut ke Bali. Hehe.


Sampai di Pelabuhan Gilimanuk ternyata langit sudah gelap, kami pun memutuskan untuk menginap di dekat pelabuhan. Sama seperti memesan tiket ferry, saya booking peginapan setengah jam sebelum check in.

Menginap di Gilimanuk Bali semalam adalah keputusan yang terbaik. Kami jadi tidak perlu terburu-buru untuk menyebrang di keesokan pagi hari nya. Malam itu kami memesan mie goreng jawa yang super enak, dibelikan oleh penjaga hostel yang sepertinya dia beli di warung gerobak yang tidak jauh dari hostel. Esok paginya kami check out jam 8, lalu mampir makan di warung nasi jinggo pinggir jalan. Waktu tempuh ke Denpasar sekitar 3-4 jam. Dalam perjalanan saya sembari menghubungi para host dalam list kos-kosan. Beberapa diantaranya ternyata sold out. Drama mencari kosanpun tak terelakan. Pukul 3 sore kami baru bisa selonjoran di kasur, di tempat yang tidak ada dalam list kos-kosan. Jauh dari ekspektasi area yang ingin kami tinggali.

Penginapan random di Gilimanuk seharga 140 ribu rupiah per malam.

Ya sudahlah, yang penting bisa mandi enak, cari makan gampang, dan tentunya bisa netflixan.

No comments

Post a Comment