Halo!
Temu kembali di turnamen foto perjalanan yang kali ini udah masuk ronde
22! dan saya menjadi tumbal (eh tuan rumah) untuk ronde ini. Awalnya
sempat bingung, sejak ronde 5 mulai gak ngikutin lagi karena
sibuk aktivitas di kantor dan tentunya traveling sendiri hingga mulai
jarang up-to-date. Sekalinya mulai nguplod eh kepilih, thanks @pergidulu yg memilih foto seorang bapak yang sedang berangkat kerja ini buat jadi pemenang di tema jalanan. Jadi hampir
seminggu saya ngilang dulu buat semedi di Goa nyari tema yang asik buat
ronde 22 ini. Ada beberapa tema yang sempat jadi masukan, dari tentang strangers, self potrait dan ray of lights. Namun akhirnya saya memutuskan satu tema yang semoga selalu menjadi teman setia perjalanan kita, yang selalu dipuja kehadirannya, Matahari!
Mentari, matahari, sang surya. Ia sumber energi, penerang jalan, dan penunjuk bahwa hari masih ada. Ia memiliki banyak cerita di setiap kehadirannya. Menerangi tiap langkah yang kau jalani. Ia pun tidak hanya melulu tentang sunrise dan sunset. Ia berjaga bergantian dengan malam. Menunjukkan adanya kehidupan.
Bagi
para pejalan, matahari selalu menjadi idola. Lihat saja, jika langit
mulai gelap, matahari bersembunyi, mungkin pertanda akan turun hujan,
sebagian dari kita pasti jadi malas keluar. Padahal keluar dari rumah,
adalah langkah awal dari perjalanan yang akan kita lalui. Para pemuja
senja dan fajar selalu menanti waktu dengan sabar demi bertemu
dengannya. Para travel fotografer selalu menyebut-nyebut matahari
sebagai model tercantik yang ada di dunia. Para pendaki gunung, rela
mendaki berkejaran dengan waktu demi bisa menikmati semburat cahaya pagi
dari puncak.
Setiap pejalan pasti memiliki interpretasi yang berbeda tentang matahari. Mungkin seperti mengejar cita-cita, menemani setiap langkah, dan melihat dunia. Jadi, mari berbagi ceritamu dengan matahari yang ada di setiap perjalananmu!