Cerita Yogyakarta

Saturday, September 22, 2012

Weekdays on the job and weekend on the trip. Membuat saya jadi jarang meluangkan waktu untuk menuliskan isi hati atau sekedar mencatat jurnal perjalanan yang akhir-akhir ini menjadi singkat karena sulit sekali untuk bisa dapat libur yang panjang. Nah, karena saat ini saya sedang nabung untuk next trip yang panjang makanya sudah dua akhir pekan saya habiskan dengan belajar berenang di kolam dekat rumah (*bukan empang lho) dan ber-leyeh-leyeh di rumah. Ketika berencana menulis tentang pantai Klayar, saya malah terhanyut dalam cerita tentang sebuah kota.

Pertama kalinya nge-backpack ke Yogya (2009)
Sampai begitu alay nya foto di depan stasiun

Yogyakarta. Kota yang adem tentrem buat menghabiskan waktu di masa tua ini adalah salah satu destinasi yang membuat siapa pun akan terkenang dengan memorinya seperti yang terkutip dalam lirik lagu Kla Project. 


pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu..
masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna..
terhanyut aku akan nostalgi,
saat kita sering luangkan waktu
nikmati bersama suasana jogja...
...



Dan yang membuat saya tahun ini dua kali mengunjunginya. Yang kedua baru saja tiga minggu yang lalu. Saking seringnya main ke Yogya, sampai ada yang mengira saya ini orang Jogja.  Maka seandainya ada yang bertanya saya ini orang asli mana, maka dengan pedenya saya akan menjawab, "Gue dari Gunung Kidul, Yogyakarta." Hahaha.. Memang kelihatan ndeso, tapi jujur saya sangat bangga sekali dengan kabupaten ini. Meski kawasan karst makanya daerah ini sangat tandus dan miskin, tetapi pantai-pantainya yang perawan, goa-goanya yang megah, penduduknya yang ramah serta udaranya yang sejuk membuat saya tak pernah bosan main ke sana. 

Ray of light di Goa grubuk
Di pantai ini, pertama kali nya saya tidur beralaskan pasir dan beratapkan langit.

Tahun lalu, ketika saya mendapat kesempatan jalan-jalan gratis dari ACIdetikcom, destinasi yang saya eksplor salah satunya adalah Yogyakarta. Selama 5 hari saya habiskan waktu di  Kaliurang atas, Kota Gede dan Gunung Kidul. Di ulang tahunnya yang ke-255 saya pun mendapat kesempatan untuk merayakannya bersama warga Yogya.  

Pentas seni antar daerah yang diadakan malam sebelumnya di depan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret


Kalau saya ingat-ingat lagi, pertama kali ke Yogya adalah ketika studi tour SMA(2006). Tapi hanya semalam sehingga saya hanya tau Malioboro. Setelahnya, bersama dengan keluarga, dengan teman kuliah, dan sendiri. Sehingga di blog saya tersebar cerita-cerita tentang Yogya.  Cerita saya dengan sahabat-sahabat di Yogya yang saya tulis bulan April lalu saat saya singgah di kota ini. Tentang Mangunan, bukit dengan view yang sangat waaah. Atau gara-gara film saya sampai terdampar di tempat yang sejuk ini di Sendang Sono. Serta beberapa tulisan saya di blog detik. Dan tentunya tentang pantai-pantainya yang tak ada habisnya untuk digagahi, seperti pantai Jongwok,  pantai Timang, pantai Indrayanti dan Pok Tunggal, pantai Sundak, pantai Kapenpantai Baron, dan Parang Tritis. Aaah pantai-pantai di Yogya benar-benar menghipnotis. Maka saya punya satu mimpi: menyusuri seluruh pantai di pesisir Gunung kidul dari barat ke timur!

Siapa yang tak suka Yogya? Coba tonton video empat episode ini tentang Yogya. Mungkin buat yang menganggap Yogya itu biasa-biasa saja jadi bisa berubah pikiran. Atau malah tiba-tiba mesen tiket kereta ke sana. Seperti teman saya Ryan, asli Sumatra, yang sampai ketularan bisa bahasa Jawa, katanya "Mlaku-mlaku, dab!" Hahahaa.. buat saya, Yogya tak pernah ada habisnya untuk dijelajahi. Happy traveling!

You Might Also Like

3 comments

Subscribe