Bali


Setelah melanglang selama 3 hari di Nusa Ceningan, kami melanjutkan perjalanan ke Nusa Penida, pulau yang letaknya tepat di sebelah tenggara Nusa Ceningan. Jadi dari Ceningan kita tinggal menyebrang menggunakan speed boat


Menurut saya rasanya tidak lengkap melancong ke pulau dewata tanpa mencoba pijat relaksasi tradisional Bali. Apalagi jika punya banyak waktu luang, seperti perjalanan kami selama sebulan di Bali pada bulan Juni lalu. Tapi pilihan untuk pijat di tempat yang ramah muslim tidak banyak, kalaupun ada biayanya cukup menguras kantong. Akhirnya kami memilih untuk berendam air panas saja di Toya Devasya sambil melemaskan otot-otot setelah 4 minggu melanglang di Bali. 


Melanjutkan postingan minggu lalu Berburu Kafe dan Perkopian di Bali Part 1, ada 5 kafe lagi yang kami kunjungi selama tinggal satu bulan di Bali. Daftar kafe-kafe ini masih cocok dijadikan sebagai tempat #WFC atau Work From Cafe


Selama dua setengah tahun pandemi, saya beberapa kali berwisata singkat seperti menginap di Cemoro Lawang Bromo dan bolak-balik ke Bandung. Tapi baru kemarin saya merasakan nikmatnya perjalanan seperti di tempat asing. Selama sebulan tinggal di Bali, saya dan Bre melakukan trip singkat selama 5 hari ke Nusa Ceningan dan Nusa Penida, meskipun pada awalnya kami berniat untuk ke Gili Trawangan, Lombok. Alasannya karena saya dan Bre sudah sama-sama pernah ke Gili Trawangan, jadi kenapa kita nggak nyoba ke tempat yang belum pernah aja. 


Rasanya nggak lengkap kalau selama sebulan tinggal di Bali nggak eksplorasi kafe-kafe di pulau dewata ini. Jadi gimana nih rasanya Work From Bali? Kalau hanya di kosan ya tetap saja jenuh, nggak ada bedanya dengan di rumah. Jadi kami menyempatkan nongkrong di kafe yang kopinya lumayan enak dan vibesnya asik.

Judul yang sangat klise. Ya mungkin karena saya mainnya masih kurang jauh. Tapi begitulah yang terlintas di kepala saya saat seharian kemarin berkeliling di daerah Kuta Selatan, Badung, Bali. 

Awalnya akhir pekan ini saya dan Bre berencana untuk main ke Nusa Lembongan, namun kami tunda karena rasanya sayang jika menginap hanya satu malam di sana. Malam itu juga saya buat daftar tujuan pantai selatan Bali menggunakan Google Map. Fitur Saved yang ada di Google Map ini sungguh mempermudah saya untuk membuat rencana perjalanan. Saya tinggal buat beberapa daftar seperti Kuliner Bali, Pantai Bali, Coffee Shop Bali, dan lain sebagainya. 


Naik-turun ratusan anak tangga demi menggapai "pantai indah yang tersembunyi" tidak pernah menjadi masalah bagiku. Tapi tidak untuk kali ini. Keringat dingin mengucur deras dari tubuhku saat mencoba kembali ke atas. Hilang semua sudah perasaan girang bertemu pantai yang bagus tadi. Pikiranku saat itu hanya satu. 

Eat Pray Love? Nope, Eat Travel Repeat!
Padang-padang beach, Uluwatu, Bali | November 19th 2012

Older Posts